
Uang nganggur di rekening tabungan biasa cuma dapat bunga 0,5% per tahun? Sayang sekali padahal ada opsi deposito bank digital dengan bunga hingga 6-7% yang jauh lebih menguntungkan.
Bank digital kini jadi primadona investor pemula karena kemudahan akses dan suku bunga kompetitif. Berbeda dengan bank konvensional yang bunga depositonya stagnan di kisaran 2-3%, bank digital berani kasih rate lebih tinggi karena operasional lebih efisien tanpa cabang fisik. Bonus: proses buka deposito bisa dari HP dalam hitungan menit.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana pihak ketiga di bank digital tumbuh 156% sepanjang 2025 dengan total mencapai Rp 89 triliun. Tren ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap bank digital terus meningkat. Nah, bank digital mana yang kasih bunga deposito tertinggi di 2026 dan aman dijamin LPS?
Apa Itu Bank Digital dan Mengapa Bunga Depositonya Lebih Tinggi?
Bank digital adalah lembaga perbankan yang beroperasi 100% secara digital tanpa kantor cabang fisik. Semua layanan dari pembukaan rekening, transfer, hingga deposito dilakukan melalui aplikasi mobile.
Keunggulan Bank Digital Dibanding Bank Konvensional: Operasional cost lebih rendah karena tidak perlu maintain cabang fisik dan ATM. Efisiensi ini ditransfer ke nasabah dalam bentuk bunga tabungan dan deposito lebih tinggi. Proses approval lebih cepat karena sistem otomasi dan AI. Akses 24/7 tanpa perlu antre di kantor cabang. User interface modern dan mudah digunakan terutama untuk generasi milenial dan Gen Z.
Mengapa Bunga Deposito Bank Digital Lebih Tinggi? Bank digital aggressive dalam akuisisi nasabah baru untuk tumbuh cepat. Strategi utamanya adalah tawarkan suku bunga kompetitif yang menarik perhatian. Tanpa beban operasional cabang, margin yang bisa dialokasikan untuk bunga lebih besar.
Kompetisi ketat antar bank digital juga mendorong mereka berlomba kasih rate terbaik. SeaBank, Bank Jago, Blu by BCA Digital, Neobank by Bank Neo Commerce, dan lainnya saling compete untuk menarik dana nasabah.
Keamanan Bank Digital: Semua bank digital yang legitimate terdaftar dan diawasi OJK. Deposito dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank selama bank tersebut peserta LPS. Jadi aman selama pilih bank digital yang berizin resmi OJK dan tercatat sebagai peserta program penjaminan LPS.
Kriteria Memilih Bank Digital untuk Deposito
Sebelum parkir dana di deposito bank digital, perhatikan beberapa faktor penting ini.
Suku Bunga Kompetitif Bandingkan rate antar bank digital untuk tenor yang sama. Bunga 6% lebih menguntungkan dibanding 4% untuk jangka waktu setara. Hitung juga return riil setelah dipotong pajak 20% untuk deposito.
Izin dan Regulasi Pastikan bank terdaftar di OJK dan peserta LPS. Cek di website resmi OJK (ojk.go.id) atau LPS (lps.go.id) untuk validasi. Hindari platform yang hanya mengaku “bank digital” tapi tidak punya izin banking.
Minimum Deposito Bank digital umumnya punya minimum lebih rendah dibanding bank konvensional. Ada yang mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 1 juta. Pilih yang sesuai dengan kemampuan dana.
Tenor Fleksibel Tersedia pilihan tenor beragam dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. Sesuaikan dengan rencana keuangan. Deposito jangka panjang biasanya kasih bunga lebih tinggi.
Kemudahan Pencairan Perhatikan kebijakan pencairan sebelum jatuh tempo. Beberapa bank charge penalty fee jika deposito dicairkan lebih awal. Cek juga kecepatan proses pencairan ke rekening.
User Experience Aplikasi Interface yang user-friendly memudahkan monitoring deposito, perpanjangan otomatis, atau top-up. Review dari pengguna lain di Play Store/App Store bisa jadi referensi.
Customer Service Responsif Bank digital tanpa cabang fisik mengandalkan CS digital (chat, email, telepon). Pilih yang punya response time cepat untuk handle kendala teknis atau pertanyaan.
