Cara Benar Sholat Tarawih & Witir 11 Rakaat Format 4-4-3

membawa suasana khusyuk yang sulit didapat di waktu lain. Suasana malamnya sendiri terasa berbeda. Masjid dipenuhi jemaah, suara takbir menggema, dan suasana penuh terasa begitu kental. Di tengah semaraknya ibadah puasa di siang hari, sholat tarawih menjadi bagian penting yang ditunggu-tunggu setiap malam. Ibadah sunnah ini hanya ada di bulan Ramadhan dan menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang menghidupkan malam Ramadhan dengan dan harapan pahala, dosanya akan diampuni. Ini bukan janji . Tapi sebuah peluang emas yang harus disambut baik oleh setiap muslim yang ingin membersihkan hati dan jiwa. Banyak yang mengenal dua format tarawih: 23 rakaat dan 11 rakaat. Keduanya sah dan memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Artikel ini akan fokus pada formasi 11 rakaat dengan pola 4-4-3. Format ini populer karena menyeimbangkan kekhusyukan dan kepraktisan.

Formasi 4-4-3 berarti dua sesi tarawih masing-masing 4 rakaat, lalu diakhiri dengan 3 rakaat witir. Format ini mengacu pada hadis Aisyah RA yang menyebut bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melebihi 11 rakaat. Banyak ulama melihatnya sebagai bentuk ibadah yang ringan namun tetap penuh manfaat. Ini cocok bagi mereka yang ingin konsisten menjalankan tarawih tapi tidak ingin terlalu berat. Terlebih saat usia mulai tidak memungkinkan atau kondisi fisik tidak maksimal.

Niat Sholat Tarawih dan Witir

Langkah pertama dalam menjalankan ibadah tarawih adalah niat. Niat bisa dilafazkan secara pelan atau hanya di hati. Namun, melafalkannya bisa membantu meningkatkan konsentrasi dan kekhusyukan. Ada dua niat yang perlu disiapkan: niat tarawih 4 rakaat dan niat witir 3 rakaat. Keduanya dilakukan dua untuk dua sesi tarawih dan satu kali untuk witir.

Baca Juga:  Tips Cerdas Cara Menggunakan Chat GPT Untuk Membantu Mengerjakan Skripsi Mahasiswa Tahun 2026

1. Niat Sholat Tarawih 4 Rakaat

Lafaz niatnya adalah:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ اَرْبَعَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًْ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat-tarawihi arba’ata raka’atin mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat sholat sunnah tarawih 4 rakaat menghadap kiblat karena ‘ala.”

2. Niat Sholat Witir 3 Rakaat

Lafaz niatnya adalah:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًْ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal-witri tsalatsa raka’atin mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat sholat sunnah witir 3 rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Tarawih dan Witir 11 Rakaat

Ibadah ini bisa dilakukan secara mandiri atau berjamaah di masjid. Untuk yang berjamaah, penting untuk mengikuti imam dengan khusyuk. Jika sendiri, tetap perhatikan urutan gerakan agar tidak melewatkan bagian penting dalam sholat. Bagi pemula, menghafal struktur ini akan membuat ibadah lebih nyaman dan konsisten.

1. Sesi Pertama Tarawih (Rakaat 1–4)

  1. Berdiri tegak, niatkan dalam hati sholat tarawih 4 rakaat.
  2. Ucapkan takbiratul ihram dan baca doa iftitah secara pelan.
  3. Baca Al-Fatihah, lalu lanjutkan dengan surat pendek dari Al-Quran.
  4. Rukuk dengan tenang, lalu bangkit ke posisi iktidal.
  5. Sujud dua kali dengan tuma’ninah di antara keduanya.
  6. Bangkit ke rakaat kedua, ulangi urutan yang sama.
  7. Tidak ada tasyahud awal di antara rakaat.
  8. Setelah rakaat keempat, duduk untuk tasyahud akhir dan salam.

2. Sesi Kedua Tarawih (Rakaat 5–8)

  1. Ulangi semua langkah dari sesi pertama.
  2. Gunakan niat yang sama, fokus pada kekhusyukan.
  3. Baca surat yang berbeda untuk menjaga kebaruan dan makna.
  4. Tasyahud akhir dilakukan setelah rakaat kedelapan dan salam.

3. Sholat Witir (Rakaat 9–11)

  1. Berdiri dengan niat witir 3 rakaat di hati.
  2. Rakaat pertama: baca Al-Fatihah dan Surat Al-A’la.
  3. Rakaat kedua: baca Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun.
  4. Rakaat ketiga: baca Al-Fatihah, lalu Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
  5. Sebelum rukuk di rakaat ketiga, bacakan doa qunut witir.
  6. Rukuk dan sujud seperti biasa.
  7. Duduk tasyahud akhir dan salam.
Baca Juga:  Jadwal Buka Puasa Banda Aceh dan Sekitarnya Hari Kamis, 5 Maret 2026!

