
Xiaomi kembali membuka kesempatan menarik bagi pengguna setia brand ini. Kali ini, perusahaan asal Tiongkok itu mengundang para pengguna untuk bergabung sebagai Beta Tester HyperOS 3.1. Program ini memberi akses awal ke fitur-fitur terbaru dari sistem operasi besutan Xiaomi sebelum dirilis secara resmi ke publik.
Bergabung sebagai Beta Tester bukan sekadar soal mencoba fitur baru. Peran ini juga membantu tim pengembang Xiaomi dalam mengidentifikasi bug, meningkatkan stabilitas, dan memperbaiki pengalaman pengguna. Namun, karena versi beta masih dalam tahap pengembangan, risiko gangguan atau ketidakstabilan sistem tetap ada.
Program ini biasanya dibuka dalam periode tertentu dan hanya terbuka untuk pengguna perangkat yang memenuhi syarat. Bagi yang tertarik, proses pendaftarannya cukup mudah, asal mengikuti langkah-langkah yang telah ditentukan oleh Xiaomi.
Cara Mendaftar HyperOS 3.1 Beta Tester
Mendaftar sebagai Beta Tester HyperOS 3.1 bisa dilakukan langsung melalui aplikasi Mi Community. Prosesnya tidak terlalu rumit, tapi tetap perlu ketelitian agar tidak terjadi kesalahan. Berikut langkah-langkahnya secara lengkap.
1. Unduh Aplikasi Mi Community Versi Terbaru
Langkah pertama adalah memastikan aplikasi Mi Community sudah terpasang di perangkat. Aplikasi ini tersedia untuk versi China maupun Global. Pastikan juga versi yang digunakan adalah yang terbaru agar tidak mengalami kendala saat pendaftaran.
2. Ubah Region ke Global
Setelah aplikasi terpasang, pengguna perlu mengganti region ke Global. Ini penting karena program beta biasanya hanya tersedia untuk pengguna wilayah tertentu. Caranya:
- Buka aplikasi Mi Community
- Masuk ke menu ME
- Pilih Set up → Change region
- Ubah wilayah ke Global
3. Ajukan Pendaftaran Beta Testing
Setelah region diubah, langkah selanjutnya adalah mengajukan pendaftaran. Masuk kembali ke menu ME, lalu pilih Beta testing → Recruiting test → Apply. Sistem akan memverifikasi apakah perangkat yang digunakan memenuhi syarat untuk mengikuti program.
4. Ikuti Instruksi dan Kirim Formulir
Ikuti panduan yang muncul di layar hingga formulir pendaftaran selesai dikirim. Proses ini biasanya cukup cepat, asal semua data yang diminta diisi dengan benar.
Syarat Lolos Seleksi Beta Tester
Tidak semua pengguna yang mendaftar akan langsung diterima sebagai Beta Tester. Xiaomi menerapkan seleksi sederhana untuk memastikan peserta memahami tanggung jawab yang diemban. Salah satu syarat utamanya adalah lulus tes dasar yang disediakan.
1. Ikuti Tes Beta/Pilot
Tes ini mencakup pemahaman dasar tentang program beta, cara pelaporan bug, dan aturan partisipasi. Pengguna harus memperoleh nilai minimal 60 poin untuk bisa lolos ke tahap selanjutnya. Tes bisa diakses melalui menu:
Mi Community → ME → Beta testing → Recruiting Test → Respond
2. Tunggu Verifikasi Xiaomi
Setelah tes selesai, pengguna tinggal menunggu verifikasi dari tim Xiaomi. Proses ini bisa memakan waktu hingga tujuh hari kerja. Status pendaftaran bisa dicek di halaman yang sama.
Cara Mengecek Status Pendaftaran
Setelah mengirimkan pendaftaran, pengguna bisa memantau statusnya melalui halaman Recruiting Test. Ada beberapa status yang mungkin muncul:
- Passed — Pendaftaran diterima dan pengguna resmi menjadi kandidat Beta Tester.
- Approving — Masih dalam proses verifikasi oleh tim Xiaomi.
Perlu diingat, meski status sudah “Passed”, pembaruan HyperOS beta tidak langsung tersedia. Pengguna harus menunggu hingga Xiaomi merilis update ke server.
Kendala yang Mungkin Terjadi Saat Mendaftar
Tidak semua pengguna bisa langsung mendaftar. Ada beberapa kendala teknis yang mungkin terjadi, seperti halaman yang menampilkan pesan “No data found”. Ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor:
- Perangkat sudah masuk daftar End of Life (EOL) dan tidak lagi mendapat dukungan pembaruan.
- Program beta belum tersedia untuk model perangkat tertentu karena distribusi dilakukan secara bertahap.
Jika mengalami kendala, pastikan perangkat masih mendapat dukungan dan coba ulangi proses pendaftaran beberapa saat kemudian.
Pengguna MIUI Lama Harus Daftar Ulang
Bagi yang sebelumnya pernah menjadi Beta Tester MIUI atau Xiaomi ROM Beta, tidak perlu khawatir. Namun, perlu diketahui bahwa akses lama tidak otomatis berlaku untuk program HyperOS. Xiaomi menegaskan bahwa semua pengguna harus mendaftar ulang untuk bisa mengikuti program beta terbaru ini.
Hak akses lama hanya berlaku sementara dan akan kedaluwarsa. Jadi, meski pernah menjadi tester sebelumnya, tetap harus mengikuti proses pendaftaran baru.
Fitur dan Manfaat yang Didapat
Bergabung sebagai Beta Tester HyperOS 3.1 memberi banyak keuntungan. Pengguna bisa mencoba fitur-fitur eksklusif sebelum dirilis ke publik. Selain itu, mereka juga bisa berkontribusi langsung dalam pengembangan sistem operasi melalui laporan bug dan masukan penggunaan.
Namun, karena versi beta masih dalam tahap pengembangan, risiko gangguan atau ketidakstabilan sistem tetap ada. Xiaomi merekomendasikan program ini bagi pengguna yang sudah berpengalaman dan siap menghadapi risiko tersebut.
Wilayah yang Mendukung Program Beta
Program HyperOS Beta Tester mendukung berbagai Global ROM seperti MI dan EEA. Namun, beberapa wilayah tertentu mungkin memiliki formulir pendaftaran khusus. Pastikan region di aplikasi Mi Community sudah disesuaikan agar bisa mengakses program ini.
Tabel Wilayah dan Status Dukungan Beta
| Wilayah | Dukungan Beta | Catatan |
|---|---|---|
| Global | Ya | Dapat mengikuti program beta |
| China | Ya | Perlu mengganti region ke Global |
| India | Ya (terbatas) | Hanya untuk perangkat tertentu |
| Indonesia | Ya (terbatas) | Distribusi dilakukan secara bertahap |
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sesuai kondisi terkini dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Xiaomi berhak untuk menutup atau membatasi akses program beta sesuai kebijakan internal. Pengguna disarankan untuk selalu memperbarui informasi melalui sumber resmi Xiaomi atau aplikasi Mi Community.
Program HyperOS 3.1 Beta Tester adalah kesempatan langka bagi pengguna untuk merasakan teknologi terbaru sekaligus berkontribusi dalam pengembangan sistem operasi. Namun, semua risiko penggunaan software dalam tahap uji coba ditanggung oleh pengguna itu sendiri.