Daftar Bank Digital dengan Bunga Deposito Tertinggi 2026
Berikut ranking bank digital berdasarkan suku bunga deposito kompetitif per awal 2026. Rate bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank.
1. SeaBank Indonesia
Suku Bunga Deposito: Hingga 6,75% per tahun Minimum Deposito: Rp 1.000.000 Tenor Tersedia: 1, 3, 6, dan 12 bulan
SeaBank, bagian dari ekosistem Sea Group (Shopee), menawarkan salah satu bunga deposito tertinggi di kategori bank digital. Rate 6,75% untuk tenor 12 bulan sangat kompetitif dibanding kompetitor.
Keunggulan SeaBank: Proses pembukaan deposito instant dari aplikasi, tanpa perlu dokumen fisik. Perpanjangan otomatis (ARO – Automatic Roll Over) bisa diatur sesuai preferensi. Terintegrasi dengan ekosistem Shopee untuk cashback atau promo khusus. Customer service 24/7 via live chat dengan response time cepat.
Cara Buka Deposito SeaBank: Download aplikasi SeaBank di Play Store/App Store. Daftar akun dengan KTP dan selfie verification. Top-up saldo minimal Rp 1 juta via transfer bank lain atau virtual account. Pilih menu Deposito, tentukan tenor dan nominal, konfirmasi pembukaan.
Kekurangan: Tidak punya kantor cabang fisik jika butuh bantuan offline. Minimum deposito Rp 1 juta relatif lebih tinggi dibanding beberapa kompetitor. Brand awareness masih kalah dibanding bank besar seperti BCA atau Mandiri.
2. Bank Jago (Gojek)
Suku Bunga Deposito: Hingga 6,5% per tahun Minimum Deposito: Rp 1.000.000 Tenor Tersedia: 1, 3, 6, 9, dan 12 bulan
Bank Jago, yang bekerja sama dengan ekosistem Gojek, menawarkan bunga deposito hingga 6,5% untuk tenor 12 bulan. Integrasi dengan GoPay memudahkan transfer dana antar platform.
Keunggulan Bank Jago: Fitur “Kantong” untuk segmentasi dana (saving goals, emergency fund, investment) sangat helpful untuk financial planning. Bisa link dengan GoPay untuk seamless transaction. Interface modern dan intuitive, mudah digunakan bahkan untuk yang tidak tech-savvy. Promo cashback regular untuk transaksi tertentu.
Cara Buka Deposito Bank Jago: Download aplikasi Jago dari Play Store/App Store dan daftar dengan data KTP. Verifikasi identitas via video call singkat dengan petugas. Isi saldo rekening via transfer dari bank lain. Akses menu Deposito, pilih tenor dan jumlah, submit permohonan.
Kekurangan: Verifikasi video call kadang memakan waktu jika antrian panjang. Beberapa user complain soal app occasionally buggy saat peak hours. Bunga untuk tenor pendek (1-3 bulan) tidak terlalu kompetitif dibanding tenor panjang.
3. Blu by BCA Digital
Suku Bunga Deposito: Hingga 6,25% per tahun Minimum Deposito: Rp 1.000.000 Tenor Tersedia: 1, 3, 6, dan 12 bulan
Blu adalah anak perusahaan BCA yang fokus ke segmen digital. Meski bunga sedikit lebih rendah dari SeaBank dan Jago, kredibilitas brand BCA jadi daya tarik tersendiri.
Keunggulan Blu by BCA Digital: Backed by BCA yang udah established dan trusted. Fitur “bluSaving” untuk goal-based saving dengan simulasi return yang jelas. Free transfer ke sesama BCA dan bank lain tanpa limit. Integrasi dengan merchant partner untuk promo dan cashback menarik.
Cara Buka Deposito Blu: Install aplikasi blu dari toko aplikasi resmi. Registrasi dengan foto KTP dan selfie holding KTP. Tunggu approval (biasanya instant atau maksimal 1 hari kerja). Transfer dana ke rekening blu dan buat deposito dari menu Investment.
Kekurangan: Suku bunga tidak tertinggi di kelasnya meski tetap kompetitif. Fitur masih berkembang dibanding aplikasi BCA utama (BCA Mobile). Pencairan deposito sebelum jatuh tempo dikenakan penalty cukup signifikan.
