
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI terus menjadi andalan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Tahun 2026 ini, bank pelat merah itu kembali memperbarui skema angsuran KUR, terutama untuk pinjaman di kisaran Rp10 juta hingga Rp30 juta. Bagi pengusaha pemula atau yang ingin mengembangkan usaha, informasi ini sangat penting untuk dicermati.
Menariknya, pengajuan KUR BRI kini semakin mudah berkat digitalisasi. Tapi sebelum meloncat ke tahap pengajuan, ada baiknya memahami dulu bagaimana skema angsuran terbaru, besaran bunga, dan syarat yang berlaku di tahun ini.
Tabel Angsuran KUR BRI 2026
Berikut ini adalah rincian angsuran KUR BRI untuk pinjaman antara Rp10 juta hingga Rp30 juta. Data ini berlaku untuk tahun 2026 dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan bank dan pemerintah.
| Plafon Pinjaman | Jangka Waktu | Bunga per Tahun | Angsuran per Bulan |
|---|---|---|---|
| Rp10.000.000 | 12 bulan | 7% | Rp895.833 |
| Rp15.000.000 | 18 bulan | 7% | Rp920.833 |
| Rp20.000.000 | 24 bulan | 7% | Rp945.833 |
| Rp25.000.000 | 30 bulan | 7% | Rp962.500 |
| Rp30.000.000 | 36 bulan | 7% | Rp979.166 |
Catatan: Besaran bunga dan angsuran bisa berubah tergantung kebijakan BRI dan otoritas terkait. Informasi ini bersifat estimasi dan tidak mengikat.
Syarat dan Ketentuan KUR BRI 2026
Sebelum mengajukan pinjaman, penting untuk memahami syarat-syarat yang berlaku. Meskipun tergolong ringan, ada beberapa poin yang harus dipenuhi agar pengajuan tidak ditolak.
1. Usia dan Status Hukum
Calon peminjam harus berusia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun saat jatuh tempo pinjaman. Selain itu, harus memiliki KTP elektronik dan berdomisili di wilayah Indonesia.
2. Memiliki Usaha Mikro atau Kecil
KUR BRI ditujukan untuk pelaku usaha mikro dan kecil. Jadi, usaha yang digeluti harus memenuhi kriteria UMKM sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Tidak Masuk Daftar Hitam
Calon peminjam tidak boleh masuk dalam daftar hitam perbankan atau OJK. Ini untuk memastikan bahwa riwayat pinjaman sebelumnya dalam kondisi baik.
4. Memiliki Rekening Aktif di BRI
Meskipun tidak wajib, memiliki rekening aktif di BRI bisa memperlancar proses pengajuan dan pencairan dana.
Cara Pengajuan KUR BRI 2026
Proses pengajuan KUR BRI kini lebih praktis, terutama dengan adanya layanan digital. Tapi, tetap ada beberapa langkah yang perlu diikuti agar aplikasi tidak terhambat.
1. Siapkan Berkas Pendukung
Sebelum mengajukan, pastikan semua dokumen seperti KTP, NPWP, dan surat keterangan usaha sudah siap. Ini akan mempercepat proses verifikasi.
2. Datang ke Kantor Cabang BRI Terdekat
Meskipun bisa dilakukan secara online, pengajuan awal biasanya dilakukan langsung ke cabang BRI terdekat. Petugas akan membantu mengisi formulir dan memverifikasi data.
3. Isi Formulir Pengajuan
Isi formulir pengajuan dengan data yang valid. Kesalahan dalam pengisian bisa menyebabkan penundaan atau bahkan penolakan.
4. Tunggu Proses Verifikasi
Setelah pengajuan, bank akan melakukan verifikasi data dan usaha. Proses ini bisa memakan waktu 3 hingga 7 hari kerja.
5. Tanda Tangan Kontrak
Jika lolos verifikasi, calon peminjam akan diminta menandatangani kontrak pinjaman. Di sinilah kewajiban angsuran dimulai.
6. Pencairan Dana
Setelah kontrak ditandatangani, dana akan dicairkan ke rekening peminjam. Proses ini biasanya berlangsung cepat, terutama jika semua dokumen lengkap.
Jenis KUR BRI yang Tersedia
Selain KUR reguler, BRI juga menawarkan beberapa jenis KUR lain yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan usaha.
KUR Mikro
Ditujukan untuk pelaku usaha mikro dengan plafon maksimal Rp10 juta. Cocok untuk usaha rumahan atau pemula.
KUR Kecil
Untuk usaha kecil dengan plafon hingga Rp100 juta. Cocok untuk pengembangan usaha yang sudah berjalan.
KUR Menengah
Ditujukan untuk usaha menengah dengan plafon hingga Rp10 miliar. Membutuhkan jaminan tambahan dan analisis usaha yang lebih mendalam.
Tips Memilih Skema KUR yang Tepat
Memilih skema KUR yang sesuai bisa membuat pengelolaan keuangan usaha lebih efisien.
1. Pahami Kebutuhan Dana
Tidak semua usaha butuh pinjaman besar. Pahami dulu berapa dana yang benar-benar dibutuhkan agar tidak terjebak bunga berlebih.
2. Perhatikan Jangka Waktu
Semakin lama jangka waktu, semakin kecil angsuran bulanan. Tapi, total bunga yang dibayar juga akan semakin besar.
3. Cek Riwayat Kredit
Pastikan riwayat kredit bersih agar pengajuan lebih mudah diterima. Riwayat macet bisa membuat proses terhambat.
4. Gunakan Dana dengan Bijak
Dana hasil pinjaman sebaiknya digunakan untuk pengembangan usaha, bukan konsumsi pribadi. Ini akan membantu meningkatkan kemampuan bayar.
Keunggulan KUR BRI Dibanding Program Lain
KUR BRI menawarkan beberapa keunggulan dibanding program pinjaman lainnya.
Bunga Lebih Rendah
Dengan subsidi dari pemerintah, bunga KUR BRI umumnya lebih rendah dibanding pinjaman konvensional.
Proses Cepat
Digitalisasi membuat proses pengajuan dan pencairan lebih cepat. Dalam beberapa hari, dana sudah bisa dicairkan.
Fleksibel dalam Penggunaan Dana
Dana bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan usaha, mulai dari modal kerja hingga pengadaan alat.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meskipun manfaatnya besar, pinjaman KUR juga memiliki risiko yang perlu diwaspadai.
Keterlambatan Pembayaran
Keterlambatan pembayaran bisa berdampak pada riwayat kredit dan dikenakan denda.
Overpinjaman
Mengajukan pinjaman melebihi kebutuhan bisa membuat beban usaha semakin berat.
Ketergantungan pada Pinjaman
Terlalu sering mengandalkan pinjaman bisa membuat usaha kurang mandiri secara finansial.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Besaran bunga, plafon pinjaman, dan syarat pengajuan dapat disesuaikan oleh BRI atau otoritas terkait sesuai kebijakan yang berlaku. Sebaiknya selalu konfirmasi langsung ke cabang BRI terdekat untuk informasi terkini.