Bagi yang sholat sendiri, tidak masalah jika tidak membaca doa qunut. Namun bagi yang berjamaah dan imam membacanya, sebaiknya diikuti. Hal ini menjadi bagian dari kebersamaan dan ikhtiar dalam ibadah.

Surat Pilihan untuk Tarawih dan Witir

Membaca Al-Quran dalam sholat tarawih dan witir sangat dianjurkan. Ini adalah kesempatan emas untuk menambah hafalan dan memperdalam makna ayat. Memilih surat yang pendek tapi bermakna tinggi bisa memberi dampak besar pada kualitas ibadah.

Berikut adalah rekomendasi surat untuk tiap rakaat:

Tarawih (Rakaat 1–8)

Rakaat Surat yang Disarankan
1 At-Takatsur
2 Al-Asr
3 Al-Humazah
4 Al-Fil
5 Quraisy
6 Al-Ma’un
7 Al-Kautsar
8 Al-Kafirun

Pemilihan surat ini tidak baku, tapi bisa menjadi panduan. Boleh juga disesuaikan dengan hafalan atau tema yang ingin dikaji setiap malamnya.

Witir (Rakaat 9–11)

Rakaat Surat yang Disarankan
9 Al-A’la
10 Al-Kafirun
11 Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas

Dianjurkan membaca tiga surat terakhir secara berurutan di rakaat ketiga witir. Ini sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW dan dipraktikkan oleh para sahabat.

Doa dan Dzikir Setelah Sholat Witir

Selesai menjalankan tarawih dan witir, jangan langsung beranjak pergi. Ada waktu emas untuk menutup ibadah dengan dzikir dan doa. Ini adalah pelengkap dari seluruh rangkaian ibadah yang telah dilakukan. Banyak ulama menyarankan agar dzikir ini tidak dilewatkan karena bisa memperkuat kesan spiritual dari malam yang telah dijalani.

Wirid Setelah Witir

Dibaca 3 kali:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

Asyhadu alla ilaha illallah, astaghfirullah, as’aluka ridhaka wal-jannata a’udzu bika min sakhatika wan-nar.

Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah. Aku memohon ampun kepada-Nya. Allah, aku memohon ridha dan surga-Mu, serta berlindung dari murka dan neraka-Mu.”

Baca Juga:  Cara Mengurus Akta Kelahiran Anak Baru Lahir Secara Online Gratis di 2026

Doa Penutup

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا

Allahumma inna nas’aluka imanan da’iman, wa nas’aluka qalban khasy’an, wa nas’aluka ‘ilman nafi’an.

Artinya: “Ya Allah, kami mohon kepada-Mu iman yang kokoh, hati yang khusyuk, dan ilmu yang bermanfaat.”

Tips agar Sholat Tarawih Lebih Khusyuk

Kekhusyukan adalah inti dari setiap ibadah. Maka, penting untuk menciptakan suasana yang mendukungnya. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba agar tarawih dan witir lebih bermakna:

  1. Datang lebih awal ke masjid agar tidak terburu-buru.
  2. Pilih tempat duduk yang nyaman dan minim gangguan.
  3. Matikan atau di luar masjid.
  4. Baca terjemahan surat sebelumnya agar lebih paham maknanya.
  5. Ikuti tajwid imam secara pelan jika memungkinkan.
  6. Gunakan mukena bersih sebagai bentuk penghormatan.
  7. Tidur cukup agar tidak mengantuk saat sholat.
  8. Hadiri dengan niat yang tulus, bukan karena kebiasaan sosial.

Tidak ada yang salah dengan menjalankan ibadah karena kebiasaan. Namun, ketika niat tulus dan hati ikhlas, keberkahan pun akan lebih terasa.

Disclaimer

Artikel ini dibuat berdasarkan sumber-sumber ajaran Islam yang terpercaya dan praktek yang lazim dilakukan oleh umat Islam. Namun, setiap komunitas atau madzhab mungkin memiliki sedikit perbedaan dalam pelaksanaan. Hal ini wajar dan tidak mengurangi nilai ibadah selama tetap berpegang pada ajaran Al-Quran dan As-Sunnah. Informasi yang disampaikan juga dapat berubah sesuai dengan perkembangan ilmu dan fatwa yang terbaru.


Semoga dengan memahami tata cara sholat tarawih dan witir ini, ibadah malam Ramadhan bisa menjadi lebih khusyuk dan bermakna. Tiap rakaat adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Tiap doa adalah pintu harapan yang dibuka di hadapan Allah. Jadikan setiap malam Ramadhan sebagai peluang untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.