4. Bank Neo Commerce (Neobank)
Suku Bunga Deposito: Hingga 7% per tahun (promo terbatas) Minimum Deposito: Rp 100.000 Tenor Tersedia: 1, 3, 6, 9, dan 12 bulan
Bank Neo Commerce (sebelumnya Bank Yudha Bhakti) bertransformasi jadi bank digital dengan brand Neobank. Bunga deposito hingga 7% adalah yang tertinggi, meski sering dalam bentuk promo terbatas untuk nasabah baru atau tenor tertentu.
Keunggulan Neobank: Minimum deposito paling rendah (Rp 100 ribu), accessible untuk investor pemula. Rate bunga sangat agresif terutama saat ada promo. Aplikasi ringan dan tidak boros data. Proses approval cepat dengan sistem otomasi penuh.
Cara Buka Deposito Neobank: Download Neobank app dan register dengan email/nomor HP. Upload foto KTP dan selfie untuk e-KYC. Top-up saldo minimal Rp 100 ribu via transfer atau virtual account. Pilih produk Deposito, tentukan nominal dan tenor, konfirmasi.
Kekurangan: Bunga 7% sering hanya untuk promo limited time atau nasabah baru. Base rate tanpa promo sekitar 5-5,5%, masih oke tapi tidak se-agresif yang dipromosikan. Brand awareness rendah, banyak yang ragu karena tidak sepopuler SeaBank atau Jago. Customer service kadang slow response di luar jam kerja.
5. Allo Bank
Suku Bunga Deposito: Hingga 6% per tahun Minimum Deposito: Rp 1.000.000 Tenor Tersedia: 1, 3, 6, dan 12 bulan
Allo Bank fokus pada nasabah milenial dengan fitur lifestyle terintegrasi seperti booking hotel, beli voucher, atau langganan streaming.
Keunggulan Allo Bank: Fitur “Allo Goals” untuk saving dengan target dan timeline spesifik. Partnership dengan merchant lifestyle untuk promo eksklusif. Cashback program yang competitive untuk transaksi daily. Interface colorful dan engaging, not boring like traditional banking app.
Cara Buka Deposito Allo Bank: Install Allo Bank dari Play Store/App Store. Sign up dengan nomor HP dan email, verifikasi OTP. Upload KTP dan lakukan face recognition untuk e-KYC. Transfer dana dan akses menu Deposito untuk pembukaan.
Kekurangan: Bunga deposito middle-range, tidak tertinggi dan tidak terendah. Fokus lifestyle kadang distract dari core banking features. Beberapa promo eksklusif hanya untuk tier membership tertentu yang perlu saldo besar.
6. TMRW by UOB
Suku Bunga Deposito: Hingga 5,5% per tahun Minimum Deposito: Rp 1.000.000 Tenor Tersedia: 1, 3, 6, dan 12 bulan
TMRW adalah digital banking dari UOB Indonesia, bank internasional dengan track record solid. Bunga tidak setinggi bank digital pure-play, tapi kredibilitas dan keamanan jadi nilai plus.
Keunggulan TMRW: Backed by UOB, bank asing dengan rating kredit tinggi. Security features lebih robust dengan multi-layer authentication. Akses ke produk perbankan UOB yang lebih lengkap jika butuh scale up. Regulasi compliance ketat sesuai standar internasional.
Cara Buka Deposito TMRW: Download aplikasi TMRW dan register dengan data pribadi. E-KYC via foto KTP dan video selfie. Approval biasanya 1-2 hari kerja. Top-up rekening dan buat deposito dari menu Investment Products.
Kekurangan: Suku bunga paling rendah di daftar ini dibanding kompetitor. Minimum deposito standard Rp 1 juta tanpa opsi lebih rendah. Aplikasi kadang terasa heavy dan loading lambat untuk perangkat low-spec.
Tabel Perbandingan Bank Digital untuk Deposito
| Bank Digital | Bunga Tertinggi | Min. Deposito | Tenor | Penjaminan LPS | Rating |
|---|---|---|---|---|---|
| Bank Neo Commerce | 7% (promo) | Rp 100.000 | 1-12 bulan | ✓ Ya | ⭐⭐⭐⭐ |
| SeaBank | 6,75% | Rp 1.000.000 | 1-12 bulan | ✓ Ya | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Bank Jago | 6,5% | Rp 1.000.000 | 1-12 bulan | ✓ Ya | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Blu by BCA Digital | 6,25% | Rp 1.000.000 | 1-12 bulan | ✓ Ya | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Allo Bank | 6% | Rp 1.000.000 | 1-12 bulan | ✓ Ya | ⭐⭐⭐⭐ |
| TMRW by UOB | 5,5% | Rp 1.000.000 | 1-12 bulan | ✓ Ya | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
Tabel di atas memudahkan perbandingan langsung antar bank digital. Pilih berdasarkan prioritas: bunga tertinggi, minimum deposit terjangkau, atau kredibilitas brand.
