Punya stok minyak jelantah di rumah dan bingung mau dibuang ke mana? Kabar baiknya, limbah ini ternyata bisa dijual ke Pertamina dan menghasilkan uang. Program pembelian minyak jelantah oleh Pertamina mulai ramai dimanfaatkan masyarakat sejak diluncurkan secara masif pada 2023.

Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga, secara resmi membuka program pembelian minyak jelantah (used cooking oil/UCO) dari masyarakat. Per Februari 2026, program ini telah tersebar di lebih dari 150 titik lokasi di seluruh Indonesia dengan harga beli yang kompetitif. Minyak jelantah yang terkumpul diolah menjadi bahan baku biodiesel ramah lingkungan, sejalan dengan target pemerintah mencapai bauran energi terbarukan 23% pada 2025.

Tapi, apakah semua jenis minyak jelantah diterima? Berapa harga belinya? Di mana saja lokasinya?

Mengapa Pertamina Membeli Minyak Jelantah?

Program ini bagian dari upaya pemerintah mengurangi impor minyak nabati untuk bahan baku biodiesel. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia membutuhkan sekitar 9,6 juta kiloliter biodiesel per tahun untuk memenuhi mandatori B30 (campuran 30% biodiesel dalam ).

Minyak jelantah rumah tangga memiliki potensi besar sebagai alternatif bahan baku yang lebih murah dan ramah lingkungan. Dilansir dari publikasi Pertamina, satu liter minyak jelantah yang tidak dibuang sembarangan dapat mencegah pencemaran hingga 1.000 liter air tanah. Selain itu, pemanfaatan UCO juga membantu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 80% dibanding bahan bakar fosil.

Syarat Minyak Jelantah yang Diterima Pertamina

Tidak semua minyak bekas bisa langsung dijual. Pertamina menetapkan standar kualitas untuk memastikan UCO layak diolah menjadi biodiesel. Berikut kriteria yang harus dipenuhi:

  • Berasal dari minyak goreng nabati (kelapa sawit, jagung, kedelai, kelapa)
  • Tidak tercampur air, oli, atau bahan kimia lain
  • Warna cokelat kehitaman atau kuning gelap (masih cair)
  • Tidak berbau tengik menyengat atau busuk
  • Sudah disaring dari ampas makanan atau kotoran
  • Dikemas dalam wadah tertutup rapat (botol plastik, jerigen)

Nah, untuk minyak jelantah yang sudah mengeras atau terlalu kotor biasanya akan ditolak. Pastikan minyak disimpan dalam kondisi bersih dan tidak terkontaminasi bahan lain agar diterima dengan harga optimal.

Baca Juga:  Standar Nilai Profiling ASN 2026, Cek Level Kompetensi dan Cara Bacanya di Sini

Harga Beli Minyak Jelantah per Liter 2026

Harga pembelian minyak jelantah bervariasi tergantung kualitas dan lokasi penjualan. Berikut kisaran harga yang berlaku di berbagai wilayah:

Kualitas UCO Karakteristik Harga Beli (per Liter)
Grade A (Premium) Jernih, tidak berbau, bersih dari ampas Rp5.000 – Rp7.000
Grade B (Standard) Cokelat muda, sedikit berbau, ada ampas halus Rp3.500 – Rp5.000
Grade C (Low Quality) Cokelat kehitaman, berbau, ampas kasar Rp2.000 – Rp3.500
Harga dapat berfluktuasi mengikuti harga CPO (Crude Palm Oil) global dan kebijakan Pertamina di masing-masing wilayah.

Berdasarkan pemantauan di beberapa titik pengumpulan, harga rata-rata berkisar Rp4.000-Rp6.000 per liter untuk kualitas standar rumah tangga. Semakin bersih dan jernih, semakin tinggi harga belinya.

Daftar Titik Lokasi Penjualan Minyak Jelantah Pertamina

Pertamina menyediakan beberapa skema pengumpulan UCO yang bisa dipilih sesuai kebutuhan masyarakat:

1. SPBU Pertamina Tertentu Lebih dari 80 SPBU Pertamina di kota besar telah menyediakan drop box khusus untuk minyak jelantah. Cari SPBU dengan banner “Jelantah Berkah” atau “UCO Collection Point”.

