
Bursa saham Indonesia kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Setelah sempat mendekati level psikologis 9.000, IHSG pada perdagangan Senin 26 Januari 2026 ditutup naik 0,27% ke posisi 8.975,33 Liputan6. Pertanyaannya, apakah kenaikan ini bertahan atau justru kembali terkoreksi?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat dinamika pergerakan yang cukup volatil dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Senin pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 9.058,04 Liputan6, namun tak mampu mempertahankan momentum positifnya dan ditutup di bawah level 9.000.
Nah, bagi investor dan trader yang ingin memantau pergerakan bursa, memahami faktor-faktor yang memengaruhi IHSG sangat krusial untuk membuat keputusan investasi yang tepat.
Pergerakan IHSG Senin 26 Januari 2026
IHSG ditutup menguat 0,27% ke posisi 8.975,33, sementara indeks LQ45 melesat 1,01% ke posisi 882,43 Liputan6. Meski sebagian besar indeks saham acuan menghijau, pergerakan masih terbilang fluktuatif.
Pada awal pekan ini, sebanyak 428 saham melemah, 267 saham menguat dan 110 saham stagnan Liputan6. Total frekuensi perdagangan mencapai 3,8 juta kali dengan volume perdagangan saham 57,5 miliar saham dan nilai transaksi harian mencapai Rp 37 triliun.
Tekanan terhadap IHSG masih terasa di sesi kedua perdagangan. IHSG sempat berbalik arah melemah dan menyentuh posisi terendah di 8.923,52 Liputan6 sebelum akhirnya ditutup menghijau.
Sentimen Global yang Memengaruhi Bursa
Pergerakan IHSG tak bisa lepas dari dinamika pasar global. Bursa regional Asia cenderung melemah terbebani oleh ketegangan geopolitik dan menjelang keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pekan ini Liputan6, menurut Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus.
Ketegangan Timur Tengah turut membayangi. Pelaku pasar mencermati meningkatnya risiko konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, setelah kapal induk AS dikerahkan ke wilayah tersebut sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer seiring ketegangan dengan Iran Liputan6.
Di sisi lain, proyeksi ekonomi Indonesia cukup optimistis. International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,0 persen pada 2025, dan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026, seiring meningkatnya kepercayaan pada kebijakan fiskal pro-pertumbuhan Liputan6.
Aksi Investor Asing Masih Jual Bersih
Salah satu faktor yang menekan IHSG adalah aksi jual investor asing yang berlanjut. IHSG ditutup melemah 0,2% disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 964 miliar pada perdagangan saham Kamis, 22 Januari 2026 Liputan6.
Saham perbankan menjadi incaran utama aksi jual asing. Saham yang paling banyak dijual oleh asing antara lain saham BBCA, BMRI, ANTM, BBNI dan BBRI Liputan6.
Kondisi ini menunjukkan sentimen wait and see dari investor asing yang masih menanti arah kebijakan ekonomi dan perkembangan global.
Level Support dan Resistance IHSG
Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar memberikan panduan teknikal untuk IHSG. Level resistance IHSG pertama di 9.100 dan resistance kedua di 9.150 yang menjadi area supply utama dalam jangka pendek Liputan6.
Untuk area support, level support pertama di 8.975 dan level support kedua 8.900 berperan sebagai penahan koreksi Liputan6. Yang paling krusial, critical level di 8.875 sebagai batas kunci untuk menjaga struktur bullish tetap valid Liputan6.
Jadi, selama IHSG bertahan di atas 8.875, pelemahan yang terjadi masih dikategorikan sebagai pullback sehat dalam tren naik, bukan awal pembalikan tren.
| Level Teknikal | Posisi | Keterangan |
|---|---|---|
| Resistance 2 | 9.150 | Area supply utama jangka pendek |
| Resistance 1 | 9.100 | Level penahan kenaikan |
| Support 1 | 8.975 | Penahan koreksi pertama |
| Support 2 | 8.900 | Penahan koreksi kedua |
| Critical Level | 8.875 | Batas kunci struktur bullish |
Tabel di atas menunjukkan level-level penting yang perlu dicermati trader dalam menentukan strategi trading berdasarkan data dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan dapat berubah sesuai kondisi pasar terbaru.
Proyeksi IHSG Pekan Ini
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memberikan outlook positif. IHSG berpotensi menguat hari ini, jika kuat bertahan di level support 8.880 Liputan6. Menurutnya, IHSG akan berada di level 8.880-8.900 dan level resistance 9.000-9.050 Liputan6.