Perhitungan Return Deposito Bank Digital
Memahami cara hitung return deposito penting untuk estimasi keuntungan riil setelah pajak.
Formula Bunga Deposito:
Bunga Kotor = (Nominal Deposito × Suku Bunga × Tenor dalam hari) / 365
Pajak = Bunga Kotor × 20%
Bunga Bersih = Bunga Kotor - Pajak
Total Pencairan = Nominal Deposito + Bunga Bersih
Contoh Perhitungan: Deposito di SeaBank Rp 10.000.000 dengan bunga 6,75% tenor 12 bulan:
Bunga Kotor = (10.000.000 × 6,75% × 365) / 365 = Rp 675.000 Pajak 20% = Rp 675.000 × 20% = Rp 135.000 Bunga Bersih = Rp 675.000 – Rp 135.000 = Rp 540.000 Total Pencairan = Rp 10.000.000 + Rp 540.000 = Rp 10.540.000
Return bersih 5,4% per tahun setelah pajak. Angka ini tetap lebih tinggi dibanding tabungan biasa yang hanya 0,5-1% dan inflasi yang sekitar 3-4% per tahun.
Perbandingan dengan Tabungan Biasa: Uang Rp 10 juta di tabungan dengan bunga 0,5% per tahun: Bunga Kotor = Rp 50.000 Pajak 20% = Rp 10.000 Bunga Bersih = Rp 40.000 per tahun
Selisih dengan deposito: Rp 540.000 – Rp 40.000 = Rp 500.000 lebih untung dari deposito. Untuk dana yang tidak dipakai dalam waktu dekat, deposito jelas lebih menguntungkan.
Tips Maksimalkan Return: Pilih tenor panjang (12 bulan) untuk rate tertinggi jika dana memang tidak dibutuhkan jangka pendek. Manfaatkan promo nasabah baru atau limited-time offer yang kasih bunga extra 0,5-1%. Diversifikasi ke beberapa bank untuk maksimalkan penjaminan LPS (Rp 2 miliar per bank). Reinvest bunga dengan perpanjangan otomatis (ARO) untuk compound interest.
Risiko dan Cara Mitigasi Deposito Bank Digital
Meski relatif aman, deposito bank digital tetap punya risiko yang perlu dipahami.
Risiko Likuiditas Dana terkunci selama tenor deposito. Pencairan sebelum jatuh tempo kena penalty dan hilang sebagian bunga. Mitigasi: hanya depositokan dana yang memang tidak dibutuhkan dalam jangka waktu tenor. Sisakan emergency fund di tabungan biasa untuk keperluan mendadak.
Risiko Suku Bunga Turun Bunga deposito tidak fixed selamanya. Bank bisa turunkan rate untuk deposito baru atau perpanjangan jika kondisi ekonomi berubah. Mitigasi: lock rate dengan tenor panjang saat bunga sedang tinggi. Monitor kompetitor untuk pindah bank jika ada yang kasih rate lebih baik saat perpanjangan.
Risiko Default Bank Meski sangat jarang, bank bisa bangkrut atau default. Mitigasi: pastikan bank peserta LPS sehingga deposito dijamin hingga Rp 2 miliar. Diversifikasi dana ke beberapa bank jika total lebih dari Rp 2 miliar. Cek kesehatan bank via laporan keuangan yang dipublikasi OJK.
Risiko Teknologi dan Cybersecurity Bank digital rentan terhadap cyber attack atau technical glitch yang bisa ganggu akses dana. Mitigasi: gunakan password strong dan unique untuk setiap aplikasi. Enable two-factor authentication (2FA) jika tersedia. Jangan share OTP atau password ke siapa pun termasuk yang mengaku CS bank.
