
Mencari tempat menyimpan uang yang aman sekaligus menguntungkan? Di tengah kondisi ekonomi yang terus berfluktuasi, memilih tabungan dengan bunga tertinggi bukan lagi sekadar strategi, tapi kebutuhan. Apalagi inflasi yang terus menggerus nilai uang membuat banyak orang lebih selektif dalam memilih produk perbankan.
Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Januari 2026, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) masih bertahan di kisaran 6%, yang turut memengaruhi bunga tabungan di berbagai bank. Namun, tidak semua bank menawarkan bunga yang sama—ada yang memberikan imbal hasil hingga 4-6% per tahun, jauh di atas rata-rata bunga tabungan konvensional yang hanya 0,5-1,5%.
Nah, pertanyaannya: bank mana saja yang menawarkan bunga tabungan paling menguntungkan di tahun 2026 ini?
Mengapa Bunga Tabungan Berbeda-beda Antar Bank?
Sebelum membahas daftar bank, penting memahami mengapa bunga tabungan bisa sangat bervariasi. Perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama: jenis produk tabungan (reguler atau high-yield), nominal saldo minimum yang ditetapkan, dan kebijakan masing-masing bank dalam mengelola likuiditas.
Bank digital atau neobank cenderung menawarkan bunga lebih tinggi karena efisiensi operasional mereka yang tidak memerlukan banyak kantor cabang fisik. Sementara bank konvensional biasanya memberikan bunga lebih rendah pada produk tabungan reguler, tapi menawarkan produk khusus seperti tabungan berjangka atau deposito dengan imbal hasil lebih kompetitif.
Daftar Bank dengan Bunga Tabungan Tertinggi 2026
Berdasarkan riset dari berbagai sumber perbankan dan data yang dilansir dari Kontan.co.id serta OJK, berikut ini bank-bank yang menawarkan bunga tabungan paling menguntungkan di tahun 2026:
| Nama Bank | Produk Tabungan | Bunga per Tahun | Saldo Minimum |
|---|---|---|---|
| Bank Neo Commerce | Tabungan Neo+ | 6% | Rp1 juta |
| SeaBank | Tabungan Flexi Saver | 6% | Rp0 (tanpa minimum) |
| Bank Jago | Kantong Terkunci | 5% | Rp10 ribu |
| Bank Digital BCA (Blu) | BluSaving | 4% | Rp1 juta |
| Jenius (BTPN) | Maxi Saver | 4% | Rp10 juta |
| Allo Bank | Allo Saving | 4,5% | Rp1 juta |
| Bank Rakyat Indonesia (BRI) | BritAma Rencana | 3,5% | Rp100 ribu |
| Bank Mandiri | Mandiri Tabungan Rencana | 3% | Rp100 ribu |
Data di atas berdasarkan informasi dari masing-masing bank per Januari 2026 dan dapat berubah sesuai kebijakan terbaru. Untuk informasi paling akurat, disarankan mengecek langsung ke aplikasi atau website resmi bank terkait.
Bank Neo Commerce dan SeaBank: Raja Bunga Tabungan 2026
Dua nama yang mendominasi persaingan bunga tertinggi adalah Bank Neo Commerce dengan produk Tabungan Neo+ dan SeaBank lewat Flexi Saver, keduanya menawarkan bunga hingga 6% per tahun. Angka ini cukup fantastis dibandingkan rata-rata industri perbankan Indonesia yang berkisar 1-2% saja.
Bank Neo Commerce mensyaratkan saldo minimum Rp1 juta untuk mendapatkan bunga maksimal, sementara SeaBank justru tidak menerapkan minimum saldo sama sekali. Hal ini menjadikan SeaBank pilihan menarik bagi nasabah pemula yang ingin mulai menabung dengan modal kecil namun tetap mendapat imbal hasil kompetitif.
Jadi, untuk yang mencari fleksibilitas tinggi tanpa terikat saldo besar, SeaBank bisa jadi opsi utama. Sementara yang sudah punya dana lebih dari Rp1 juta, Bank Neo Commerce menawarkan alternatif setara dengan benefit tambahan seperti bebas biaya admin dan transaksi tanpa batas.
Bank Digital Lainnya yang Patut Dipertimbangkan
Selain dua leader di atas, beberapa bank digital lain juga menawarkan bunga cukup menarik. Bank Jago dengan produk Kantong Terkunci memberikan bunga 5% per tahun dengan saldo minimum hanya Rp10 ribu—sangat terjangkau untuk siapa saja.
