
Musim MotoGP 2026 baru saja dimulai, dan sinyal pertama dari Sirkuit Chang International, Buriram, sudah cukup mengejutkan. Franco Morbidelli, pembalap VR46 Racing Team, memberikan pengakuan terbuka soal kelemahan Ducati GP25 yang ia tumpangi. Meski berhasil finis di posisi kedelapan setelah comeback menakjubkan, Morbidelli mengungkap ada beberapa masalah teknis yang membuat motor asal Italia itu belum maksimal sejak lap pertama.
Tidak hanya Morbidelli, seluruh tim Ducati tampaknya juga mulai merasakan tekanan di awal musim. Rekor podium yang berlangsung lama akhirnya terputus, dan performa yang biasanya dominan terlihat goyah. Dari hasil balapan di Thailand, jelas bahwa Ducati perlu evaluasi serius—terutama dalam tiga aspek utama: start buruk, grip ban, dan pengelolaan keausan ban selama balapan.
Kelemahan Utama Ducati GP25 yang Diungkap Morbidelli
Franco Morbidelli tidak berkelit soal performa motor yang ia kendarai di MotoGP Thailand 2026. Ia menyebut bahwa ada beberapa area yang perlu diperbaiki sebelum seri berikutnya. Dari pengalamannya di Buriram, tiga poin besar menjadi penyebab utama gagalnya Ducati merebut podium.
1. Start yang Tidak Konsisten
Salah satu masalah paling terlihat adalah performa saat start. Morbidelli mengaku bahwa fase awal balapan menjadi titik lemah signifikan bagi dirinya dan motor Ducati GP25. Baik di Sprint Race maupun balapan utama, ia kehilangan banyak posisi dalam beberapa lap pertama.
Pada Sprint Race, Morbidelli start dari baris ketiga namun langsung terpuruk ke posisi ke-14. Di balapan utama, situasi bahkan lebih buruk. Ia terlempar ke posisi ke-19 hanya dalam satu lap pertama.
“Kami seperti menjalani dua balapan yang berbeda. Start saya sangat buruk lagi,” ujar Morbidelli. Menurutnya, ini bukan soal teknik pribadi, tapi lebih ke karakteristik motor yang belum optimal saat start.
2. Masalah Grip dan Keausan Ban
Selain start, Morbidelli juga mengeluhkan grip ban yang tidak konsisten. Di lintasan Buriram yang panas dan abrasive, ban depan dan belakang cepat aus, membuat motor terasa tidak stabil di beberapa titik tikungan.
“Saya juga merasakan sedikit masalah grip. Ban terasa cepat habis dan feeling-nya tidak selalu maksimal,” ucapnya. Meski begitu, ia tetap mencoba mengelola ban sebaik mungkin agar bisa bertahan hingga akhir balapan.
Tabel berikut menunjukkan perbandingan keausan ban selama balapan utama MotoGP Thailand 2026:
| Lap | Kondisi Ban Depan | Kondisi Ban Belakang | Catatan |
|---|---|---|---|
| Awal (Lap 1–5) | Stabil | Stabil | Belum ada indikasi masalah |
| Pertengahan (Lap 6–15) | Mulai menurun | Mulai aus | Performa menurun, grip berkurang |
| Akhir (Lap 16–26) | Kritis | Kritis | Perlu manajemen ekstra agar tidak drop |
3. Performa Motor di Paruh Kedua Balapan
Meski awal balapan buruk, Morbidelli menunjukkan performa yang jauh lebih baik di paruh kedua. Ia mulai menemukan ritme sejak lap keenam dan terus memperbaiki posisi hingga finis di posisi kedelapan.
Kecepatan top dan akselerasi Ducati GP25 terbukti masih kompetitif. Morbidelli bahkan berhasil menyalip Francesco Bagnaia, rekan setimnya, di lap terakhir. Ini menunjukkan bahwa motor ini punya potensi besar, hanya saja belum optimal di fase awal balapan.
Evaluasi Tim dan Strategi ke Depan
Setelah hasil di Thailand, tim VR46 dan Ducati mulai melakukan evaluasi menyeluruh. Manajer tim, Pablo Nieto, mengakui bahwa start menjadi fokus utama yang harus segera diperbaiki.
1. Fokus pada Pengembangan Start
Salah satu langkah yang akan diambil adalah mengoptimalkan sistem elektronik dan setup motor untuk fase start. Nieto menyebut bahwa ini bukan masalah pribadi Morbidelli, tapi karakteristik motor yang perlu disesuaikan.
“Kami melihat Franco melakukan comeback yang luar biasa. Tetapi kami harus memperbaiki fase awal balapan karena itu masih menjadi titik lemah kami,” kata Nieto.
2. Pengujian Ban dan Setup Chassis
Selain itu, tim juga akan melakukan pengujian lebih lanjut terkait grip dan pengelolaan ban. Salah satu solusi yang mungkin adalah mengganti spek ban atau menyesuaikan setup chassis agar distribusi tekanan lebih merata.
3. Persiapan Menuju MotoGP Brasil
Seri berikutnya akan digelar di Sirkuit Goiania, Brasil. Balapan ini memiliki makna khusal bagi Morbidelli karena memiliki darah Brasil dari sang ibu. Ia pun berharap bisa menunjukkan performa lebih baik di sana.
Dominasi Ducati Terguncang, Apa Kata Pebalap Lain?
Tidak hanya Morbidelli, beberapa pebalap lain juga memberikan komentar soal performa Ducati di Thailand. Fabio Di Giannantonio, rekan setim Morbidelli, menyebut bahwa Ducati sebenarnya bisa finis di podium jika start lebih baik.
“Ducati sebenarnya bisa rebut podium. Kami punya kecepatan, tapi start jadi penghalang,” ucap Di Giannantonio.
Sementara itu, beberapa tim lain melihat ini sebagai peluang untuk mengejar ketertinggalan. Dengan kelemahan yang terlihat, perebutan podium musim ini bisa jadi lebih terbuka.
Potensi dan Harapan di Musim 2026
Meski mengalami awal musim yang kurang menguntungkan, Ducati GP25 tetap menunjukkan bahwa motor ini punya potensi besar. Dengan perbaikan yang tepat, terutama di area start dan grip ban, motor ini bisa kembali menjadi ancaman di setiap seri.
Franco Morbidelli sendiri tetap optimis. Ia percaya bahwa tim bisa menemukan solusi dan kembali bersaing di papan atas. “Kami punya banyak ruang untuk berkembang. Ini baru awal musim, dan saya yakin kami bisa lebih baik ke depannya,” ujar Morbidelli.
Disclaimer
Artikel ini berdasarkan informasi dan hasil balapan MotoGP Thailand 2026. Data dan pernyataan yang disebutkan bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan teknis tim dan regulasi MotoGP. Hasil balapan serta opini pebalap bisa berbeda di seri berikutnya tergantung kondisi lintasan, cuaca, dan strategi tim.