Risiko Inflasi Jika inflasi lebih tinggi dari bunga deposito bersih, nilai riil uang justru berkurang. Mitigasi: kombinasikan deposito dengan instrumen investasi lain yang punya potensi return lebih tinggi seperti reksa dana atau saham untuk diversifikasi portofolio.
Strategi Alokasi Dana untuk Deposito Bank Digital
Deposito sebaiknya bagian dari strategi financial planning yang lebih luas, bukan satu-satunya instrumen.
Aturan Alokasi 50-30-20: 50% untuk kebutuhan (living cost, cicilan, tagihan), 30% untuk wants (hiburan, hobi, lifestyle), 20% untuk saving dan investment (termasuk deposito). Dari 20% ini, bisa pecah lagi: 30-40% emergency fund (tabungan likuid), 40-50% deposito (low-risk, stable return), 10-20% investasi berisiko tinggi (saham, crypto, reksa dana saham).
Ladder Strategy untuk Deposito: Jangan tempatkan semua dana di satu deposito tenor panjang. Pecah jadi beberapa deposito dengan jatuh tempo berbeda:
- Rp 5 juta tenor 3 bulan
- Rp 5 juta tenor 6 bulan
- Rp 5 juta tenor 9 bulan
- Rp 5 juta tenor 12 bulan
Setiap 3 bulan ada deposito yang jatuh tempo, kasih fleksibilitas jika butuh dana atau ada kesempatan investasi lebih baik. Jika tidak dibutuhkan, roll over lagi dengan tenor panjang untuk rate maksimal.
Diversifikasi Antar Bank: Jangan taruh semua dana di satu bank meski bunga paling tinggi. Spread risk dengan deposito di 2-3 bank digital berbeda. Selain untuk maksimalkan penjaminan LPS, ini juga hedge kalau ada masalah teknis di satu bank.
Review dan Rebalance Berkala: Cek rate deposito setiap 3-6 bulan. Bank digital sering adjust bunga sesuai kondisi market. Jika ada bank lain yang kasih rate jauh lebih baik, pertimbangkan pindah saat deposito jatuh tempo. Evaluasi juga apakah alokasi ke deposito masih sesuai dengan financial goals atau perlu adjust.
Perbedaan Deposito Bank Digital vs Konvensional
Banyak yang ragu: lebih baik deposito di bank digital atau bank konvensional mapan? Berikut perbandingannya.
Suku Bunga: Bank Digital: 5,5-7% per tahun, sangat kompetitif. Bank Konvensional: 2,5-3,5% per tahun, relatif stagnan. Selisih 3-4% sangat signifikan untuk akumulasi jangka panjang.
Minimum Deposit: Bank Digital: Mulai Rp 100.000 hingga Rp 1 juta, accessible untuk semua kalangan. Bank Konvensional: Umumnya Rp 5 juta hingga Rp 10 juta, barrier entry lebih tinggi.
Proses Pembukaan: Bank Digital: 100% online dari aplikasi, approval instant hingga maksimal 24 jam. Bank Konvensional: Harus datang ke cabang, antri, isi formulir fisik, bisa memakan waktu 3-5 hari kerja.
Pencairan: Bank Digital: Online via aplikasi, dana masuk ke rekening dalam 1-3 hari kerja setelah jatuh tempo. Bank Konvensional: Harus datang ke cabang dengan dokumen, proses bisa lebih lama.
Keamanan dan Trust: Bank Digital: Diawasi OJK dan dijamin LPS, aman secara regulasi tapi brand awareness masih berkembang. Bank Konvensional: Brand established puluhan tahun, trust level tinggi di generasi boomer dan Gen X.
Customer Service: Bank Digital: Via chat/email/telepon, response cepat tapi tidak ada face-to-face. Bank Konvensional: Bisa datang langsung ke cabang untuk konsultasi tatap muka, lebih personal tapi harus sesuai jam operasional.
Kesimpulan Perbandingan: Untuk yang prioritas return maksimal dan nyaman dengan digital, bank digital jelas superior. Untuk yang butuh personal touch dan trust brand established, bank konvensional masih jadi pilihan meski sacrifice return lebih rendah.
Tips Aman Bertransaksi dengan Bank Digital
Keamanan digital banking adalah tanggung jawab bersama antara bank dan nasabah.
Jangan Share Data Sensitif OTP, PIN, password, atau CVV kartu tidak boleh dibagikan ke siapa pun termasuk yang mengaku petugas bank. Bank tidak pernah minta data sensitif via telepon, SMS, atau email. Waspadai phishing yang imitasi tampilan resmi bank.
