
Modal cuma Rp100.000 sudah bisa beli saham BRI? Atau masih percaya mitos bahwa investasi saham butuh puluhan juta rupiah untuk memulai?
Fakta mengejutkan: per Februari 2026, harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berada di kisaran Rp4.800-5.200 per lembar. Artinya, dengan modal Rp100.000 saja, investor pemula sudah bisa membeli sekitar 19-20 lembar saham salah satu bank terbesar di Indonesia ini. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 12,3 juta per Desember 2025, dengan 42% di antaranya adalah investor pemula berusia 18-30 tahun yang memulai dengan modal di bawah Rp500.000.
Saham BRI menjadi pilihan menarik karena reputasinya sebagai bank BUMN dengan fundamental kuat, dividen rutin, dan pergerakan harga yang relatif stabil dibanding saham sektor lain. Artikel ini membahas langkah praktis memulai investasi saham BRI dengan modal minimal.
Mengapa Saham BRI Cocok untuk Pemula?
Saham BRI (kode: BBRI) termasuk kategori blue chip stock, yaitu saham dari perusahaan besar dengan kinerja stabil dan likuiditas tinggi. Beberapa keunggulan yang membuatnya ideal untuk pemula antara lain dividen konsisten yang dibagikan setiap tahun dengan dividend yield rata-rata 3-5%, likuiditas tinggi sehingga mudah dibeli atau dijual kapan saja tanpa khawatir tidak ada pembeli, volatilitas relatif rendah dibanding saham-saham teknologi atau komoditas, dan fundamental kuat dengan Net Interest Margin (NIM) di atas 6% dan NPL rendah.
Berdasarkan laporan keuangan BRI kuartal IV 2025 yang dirilis Januari 2026, bank ini membukukan laba bersih Rp65,4 triliun sepanjang tahun 2025, naik 8,2% dibanding tahun sebelumnya. Kinerja ini menunjukkan konsistensi pertumbuhan yang menarik bagi investor jangka panjang.
Nah, bagi pemula yang baru mengenal pasar modal, saham dengan karakter seperti ini lebih aman sebagai pembelajaran awal dibanding langsung terjun ke saham-saham spekulatif.
Persiapan Sebelum Membeli Saham BRI
1. Pahami Profil Risiko Pribadi
Sebelum memutuskan investasi, kenali dulu profil risiko. Investor pemula umumnya termasuk kategori konservatif hingga moderat, artinya lebih nyaman dengan risiko terbatas dan fokus pada pertumbuhan jangka panjang.
Pertanyaan untuk menilai profil risiko: Apakah siap kehilangan sebagian modal dalam jangka pendek? Berapa lama rencana investasi (1 tahun, 3 tahun, 5 tahun)? Apakah dana yang digunakan adalah dana dingin atau dana darurat?
Jangan pernah menggunakan dana darurat, uang cicilan, atau dana yang akan dipakai dalam 6 bulan ke depan untuk investasi saham.
2. Pilih Sekuritas Terpercal
Sekuritas adalah perusahaan perantara yang memfasilitasi transaksi jual-beli saham. Pilih sekuritas yang sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Beberapa sekuritas populer untuk pemula dengan modal kecil:
- Stockbit Sekuritas: Minimum deposit Rp10.000, fitur edukasi lengkap, gratis biaya beli saham untuk transaksi tertentu
- Ajaib Sekuritas: Minimum deposit Rp10.000, interface user-friendly, banyak promo cashback untuk pemula
- Bibit Sekuritas: Minimum deposit Rp10.000, fokus pada investasi auto-debit, cocok untuk strategi DCA
- Pluang Sekuritas: Minimum deposit Rp25.000, bisa beli saham fraksional (pecahan), simulasi trading gratis
- Mandiri Sekuritas: Minimum deposit Rp100.000, terintegrasi dengan bank Mandiri, akses research lengkap
Pilih yang sesuai kebutuhan. Untuk modal Rp100.000, sekuritas dengan deposit minimal Rp10.000 lebih fleksibel.
3. Siapkan Dokumen dan Modal Awal
Dokumen yang diperlukan untuk membuka akun sekuritas meliputi KTP elektronik (e-KTP) yang masih berlaku, NPWP (wajib untuk transaksi saham), nomor rekening bank atas nama sendiri, dan foto selfie dengan KTP untuk verifikasi.
Sejak regulasi OJK tahun 2024, NPWP menjadi syarat wajib untuk semua investor saham. Jika belum punya, bisa mengurus secara online di ereg.pajak.go.id dalam waktu 1-2 hari kerja.
Langkah-Langkah Membeli Saham BRI Modal 100 Ribu
1. Download dan Daftar Aplikasi Sekuritas
Proses registrasi biasanya memakan waktu 10-15 menit dan bisa dilakukan sepenuhnya secara online.