Sementara riset Kiwoom Sekuritas Indonesia lebih optimistis. IHSG berpotensi naik ke atas 9.000-9.010 Liputan6 dengan catatan mampu melewati resistensi psikologis di level tersebut.
Namun tetap waspada, karena IHSG masih berpotensi konsolidasi. IHSG berpotensi lanjutkan konsolidasi dengan menguji level low intraday pada Jumat pekan lalu di 8.838 dan level support moving average (MA) 20 harian di 8.878 Liputan6.
Sektor Saham yang Menguat dan Melemah
Pergerakan IHSG didukung oleh sektor basic material yang mencatatkan kenaikan signifikan. Sebaliknya, sejumlah sektor justru menjadi pemberat indeks.
Pada perdagangan pekan lalu hingga Jumat 23 Januari 2026, saham transportasi, saham perindustrian, dan saham teknologi menjadi pemicu pelemahan IHSG dengan melemah mencapai 6,99%, 6,68%, dan 3,46% Bloombergtechnoz.
Volume perdagangan cukup ramai mencapai 355,82 miliar saham sepanjang perdagangan yang didominasi tren penjualan masif, dengan nilai transaksi sebesar Rp170,03 triliun Bloombergtechnoz.
Isu Perubahan Metodologi MSCI
Tekanan terhadap IHSG juga berasal dari kekhawatiran terhadap rencana perubahan metodologi perhitungan free float oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Hasil konsultasi dijadwalkan diumumkan sebelum 30 Januari 2026, dan jika disetujui, perubahan metodologi akan mulai berlaku pada review indeks MSCI Mei 2026 Liputan6.
Perubahan ini dinilai krusial bagi emiten-emiten di pasar modal Indonesia yang menargetkan masuk ke dalam indeks global. Bursa Efek Indonesia hanya menerima laporan kepemilikan saham di atas 5 persen, sementara data KSEI mencakup pemegang saham di bawah angka tersebut Liputan6.
Dengan basis data yang lebih rinci, struktur kepemilikan publik saham emiten dapat terlihat lebih jelas dan transparan.
Rekomendasi Saham Hari Ini
BNI Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham untuk dicermati. Trading idea hari ini meliputi BUMI, PNLF, TOBA, GOTO, BBCA, dan VKTR Liputan6.
Untuk saham BUMI, disarankan Buy on Weakness dengan area beli di 336-348, cutloss di bawah 336 Liputan6. Strategi ini cocok bagi trader yang ingin mengambil posisi di saham komoditas yang masih tertekan.
Selain itu, rekomendasi saham hari ini meliputi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk Liputan6 dari berbagai sekuritas berdasarkan analisis teknikal dan fundamental masing-masing emiten.
Faktor-Faktor yang Perlu Dicermati Investor
Beberapa katalis yang akan memengaruhi pergerakan IHSG dalam waktu dekat, yaitu:
Keputusan Suku Bunga The Fed Pasar global masih menanti keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat yang akan diumumkan pekan ini. Keputusan ini akan sangat memengaruhi aliran dana asing ke pasar emerging market termasuk Indonesia.
Harga Komoditas Global Pergerakan harga komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas akan memengaruhi kinerja saham-saham emiten di sektor basic material yang memiliki bobot besar di IHSG.
Kebijakan Ekonomi Domestik Investor masih mencermati arah kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia, terutama terkait kebijakan fiskal pro-pertumbuhan yang diproyeksikan akan mendorong ekonomi nasional.
Rupiah Terhadap Dolar AS Nilai tukar rupiah yang masih bergerak di kisaran Rp 16.900 per dolar AS turut memengaruhi sentimen pasar saham, terutama untuk emiten yang memiliki pendapatan atau utang dalam mata uang asing.
Strategi Trading di Tengah Volatilitas
Kondisi pasar yang volatil menuntut strategi trading yang lebih hati-hati. Beberapa langkah yang bisa diterapkan:
Pertama, perhatikan level support dan resistance. Jangan memaksakan entry di posisi yang berisiko tinggi. Tunggu konfirmasi dari pergerakan harga dan volume.
Kedua, terapkan manajemen risiko yang ketat. Tentukan level cutloss sebelum masuk posisi dan disiplin untuk menjalankannya jika pasar bergerak berlawanan.