Gunakan Jaringan Aman Hindari transaksi perbankan di WiFi publik (cafe, mall, airport) yang rentan man-in-the-middle attack. Pakai data seluler atau WiFi rumah yang terenkripsi. Aktifkan VPN jika harus pakai jaringan publik.
Update Aplikasi Regular Selalu update aplikasi bank ke versi terbaru yang berisi security patch. Enable auto-update di Play Store/App Store untuk otomasi. Update juga OS smartphone untuk close vulnerability.
Monitor Transaksi Berkala Cek mutasi rekening minimal seminggu sekali untuk deteksi transaksi unauthorized. Enable notifikasi push untuk setiap transaksi agar tahu real-time jika ada aktivitas mencurigakan. Laporkan segera ke CS jika ada transaksi yang tidak dikenali.
Logout Setelah Transaksi Jangan biarkan aplikasi bank selalu logged-in terutama di perangkat yang dipakai bersama. Logout manual setelah selesai transaksi. Aktifkan biometric lock (fingerprint/face recognition) sebagai layer security tambahan.
Waspadai Social Engineering Penipu sering pakai social engineering: pura-pura dari bank, bilang ada masalah akun, minta data untuk “verifikasi”. Jangan tergiur promo atau hadiah yang terlalu bagus untuk jadi kenyataan. Konfirmasi langsung ke CS resmi jika dapat tawaran mencurigakan.
Backup dan Recovery Simpan email konfirmasi pembukaan deposito dan screenshot sebagai backup dokumentasi. Catat customer service number bank di tempat aman untuk akses cepat jika ada emergency. Setup security question yang sulit ditebak orang lain untuk account recovery.
Kontak Layanan dan Bantuan Bank Digital
Jika mengalami kendala teknis atau butuh informasi lebih detail tentang deposito, hubungi customer service bank masing-masing.
SeaBank:
- Call Center: 1500732 (24/7)
- Live Chat: Aplikasi SeaBank menu Help
- Email: [email protected]
- Website: seabank.co.id
Bank Jago:
- Call Center: 1500746 (24/7)
- Live Chat: Aplikasi Jago menu Chat dengan Kami
- Email: [email protected]
- Website: jago.com
Blu by BCA Digital:
- Call Center: 1528 (24/7, terintegrasi dengan BCA)
- Live Chat: Aplikasi blu menu Chat
- Email: [email protected]
- Website: blu.id
Bank Neo Commerce (Neobank):
- Call Center: 1500-999 (Senin-Jumat 08:00-17:00)
- WhatsApp: 0811-8710-999
- Email: [email protected]
- Website: bankneocommerce.co.id
Allo Bank:
- Call Center: 1500-00 (24/7)
- Live Chat: Aplikasi Allo Bank
- Email: [email protected]
- Website: allobank.com
TMRW by UOB:
- Call Center: 14008 (24/7)
- Live Chat: Aplikasi TMRW
- Email: [email protected]
- Website: uob.co.id/tmrw
OJK (untuk pengaduan atau verifikasi izin bank):
- Kontak: 157 (bebas pulsa)
- Email: [email protected]
- Website: ojk.go.id
Selalu hubungi melalui channel resmi yang tercantum di website atau aplikasi bank. Jangan percaya nomor CS yang dikirim via SMS atau WhatsApp dari nomor tidak dikenal.
Mitos dan Fakta Deposito Bank Digital
Beredar banyak informasi keliru tentang deposito bank digital yang bikin orang ragu. Berikut klarifikasinya.
Mitos: “Bank digital tidak aman karena tidak ada kantor fisik” Faktanya, keamanan bank tidak ditentukan oleh ada tidaknya kantor fisik, tapi oleh regulasi dan pengawasan OJK serta penjaminan LPS. Semua bank digital yang legitimate terdaftar OJK dan peserta LPS, sama amannya dengan bank konvensional. Security technology bank digital bahkan sering lebih advanced dengan enkripsi end-to-end dan AI fraud detection.
