
Rencana ibadah tahun depan sudah disusun? Atau masih bingung kapan jatuhnya Ramadan, Idul Fitri, dan hari besar Islam lainnya di 2026?
Kalender Hijriyah berbeda dengan kalender Masehi yang biasa dipakai sehari-hari. Perbedaan sistem perhitungan ini sering bikin umat Islam kebingungan saat menyusun jadwal ibadah atau cuti tahunan. Padahal dengan memahami kalender Hijriyah, bisa mempersiapkan segala kebutuhan jauh-jauh hari.
Nah, kapan saja hari besar Islam di tahun 2026 dan bagaimana perhitungan kalender Hijriyah yang sebenarnya?
Sistem Kalender Hijriyah vs Masehi
Kalender Hijriyah atau Qamariyah menggunakan sistem lunar (peredaran bulan) dengan 354-355 hari per tahun. Berbeda dengan kalender Masehi (Gregorian) yang berdasarkan solar (matahari) dengan 365-366 hari.
Perbedaan inilah yang membuat tanggal Islam mundur sekitar 10-11 hari setiap tahunnya jika dikonversi ke kalender Masehi. Tahun 2026 M bertepatan dengan tahun 1447-1448 H karena kalender Hijriyah lebih pendek. Sistem ini dimulai sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada 622 M.
Penetapan awal bulan Hijriyah berdasarkan rukyat (pengamatan hilal) atau hisab (perhitungan astronomi). Di Indonesia, Kementerian Agama menggunakan kombinasi keduanya dengan sidang isbat menjelang hari besar Islam.
Bulan-Bulan dalam Kalender Hijriyah
Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan dengan durasi 29-30 hari. Berikut urutan bulan dan keistimewaannya:
12 Bulan Hijriyah:
- Muharram – Bulan haram, diawali tahun baru Islam
- Safar – Bulan keberangkatan
- Rabiul Awal – Bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW
- Rabiul Akhir – Bulan semi terakhir
- Jumadil Awal – Bulan kering pertama
- Jumadil Akhir – Bulan kering kedua
- Rajab – Bulan haram, bulan Isra Mi’raj
- Syaban – Bulan persiapan Ramadan
- Ramadan – Bulan puasa wajib
- Syawal – Bulan Idul Fitri
- Dzulqadah – Bulan haram, persiapan haji
- Dzulhijjah – Bulan haram, pelaksanaan haji dan Idul Adha
Ada empat bulan haram (Muharram, Rajab, Dzulqadah, Dzulhijjah) di mana peperangan dilarang dan amal ibadah lebih diutamakan.
Kalender Hijriyah 2026 (1447-1448 H)
Berikut konversi lengkap tahun Hijriyah 1447-1448 H ke Masehi 2026:
| Bulan Hijriyah | Tahun H | Awal Bulan (Masehi) | Akhir Bulan (Masehi) |
|---|---|---|---|
| Muharram | 1447 | 27 Juni 2025 | 25 Juli 2025 |
| Safar | 1447 | 26 Juli 2025 | 24 Agustus 2025 |
| Rabiul Awal | 1447 | 25 Agustus 2025 | 22 September 2025 |
| Rabiul Akhir | 1447 | 23 September 2025 | 22 Oktober 2025 |
| Jumadil Awal | 1447 | 23 Oktober 2025 | 20 November 2025 |
| Jumadil Akhir | 1447 | 21 November 2025 | 20 Desember 2025 |
| Rajab | 1447 | 21 Desember 2025 | 18 Januari 2026 |
| Syaban | 1447 | 19 Januari 2026 | 16 Februari 2026 |
| Ramadan | 1447 | 17 Februari 2026 | 17 Maret 2026 |
| Syawal | 1447 | 18 Maret 2026 | 16 April 2026 |
| Dzulqadah | 1447 | 17 April 2026 | 15 Mei 2026 |
| Dzulhijjah | 1447 | 16 Mei 2026 | 14 Juni 2026 |
| Muharram | 1448 | 15 Juni 2026 | 14 Juli 2026 |
Tanggal di atas berdasarkan perhitungan astronomis (hisab) dan dapat berubah 1-2 hari setelah sidang isbat resmi Kementerian Agama RI.