2. Bank Sampah Mitra Pertamina Pertamina bekerja sama dengan ratusan bank sampah di berbagai daerah. Masyarakat bisa menukar jelantah dengan poin yang bisa ditukar barang kebutuhan atau uang tunai.

3. Gerai MyPertamina Beberapa gerai MyPertamina di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar menerima penjualan langsung dengan sistem timbang dan bayar langsung.

4. Mitra Pengumpul Resmi Pertamina menunjuk mitra kecil sebagai agen pengumpul di tingkat kelurahan dan .

Berikut sebaran lokasi per wilayah utama:

Wilayah Jumlah Titik Lokasi Utama
Jabodetabek 42 SPBU Jakarta Pusat, Selatan, Timur; Tangerang; Bekasi; Depok; Bogor
Jawa Barat 28 Bandung, Cimahi, Sukabumi, Tasikmalaya, Cirebon
24 Semarang, Solo, Yogyakarta, Magelang, Purwokerto
Jawa Timur 26 Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik, Kediri
Sumatera 18 Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Lampung
Kalimantan 9 Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak
Sulawesi 7 Makassar, Manado, Palu
6 Denpasar, Mataram

Untuk informasi detail lokasi terdekat, cek aplikasi MyPertamina atau hubungi customer service Pertamina di nomor 500-000.

Langkah-langkah Menjual Minyak Jelantah ke Pertamina

Proses penjualan cukup mudah dan tidak memerlukan persyaratan administratif yang rumit. Berikut panduannya:

1. Persiapan Minyak Jelantah Saring minyak jelantah menggunakan saringan halus atau kain bersih untuk memisahkan ampas makanan. Diamkan beberapa jam agar kotoran mengendap di dasar wadah, lalu tuang bagian atasnya ke wadah bersih.

2. Pengemasan Masukkan minyak ke dalam botol plastik bekas air mineral, jerigen, atau wadah tertutup rapat. Pastikan tidak bocor saat dibawa.

Baca Juga:  Jangan Sampai Salah Begini Cara Ganti Foto e-KTP 2026 Paling Benar Sesuai Aturan Resmi Dukcapil

3. Cek Lokasi Terdekat Buka aplikasi MyPertamina atau kunjungi website resmi Pertamina untuk menemukan titik pengumpulan terdekat. Beberapa lokasi melayani setiap hari, ada juga yang hanya hari tertentu.

4. Datang ke Lokasi Pengumpulan Bawa minyak jelantah beserta wadahnya. Petugas akan menimbang dan mengecek kualitas minyak. Jika memenuhi standar, transaksi langsung diproses.

5. Pembayaran Pembayaran bisa dilakukan tunai di tempat atau transfer ke . Beberapa lokasi juga menawarkan opsi konversi ke poin MyPertamina yang bisa ditukar produk atau diskon BBM.

Tips Mendapat Harga Terbaik

Ingin minyak jelantah dihargai lebih tinggi? Ikuti tips berikut:

  • Saring dengan bersih – Minyak tanpa ampas dan kotoran mendapat harga premium
  • Jangan campur air – Air menurunkan kualitas dan berat timbangan akan berkurang
  • Simpan di wadah tertutup – Mencegah oksidasi dan bau tengik
  • Kumpulkan dalam jumlah banyak – Minimal 5-10 liter untuk efisiensi waktu dan transportasi
  • Jual saat harga CPO naik – Harga jelantah biasanya mengikuti tren harga minyak sawit global
  • Pilih titik pengumpulan resmi – Hindari tengkulak yang membeli di bawah harga pasar

Beberapa SPBU memberikan bonus poin MyPertamina tambahan untuk penjualan di atas 20 liter per transaksi.

Mitos vs Fakta Seputar Jual Jelantah ke Pertamina

Mitos: Harus jadi member MyPertamina dulu untuk bisa jual jelantah. : Tidak wajib. Siapa saja bisa menjual minyak jelantah ke titik pengumpulan Pertamina, baik member maupun non-member. Namun, member MyPertamina bisa mendapat bonus poin.

Mitos: Pertamina hanya terima jelantah dari restoran atau warung makan, bukan rumah tangga. Fakta: Program ini justru ditujukan untuk rumah tangga. Pertamina menerima UCO dari siapa saja, termasuk ibu rumah tangga yang hanya punya 1-2 liter jelantah.