Ketiga, diversifikasi portofolio. Jangan menaruh semua dana di satu sektor atau satu saham. Sebarkan risiko ke berbagai instrumen yang memiliki korelasi rendah.
Keempat, pantau berita dan sentimen pasar secara real-time. Informasi cepat bisa menjadi keunggulan dalam mengambil keputusan trading yang tepat.
Kontak Layanan dan Pengaduan
Bagi investor yang memerlukan informasi lebih lanjut atau mengalami kendala dalam bertransaksi saham, dapat menghubungi:
Bursa Efek Indonesia (BEI)
- Telepon: (021) 515-0515
- Email: [email protected]
- Website: www.idx.co.id
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- Telepon: 157 (Kontak OJK)
- Email: [email protected]
- Website: www.ojk.go.id
Untuk informasi terkait akun trading dan transaksi, hubungi sekuritas tempat pembukaan rekening efek masing-masing.
Kesimpulan
IHSG pada perdagangan Senin 26 Januari 2026 ditutup menguat 0,27% ke posisi 8.975,33 meski sempat gagal bertahan di level 9.000. Pergerakan masih diwarnai volatilitas tinggi dengan aksi jual investor asing yang berlanjut dan sentimen global yang masih mixed.
Level kunci yang perlu dicermati adalah support di 8.875 sebagai batas struktur bullish dan resistance di 9.100-9.150. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap perkembangan global terutama keputusan suku bunga The Fed dan isu perubahan metodologi MSCI yang akan diumumkan akhir Januari ini. Semoga informasi ini membantu dalam membuat keputusan investasi yang lebih bijak. Selamat berinvestasi!
Sumber dan Referensi Berita:
Artikel ini disusun berdasarkan data resmi dari Refinitiv Terminal Indonesia (RTI), Bursa Efek Indonesia (BEI), analisis dari BNI Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Phintraco Sekuritas, Pilarmas Investindo Sekuritas, Kiwoom Sekuritas Indonesia, dan berbagai sumber terpercaya lainnya. Dilansir dari Liputan6.com, Bloomberg Technoz, dan Stockbit. Data dan proyeksi dapat berubah sesuai dinamika pasar. Investor disarankan melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan financial advisor sebelum mengambil keputusan investasi.
DISCLAIMER:
Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat dijadikan sebagai rekomendasi investasi. Pergerakan harga saham bersifat fluktuatif dan berisiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Data dan proyeksi yang disajikan berdasarkan kondisi pasar per 26 Januari 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu lakukan riset mendalam dan konsultasi dengan penasihat keuangan sebelum berinvestasi.
FAQ Seputar IHSG Hari Ini, Pergerakan Saham Terbaru, Menguat atau Melemah?
Pergerakan IHSG biasanya dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik, antara lain:
- Data Ekonomi AS: Kebijakan suku bunga The Fed (Fed Rate) dan angka inflasi global.
- Laporan Keuangan: Kinerja emiten perbankan besar (BBCA, BBRI, BMRI) yang memiliki bobot besar terhadap indeks.
- Harga Komoditas: Fluktuasi harga minyak, batu bara, dan nikel yang berdampak pada saham energi.
- Capital Flow: Aliran modal masuk atau keluar oleh investor asing (Net Buy/Net Sell).
Secara teknikal, investor melihat tren pergerakan harga:
- BULLISH (Menguat): Terjadi ketika indeks secara konsisten membentuk harga yang lebih tinggi dan didukung oleh volume transaksi yang besar.
- BEARISH (Melemah): Terjadi saat indeks terus terkoreksi di bawah level support psikologis dan cenderung diwarnai oleh aksi jual masif.
Saat pasar terkoreksi, investor disarankan untuk tetap tenang dan melakukan evaluasi portofolio:
- Buy on Weakness: Membeli saham fundamental bagus (Blue Chip) di harga diskon.
- Diversifikasi: Memastikan dana tidak hanya di satu sektor saham saja.
- Wait and See: Menunggu konfirmasi pembalikan arah (rebound) sebelum masuk kembali ke pasar.
Level support adalah batas bawah di mana indeks sulit jatuh lebih dalam, sedangkan resistance adalah batas atas di mana indeks cenderung tertahan saat naik. Angka ini berubah setiap hari berdasarkan analisis teknikal harian yang dikeluarkan oleh sekuritas resmi.