Hari Besar Islam 2026 (1447-1448 H)
Berikut daftar lengkap hari besar dan peringatan penting dalam Islam sepanjang tahun 2026:
Tahun Baru Islam 1447 H
1 Muharram 1447 H = 27 Juni 2025
Pergantian tahun Hijriyah dimulai saat masuknya bulan Muharram. Meski jatuh di akhir Juni 2025, ini tetap masuk periode kalender 2026 karena sebagian besar tahun 1447 H ada di tahun 2026 M.
Asyura
10 Muharram 1447 H = 6 Juli 2025
Hari Asyura dianjurkan berpuasa untuk menghapus dosa setahun sebelumnya. Berdasarkan hadits Nabi SAW, puasa Asyura sebaiknya digandeng dengan puasa tanggal 9 atau 11 Muharram.
Maulid Nabi Muhammad SAW
12 Rabiul Awal 1447 H = 5 September 2025
Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang biasanya diperingati dengan pengajian dan ceramah agama di berbagai masjid dan musholla.
Isra Mi’raj
27 Rajab 1447 H = 16 Januari 2026
Memperingati perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke Sidratul Muntaha. Momentum ini sering diisi dengan tarawih dan ceramah tentang hikmah Isra Mi’raj.
Nuzulul Quran
17 Ramadan 1447 H = 5 Maret 2026
Hari turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW. Banyak masjid mengadakan tadarus dan khataman Quran pada malam ini.
Idul Fitri 1447 H
1 Syawal 1447 H = 18 Maret 2026
Hari Raya Idul Fitri menutup bulan Ramadan. Libur nasional biasanya 3-4 hari dimulai dari 1 Syawal. Tanggal pasti akan diumumkan melalui sidang isbat Kementerian Agama menjelang akhir Ramadan.
Hari Arafah
9 Dzulhijjah 1447 H = 24 Mei 2026
Puncak ibadah haji di Padang Arafah. Bagi yang tidak berhaji, dianjurkan berpuasa Arafah untuk menghapus dosa dua tahun (setahun lalu dan setahun mendatang).
Idul Adha 1447 H
10 Dzulhijjah 1447 H = 25 Mei 2026
Hari Raya Kurban yang diperingati dengan penyembelihan hewan kurban. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan keluarga sebagai bentuk kepedulian sosial.
Tahun Baru Islam 1448 H
1 Muharram 1448 H = 15 Juni 2026
Awal tahun Hijriyah baru yang menandai pergantian dari 1447 H ke 1448 H.
Jadwal Puasa Sunnah 2026
Selain puasa Ramadan yang wajib, ada beberapa puasa sunnah yang dianjurkan sepanjang tahun:
Puasa Sunnah Rutin:
- Senin-Kamis – Setiap minggu
- Ayyamul Bidh – Tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriyah
- Puasa Syawal – 6 hari di bulan Syawal (19-24 Maret atau 13-18 April 2026)
- Puasa Dzulhijjah – 9 hari pertama bulan Dzulhijjah (16-24 Mei 2026)
- Puasa Muharram – Terutama tanggal 9-10 Muharram (14-15 Juni 2026 untuk 1448 H)
Menurut hadits riwayat Muslim, menggabungkan puasa Ramadan dengan 6 hari di Syawal nilainya seperti puasa setahun penuh.
Persiapan Menghadapi Ramadan 2026
Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada 17 Februari – 17 Maret 2026. Ini berarti Ramadan akan jatuh di pertengahan tahun dengan kondisi cuaca yang cukup panas.
Tips persiapan Ramadan:
- Mulai biasakan bangun sahur sejak bulan Syaban (19 Januari – 16 Februari 2026)
- Stok kebutuhan pokok 2 minggu sebelum Ramadan agar tidak panik belanja
- Atur cuti kerja untuk ibadah I’tikaf 10 hari terakhir Ramadan
- Siapkan dana zakat fitrah minimal Rp50.000 per jiwa (estimasi 2026)
- Rencanakan mudik Lebaran dari awal untuk dapat tiket murah
- Cek jadwal imsakiyah sesuai daerah masing-masing dari Kemenag
Kementerian Agama biasanya merilis jadwal imsakiyah resmi H-30 sebelum Ramadan melalui website kemenag.go.id dan aplikasi mobile.
Perbedaan Penetapan Kalender di Indonesia
Di Indonesia ada beberapa ormas Islam dengan metode penetapan kalender berbeda, meski secara resmi pemerintah menggunakan hasil sidang isbat Kemenag.