Tahapannya:
- Download aplikasi sekuritas pilihan dari Play Store atau App Store
- Klik “Daftar” atau “Buka Rekening Baru”
- Isi data pribadi lengkap sesuai KTP
- Upload foto KTP dan NPWP
- Foto selfie sambil memegang KTP
- Isi kuesioner profil risiko dan pengalaman investasi
- Tandatangani digital agreement
- Tunggu verifikasi dari sekuritas (maksimal 1×24 jam kerja)
- Akun aktif dan siap untuk deposit
Setelah akun disetujui, investor akan mendapat RDN (Rekening Dana Nasabah), yaitu rekening khusus yang terintegrasi dengan rekening sekuritas untuk transaksi saham.
2. Deposit Dana ke RDN
RDN adalah rekening terpisah yang dananya hanya bisa digunakan untuk transaksi saham dan akan kembali ke rekening pribadi saat penarikan.
Cara deposit:
- Login ke aplikasi sekuritas
- Pilih menu “Deposit” atau “Top Up“
- Masukkan nominal Rp100.000 (atau lebih jika ingin)
- Pilih metode transfer (Virtual Account, m-banking, atau e-wallet)
- Salin nomor Virtual Account yang diberikan
- Transfer dari rekening bank pribadi
- Dana masuk ke RDN dalam 5-15 menit (saat jam kerja bank)
Beberapa sekuritas mengenakan biaya admin deposit Rp1.000-2.500 per transaksi, jadi pastikan transfer sedikit lebih dari Rp100.000 untuk mengantisipasi potongan.
3. Cari dan Analisis Saham BRI
Setelah dana masuk, saatnya mencari saham BRI di aplikasi.
Caranya:
- Buka menu “Market” atau “Cari Saham”
- Ketik “BRI” atau kode saham “BBRI”
- Klik untuk melihat detail saham
- Perhatikan informasi penting seperti harga terakhir, perubahan harga hari ini, volume transaksi, dan kapitalisasi pasar
Indikator sederhana untuk pemula:
- Price to Earning Ratio (PER): Idealnya di bawah 15x untuk saham perbankan. Semakin rendah, semakin murah valuasinya
- Price to Book Value (PBV): Untuk bank, PBV 2-3x masih wajar. Di atas 4x bisa jadi sudah terlalu mahal
- Dividend Yield: Minimal 3% untuk saham dividen seperti BRI
Per Februari 2026, BBRI memiliki PER sekitar 11,5x dan PBV 2,8x, yang tergolong wajar untuk saham perbankan blue chip berdasarkan data dari RTI Business.
4. Lakukan Order Beli Saham
Setelah yakin ingin membeli, masuk ke tahap order.
Prosesnya:
- Di halaman detail BBRI, klik tombol “Beli” atau “Buy”
- Masukkan jumlah lot yang ingin dibeli (1 lot = 100 lembar saham)
- Untuk modal Rp100.000, bisa beli 1 lot jika harga saham Rp4.900 (1 lot = Rp490.000)
- Tunggu, modal Rp100.000 tidak cukup untuk 1 lot? Tenang, ada solusinya di poin selanjutnya
- Pilih tipe order: Market Order (langsung eksekusi di harga pasar) atau Limit Order (tentukan harga beli sendiri)
- Review total biaya (harga saham + fee broker sekitar 0,15-0,25%)
- Klik “Beli” dan konfirmasi dengan PIN
- Order masuk ke sistem dan akan dieksekusi saat ada penjual
Jika modal Rp100.000, ada dua opsi: gunakan fitur saham fraksional (jika sekuritas mendukung) atau nabung dulu hingga mencapai modal minimal 1 lot.
Solusi untuk Modal Terbatas: Saham Fraksional dan DCA
Saham Fraksional (Fractional Shares)
Beberapa sekuritas seperti Pluang dan Ajaib menyediakan fitur beli saham pecahan, artinya investor bisa membeli saham dalam jumlah kurang dari 1 lot.
Contohnya:
Dengan modal Rp100.000 dan harga BBRI Rp5.000/lembar, bisa membeli 20 lembar saham (bukan 100 lembar/1 lot). Sangat cocok untuk pemula yang modalnya masih terbatas.
Catatan: Saham fraksional biasanya tidak bisa dijual di pasar reguler, hanya bisa dijual kembali ke sekuritas dengan harga yang mereka tentukan.
Dollar Cost Averaging (DCA)
Strategi investasi dengan menyisihkan dana rutin setiap bulan untuk membeli saham secara berkala, terlepas dari kondisi harga.