Mitos: Jelantah yang sudah mengeras tidak bisa dijual. Fakta: Jelantah yang mengeras (solidified) tetap bisa dijual dengan dipanaskan kembali hingga mencair, kemudian disaring. Meski harganya mungkin lebih rendah dibanding yang masih cair.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Program pembelian minyak jelantah memberikan dampak ganda yang positif. Dari sisi ekonomi, masyarakat bisa mendapat penghasilan tambahan sekitar Rp20.000-Rp50.000 per bulan untuk keluarga yang rutin memasak. Jika dikumpulkan melalui RT/RW, potensi penghasilan komunitas bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

Dari sisi lingkungan, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pembuangan minyak jelantah sembarangan mencemari 62% saluran air perkotaan di Indonesia. Dengan mengikuti program ini, masyarakat turut menjaga kelestarian air dan tanah sekaligus mendukung penggunaan energi terbarukan.

Baca Juga:  Contoh Surat Rekomendasi LPDP 2026 yang Benar dan Lolos Seleksi

Kontak Layanan dan Pengaduan

Untuk informasi lebih lengkap atau pengaduan terkait program pembelian minyak jelantah, hubungi:

Jika menemukan oknum yang mengatasnamakan Pertamina untuk menipu atau memungut biaya administrasi, segera laporkan ke hotline Pertamina atau aplikasi LAPOR!

Kesimpulan

Menjual minyak jelantah ke Pertamina bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi besar terhadap kelestarian lingkungan dan kemandirian energi nasional. Prosesnya mudah, tidak berbelit, dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Dengan lebih dari 150 titik pengumpulan yang terus bertambah, masyarakat untuk berpartisipasi semakin terbuka lebar. Jangan lagi buang minyak jelantah ke saluran air atau tanah, karena limbah dapur ini ternyata punya nilai ekonomis dan ekologis yang luar biasa. Yuk, mulai kumpulkan jelantah dari sekarang dan jadikan kebiasaan baik untuk masa depan yang lebih bersih. Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat mencoba!


Sumber dan Referensi: Artikel ini disusun berdasarkan informasi resmi dari PT Pertamina (Persero), Kementerian ESDM, dan publikasi program UCO Collection yang diluncurkan Pertamina sejak 2023. Data lokasi dan harga berlaku per Februari 2026.

Disclaimer: Harga pembelian minyak jelantah dapat berfluktuasi mengikuti harga komoditas global (CPO) dan kebijakan masing-masing titik pengumpulan. Jumlah lokasi pengumpulan terus bertambah seiring perluasan program. Untuk informasi terkini mengenai titik lokasi terdekat dan harga berlaku, hubungi Pertamina Contact Center atau cek aplikasi MyPertamina. Pastikan hanya menjual ke titik pengumpulan resmi Pertamina untuk menghindari penipuan.


FAQ: Jual Minyak Jelantah ke Pertamina

1. Berapa minimal liter minyak jelantah yang bisa dijual ke Pertamina? Tidak ada batas minimum. Bahkan 1 liter pun bisa dijual, meskipun lebih disarankan mengumpulkan minimal 3-5 liter agar lebih efisien dari segi waktu dan transportasi.

2. Apakah minyak jelantah dari minyak kelapa bisa dijual? Bisa. Pertamina menerima UCO dari berbagai jenis minyak nabati termasuk kelapa, sawit, jagung, dan kedelai. Yang penting memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

3. Bagaimana cara membedakan titik pengumpulan resmi dengan yang palsu? Titik pengumpulan resmi terdaftar di aplikasi MyPertamina dan memiliki banner atau spanduk resmi Pertamina. Jangan percaya oknum yang menawarkan jemput jelantah ke rumah dengan harga jauh di atas pasaran.

4. Apakah ada target atau penjualan per orang? Tidak ada. Siapa saja bisa menjual sebanyak yang dimiliki tanpa batasan maksimal. Bahkan rumah makan atau katering yang punya jelantah dalam jumlah besar sangat dipersilakan.

5. Berapa lama proses pembayaran setelah minyak jelantah diserahkan? Untuk penjualan langsung di SPBU atau gerai MyPertamina, pembayaran dilakukan cash on the spot. Untuk bank sampah mitra, biasanya pembayaran dilakukan setiap akhir bulan atau sesuai jadwal yang disepakati.