Muhammadiyah cenderung menggunakan hisab (perhitungan astronomi) murni, sedangkan Nahdlatul Ulama lebih mengutamakan rukyat (melihat hilal langsung). Perbedaan ini kadang mengakibatkan selisih 1 hari dalam penetapan Idul Fitri atau Idul Adha, meski dalam beberapa tahun terakhir sudah semakin jarang terjadi karena koordinasi yang lebih baik.
Pemerintah melalui Kementerian Agama menggunakan metode wujudul hilal, yakni kombinasi antara hisab dan rukyat. Penetapan resmi diumumkan melalui sidang isbat yang disiarkan langsung di televisi nasional.
Aplikasi Kalender Hijriyah Terpercaya
Untuk memudahkan konversi tanggal dan pengingat ibadah, beberapa aplikasi ini bisa diunduh:
- Muslim Pro – Lengkap dengan waktu sholat, arah kiblat, dan Al-Quran digital
- Jadwal Sholat & Adzan – Ringan dan akurat untuk wilayah Indonesia
- Quran Kemenag – Resmi dari Kementerian Agama RI
- iPray – Interface menarik dengan fitur tracking ibadah
- Al-Quran Indonesia – Terjemahan lengkap dengan audio murottal
Pastikan setting lokasi GPS aktif agar jadwal sholat akurat sesuai koordinat geografis. Untuk wilayah Indonesia, selisih waktu sholat bisa 5-15 menit tergantung posisi bujur dan lintang.
Kontak Layanan dan Informasi
Untuk informasi resmi terkait kalender Hijriyah dan penetapan hari besar Islam:
- Website Kemenag: www.kemenag.go.id
- Call Center Kemenag: 021-3853-4000
- Whatsapp Humas Kemenag: 0811-9100-007
- Twitter: @Kemenag_RI
- Instagram: @kemenag_ri
Sidang isbat biasanya disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Kementerian Agama RI dan stasiun televisi nasional.
Kesimpulan
Memahami kalender Hijriyah membantu umat Islam merencanakan ibadah dengan lebih baik. Ramadan 2026 diprediksi jatuh di pertengahan Februari hingga Maret, jadi persiapkan segala kebutuhan dari sekarang.
Simpan artikel ini sebagai referensi jadwal ibadah sepanjang 2026. Semoga tahun 1447-1448 H membawa berkah dan kemudahan dalam beribadah. Jangan lupa siapkan fisik dan mental untuk menyambut Ramadan yang tinggal beberapa bulan lagi.
Sumber dan Referensi:
Artikel ini disusun berdasarkan perhitungan astronomis dari Kementerian Agama RI dan data kalender Islam internasional. Tanggal hari besar Islam dapat berubah 1-2 hari setelah sidang isbat resmi. Untuk informasi terkini, silakan pantau pengumuman dari Kementerian Agama RI melalui website resmi atau media sosial resmi. Perhitungan waktu sholat dan arah kiblat sebaiknya disesuaikan dengan lokasi geografis masing-masing menggunakan aplikasi atau tabel resmi dari masjid setempat.
FAQ Seputar Kalender Hijriyah 2026 Lengkap 1447–1448 H, Tanggal Penting & Hari Besar Islam
Berdasarkan perhitungan hisab astronomis, awal bulan Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Namun, penetapan resmi dari Pemerintah Indonesia tetap menunggu hasil Sidang Isbat Kementerian Agama.
Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H diprediksi jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Ini berarti kemungkinan besar akan terjadi long weekend karena bertepatan dengan hari Jumat.
Idul Adha 10 Zulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Untuk jadwal puasa Arafah (9 Zulhijjah), diperkirakan jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026.
Berikut adalah ringkasan estimasi hari besar Islam sepanjang 2026:
| Peristiwa | Tanggal Masehi* |
|---|---|
| Isra Mi’raj 1447 H | Senin, 19 Jan 2026 |
| Awal Ramadan 1447 H | Rabu, 18 Feb 2026 |
| Idul Fitri 1447 H | Jumat, 20 Mar 2026 |
| Idul Adha 1447 H | Rabu, 27 Mei 2026 |
| Tahun Baru Islam 1448 H | Selasa, 16 Jun 2026 |
| Maulid Nabi 1448 H | Selasa, 25 Agt 2026 |