Ilustrasi DCA untuk BBRI:
| Bulan | Modal | Harga BBRI | Lembar Dibeli |
|---|---|---|---|
| Januari | Rp100.000 | Rp5.000 | 20 lembar |
| Februari | Rp100.000 | Rp4.800 | 20 lembar |
| Maret | Rp100.000 | Rp5.200 | 19 lembar |
| April | Rp100.000 | Rp4.900 | 20 lembar |
| Total | Rp400.000 | Rp4.975 (rata-rata) | 79 lembar |
Dengan strategi DCA, investor tidak perlu menebak waktu terbaik untuk beli. Harga rata-rata pembelian akan merata dan risiko rugi besar akibat salah timing berkurang.
Biaya-Biaya yang Perlu Diperhitungkan
Investasi saham bukan cuma soal harga beli, ada biaya transaksi yang perlu dipahami:
Saat Beli Saham:
- Fee broker: 0,15-0,25% dari nilai transaksi
- PPN 11%: Dikenakan atas fee broker
- Biaya transaksi sekuritas: Rp0-5.000 tergantung kebijakan
Saat Jual Saham:
- Fee broker: 0,25-0,35% dari nilai transaksi
- Pajak penjualan: 0,1% dari nilai transaksi
- PPN 11%: Dikenakan atas fee broker
Contoh perhitungan:
Beli 20 lembar BBRI @ Rp5.000 = Rp100.000
- Fee broker 0,15% = Rp150
- PPN 11% dari fee = Rp16,5
- Total biaya beli: Rp100.166,5
Jual 20 lembar BBRI @ Rp5.500 = Rp110.000
- Fee broker 0,25% = Rp275
- Pajak 0,1% = Rp110
- PPN 11% dari fee = Rp30,25
- Total biaya jual: Rp415,25
- Dana diterima: Rp109.584,75
Profit bersih: Rp109.584,75 – Rp100.166,5 = Rp9.418,25 (sekitar 9,4% return)
Strategi Investasi untuk Pemula Modal Kecil
1. Hold Jangka Panjang (Long Term Investment)
Strategi paling aman untuk pemula adalah buy and hold, yaitu membeli saham dan menahan dalam jangka waktu minimal 1-3 tahun.
Keuntungan strategi ini adalah terhindar dari panic selling saat pasar turun, bisa mendapat dividen rutin dari BRI, dan compound effect dari dividen yang diinvestasikan kembali.
Berdasarkan data historis, saham BRI memberikan return rata-rata 12-18% per tahun dalam 5 tahun terakhir, belum termasuk dividen.
2. Rupiah Cost Averaging (RCA)
Mirip dengan DCA, tapi fokus pada konsistensi nominal investasi rutin setiap bulan.
Contoh implementasi:
Sisihkan Rp100.000-200.000 setiap tanggal gajian untuk beli BBRI. Dalam setahun, sudah terkumpul Rp1,2 juta hingga Rp2,4 juta dalam bentuk saham.
3. Reinvestasi Dividen
Saat menerima dividen dari BRI (biasanya dibagikan April-Mei setiap tahun), jangan langsung dicairkan. Gunakan untuk membeli saham BRI lagi agar portofolio berkembang lebih cepat.
Simulasi:
Tahun 1: Punya 100 lembar BBRI, dapat dividen Rp250/lembar = Rp25.000 Reinvestasi Rp25.000 beli 5 lembar lagi (harga Rp5.000) Tahun 2: Punya 105 lembar, dapat dividen Rp260/lembar = Rp27.300 Tahun 3: Beli lagi 5 lembar, total 110 lembar
Dalam 5 tahun, jumlah saham bisa bertambah 25-30% hanya dari reinvestasi dividen.
Kesalahan Pemula yang Harus Dihindari
1. Trading Jangka Pendek Tanpa Ilmu
Banyak pemula tergoda untuk trading harian (day trading) karena ingin cepat untung. Padahal, day trading butuh analisis teknikal mendalam, psikologi kuat, dan modal besar.
Untuk modal Rp100.000, biaya transaksi akan menggerus profit. Lebih baik fokus investasi jangka panjang.
2. Ikut-Ikutan Tips Saham Tanpa Riset
Hindari membeli saham hanya karena dapat tips dari grup Telegram, WhatsApp, atau media sosial. Banyak sindikat yang memanfaatkan investor pemula untuk pump and dump (menaikkan harga lalu menjual massal).
Selalu lakukan riset sendiri atau minimal baca laporan keuangan perusahaan.
3. Panik Saat Harga Turun
Penurunan harga saham adalah hal wajar di pasar modal. Jika fundamental BRI masih kuat (laba tumbuh, NPL rendah, bisnis sehat), penurunan harga justru peluang beli dengan harga lebih murah.