Mitos: “Bunga tinggi pasti scam atau ponzi” Klaim ini tidak akurat. Bunga deposito 6-7% di bank digital adalah reasonable mengingat mereka hemat cost operasional tanpa cabang fisik. Bandingkan dengan P2P lending yang kasih return 10-18% per tahun (dengan risiko lebih tinggi). Ponzi biasanya tawarkan return tidak realistis seperti 20-50% per bulan, bukan per tahun. Cek legalitas bank di website OJK untuk validasi.
Mitos: “Deposito bank digital tidak dijamin LPS” Berdasarkan regulasi, semua bank yang terdaftar di OJK dan menjadi peserta program penjaminan LPS (termasuk bank digital) dijamin hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank. Cek status kepesertaan LPS di website lps.go.id untuk memastikan bank digital pilihan tercover.
Mitos: “Tidak bisa cairkan deposito sebelum jatuh tempo” Faktanya, deposito bisa dicairkan kapan saja meski belum jatuh tempo. Namun akan dikenakan penalty fee dan hilang sebagian atau seluruh bunga yang sudah berjalan. Setiap bank punya kebijakan penalty berbeda, baca terms and conditions sebelum buka deposito.
Mitos: “Bank digital bisa tiba-tiba bangkrut dan uang hilang” Risiko default bank memang ada, tapi sangat kecil karena ketat pengawasan OJK. Jika bank bangkrut, dana nasabah hingga Rp 2 miliar per bank dijamin LPS dan akan dikembalikan maksimal 5 hari kerja setelah bank dicabut izin. Diversifikasi ke beberapa bank untuk mitigasi risiko jika dana lebih dari Rp 2 miliar.
Penutup
Deposito bank digital adalah pilihan cerdas untuk parkir dana dengan return lebih baik dibanding tabungan biasa. Dengan bunga hingga 6-7% per tahun, proses online yang mudah, dan keamanan terjamin LPS, tidak ada alasan menunda untuk mulai berinvestasi. Pilih bank digital yang sesuai dengan prioritas: rate tertinggi, kredibilitas brand, atau minimum deposit terjangkau.
Jangan lupa diversifikasi dan review portfolio secara berkala untuk maksimalkan return sambil tetap manage risk. Selamat berinvestasi dan semoga dana berkembang optimal di 2026!
Sumber dan Referensi
Artikel ini disusun berdasarkan data suku bunga deposito yang dipublikasikan di website resmi masing-masing bank digital per awal 2026, regulasi OJK tentang bank digital, dan informasi penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan bank dan kondisi ekonomi makro. Untuk informasi terkini tentang rate deposito, kunjungi website resmi bank atau hubungi customer service. Validasi status kepesertaan LPS dapat dicek di lps.go.id dan izin bank di ojk.go.id.
Disclaimer: Suku bunga deposito yang tercantum bersifat indikatif per awal 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sesuai kebijakan masing-masing bank. Bunga kotor dikenakan pajak penghasilan (PPh) final 20% sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi. Setiap keputusan finansial adalah tanggung jawab pribadi investor. Pastikan selalu cek legalitas bank di OJK dan status penjaminan di LPS sebelum menempatkan dana. Penulis tidak berafiliasi dengan bank digital manapun yang disebutkan dalam artikel.
FAQ Seputar Daftar Bank Digital Terbaik 2026 dengan Bunga Deposito Tertinggi
Persaingan di tahun 2026 masih didominasi oleh:
- Krom Bank (Hingga 8.75% p.a)
- Neo Commerce (Hingga 8% p.a)
- Amar Bank (Hingga 7-8% p.a)
Suku bunga ini bersifat fluktuatif mengikuti kebijakan BI Rate dan strategi promosi masing-masing bank.
Hati-hati. LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) hanya menjamin simpanan jika bunganya TIDAK MELEBIHI Tingkat Bunga Penjaminan (biasanya kisaran 4.25% untuk Bank Umum).
Sesuai aturan perpajakan Indonesia:
- Saldo > Rp 7.500.000: Dikenakan Pajak Final 20% dari bunga yang didapat.
- Saldo ≤ Rp 7.500.000: Bebas Pajak (0%).
Contoh: Bunga 6% p.a, setelah pajak bersihnya menjadi 4.8% p.a.
Prosesnya 100% online tanpa perlu ke kantor cabang. Siapkan:
- E-KTP Asli.
- NPWP (Opsional, tapi disarankan agar potongan pajak normal).
- Smartphone untuk verifikasi wajah (Liveness Detection).
- Koneksi internet stabil.