4. Tidak Diversifikasi
Meski BRI adalah saham blue chip, jangan menaruh semua dana investasi hanya di satu saham. Setelah punya cukup modal, mulai tambahkan saham lain dari sektor berbeda untuk mengurangi risiko.
Memantau Perkembangan Investasi
Setelah membeli saham BRI, pantau perkembangan investasi secara berkala tapi jangan obsesif mengecek harga setiap hari.
Yang perlu dipantau:
- Laporan keuangan kuartalan BRI (dirilis setiap 3 bulan)
- Berita terkait kebijakan perbankan dari Bank Indonesia atau OJK
- Pergerakan suku bunga acuan yang mempengaruhi margin bank
- Pengumuman dividen (biasanya Maret-April setiap tahun)
- Proyeksi analis dari sekuritas terpercaya
Gunakan fitur watchlist di aplikasi sekuritas untuk memudahkan monitoring. Set alert jika harga mencapai target tertentu, baik untuk beli tambahan atau jual untuk profit taking.
Kontak dan Layanan Bantuan
Jika mengalami kendala teknis atau butuh konsultasi:
Customer Service Sekuritas:
- Live chat di aplikasi (tersedia 24/7 untuk beberapa sekuritas)
- Email ke cs@[namasekuritas].co.id
- Telepon hotline (biasanya tertera di aplikasi)
Edukasi Investasi BEI:
- Website: idx.co.id/investor/sekolah-pasar-modal
- Instagram: @idx_beiopens
- Webinar gratis setiap minggu tentang dasar-dasar investasi saham
Otoritas Jasa Keuangan (OJK):
- Kontak 157 untuk pengaduan atau konsultasi
- Website: ojk.go.id untuk cek legalitas sekuritas
- Email: [email protected]
Jangan ragu memanfaatkan layanan edukasi gratis ini untuk menambah pengetahuan sebelum investasi lebih besar.
Kesimpulan
Memulai investasi saham BRI dengan modal Rp100.000 bukan lagi mimpi di tahun 2026. Dengan fitur saham fraksional dan strategi Dollar Cost Averaging, siapa saja bisa mulai berinvestasi secara konsisten tanpa perlu menunggu punya modal besar.
Kunci suksesnya adalah konsistensi, disiplin, dan kesabaran. Fokus pada fundamental perusahaan yang kuat seperti BRI, investasi jangka panjang, dan terus belajar. Selamat memulai perjalanan investasi dan semoga portofolio terus berkembang!
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi jual-beli saham. Harga saham, kebijakan dividen, dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Investasi saham mengandung risiko kehilangan modal. Lakukan riset mendalam dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum berinvestasi. Data dan angka berdasarkan kondisi pasar per Februari 2026 dan dapat berubah.
Sumber dan Referensi:
- Bursa Efek Indonesia (idx.co.id)
- Laporan Keuangan BRI Kuartal IV 2025
- Regulasi OJK tentang Perdagangan Saham 2024-2026
- RTI Business dan Bloomberg per Februari 2026
FAQ Seputar Cara Investasi Saham BRI Bagi Pemula Modal 100 Ribu 2026
Sangat Bisa. Di pasar modal Indonesia, pembelian minimal adalah 1 Lot (100 Lembar). Jika harga saham BBRI berada di kisaran Rp 4.000 – Rp 5.000 per lembar, maka modal yang dibutuhkan adalah Rp 400.000 – Rp 500.000.
Namun, dengan modal 100 ribu, Anda bisa mulai dengan cara Top Up saldo RDN secara rutin (menabung) hingga mencukupi untuk membeli 1 lot, atau menggunakan fitur investasi berkala di aplikasi sekuritas tertentu.
Langkah mudah bagi pemula:
- Download aplikasi sekuritas resmi (Contoh: BRIDS Bright dari BRI Danareksa).
- Registrasi online menggunakan E-KTP dan buat akun RDN (Rekening Dana Nasabah).
- Transfer modal awal (misal Rp 100.000) ke saldo RDN.
- Cari kode saham BBRI di menu pencarian aplikasi.
- Klik “Buy” saat harga dirasa tepat.
Saham BRI (BBRI) termasuk dalam kategori Blue Chip (perusahaan besar dengan fundamental kuat). Keuntungan utamanya:
- Dividen Tinggi: BRI rutin membagikan laba kepada pemegang saham setiap tahun.
- Likuiditas Tinggi: Sangat mudah diperjualbelikan kapan saja saat jam bursa.
- Bisnis Stabil: Sebagai pemimpin pasar kredit mikro di Indonesia, risiko bisnis relatif lebih terjaga.
Semua investasi saham memiliki risiko Capital Loss (penurunan harga saham). Harga BBRI bisa turun mengikuti kondisi ekonomi global atau sentimen pasar modal.