BluSaving dari Bank Digital BCA dan Maxi Saver dari Jenius sama-sama menawarkan bunga 4% per tahun. Perbedaannya terletak pada saldo minimum: BluSaving memerlukan Rp1 juta, sedangkan Maxi Saver mensyaratkan Rp10 juta. Pilihan ini cocok untuk nasabah yang sudah memiliki dana lebih besar dan ingin menempatkannya di bank dengan reputasi solid.
Allo Bank dengan produk Allo Saving menawarkan bunga 4,5% dengan minimum saldo Rp1 juta, positioning-nya berada di tengah antara bank digital agresif dan konservatif. Cocok bagi yang mencari keseimbangan antara imbal hasil dan kredibilitas institusi.
Bagaimana dengan Bank Konvensional?
Bank konvensional seperti BRI, Mandiri, BCA, dan BNI memang tidak bisa bersaing dari segi bunga tabungan reguler yang rata-rata hanya 0,5-1% per tahun. Namun, mereka menawarkan produk tabungan khusus seperti Tabungan Rencana atau Tabungan Berjangka yang memberikan bunga lebih tinggi.
BritAma Rencana dari BRI misalnya, menawarkan bunga hingga 3,5% per tahun dengan setoran rutin bulanan dan tenor tertentu. Mandiri Tabungan Rencana memberikan bunga 3% dengan skema serupa. Produk-produk ini cocok untuk tujuan finansial jangka menengah seperti dana pendidikan, liburan, atau renovasi rumah.
Keunggulan bank konvensional terletak pada jaringan kantor cabang yang luas, layanan customer service 24/7 via call center, serta berbagai fasilitas perbankan terintegrasi seperti wealth management dan investment advisory. Jadi meski bunganya lebih rendah, nilai tambah dari sisi layanan tetap menjadi pertimbangan.
Mitos vs Fakta: Bunga Tinggi Berarti Risiko Tinggi?
Klaim yang sering beredar adalah “bunga tabungan tinggi pasti ada risikonya” atau “bank digital tidak aman”. Faktanya, semua bank yang tercantum di atas sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah.
Berdasarkan regulasi OJK, setiap bank—baik konvensional maupun digital—wajib mematuhi standar kesehatan bank dan tata kelola yang ketat. Bank digital seperti SeaBank, Neo Commerce, dan Jago adalah bank resmi dengan izin operasional penuh, bukan fintech pinjaman online (pinjol) yang berbeda klasifikasinya.
Singkatnya, bunga tinggi yang ditawarkan bank digital bukan karena risiko lebih besar, melainkan karena struktur biaya operasional mereka yang lebih efisien. Tanpa perlu mengelola ribuan kantor cabang fisik, mereka bisa mengalokasikan lebih banyak margin untuk imbal hasil nasabah.
Tips Memaksimalkan Bunga Tabungan
Untuk mendapatkan hasil optimal dari tabungan berbunga tinggi, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan:
- Diversifikasi Simpanan: Jangan taruh semua uang di satu bank. Manfaatkan penjaminan LPS dengan menyebar dana ke beberapa bank berbeda, masing-masing maksimal Rp2 miliar.
- Perhatikan Syarat dan Ketentuan: Beberapa produk mensyaratkan saldo mengendap atau tidak boleh ada penarikan dalam periode tertentu. Pastikan dana yang ditempatkan memang tidak akan digunakan dalam waktu dekat.
- Bandingkan Total Biaya: Selain bunga, perhatikan biaya admin bulanan, biaya transfer, dan potongan lainnya yang bisa mengurangi keuntungan.
- Manfaatkan Promo: Bank digital sering memberikan bonus bunga tambahan untuk periode tertentu, terutama bagi nasabah baru atau yang mencapai target saldo tertentu.
- Evaluasi Berkala: Bunga tabungan bisa berubah mengikuti kebijakan moneter BI. Lakukan evaluasi setiap 3-6 bulan sekali untuk memastikan masih mendapat penawaran terbaik.
Kontak Layanan dan Pengaduan
Jika mengalami kendala atau memerlukan informasi lebih lanjut terkait produk tabungan, berikut ini kontak resmi yang bisa dihubungi:
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- Telepon: 157
- Email: [email protected]
- Website: www.ojk.go.id
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
- Telepon: (021) 2781 8595
- Email: [email protected]
- Website: www.lps.go.id
Bank Indonesia
- Telepon: (021) 131
- Website: www.bi.go.id
Untuk layanan customer service masing-masing bank, dapat diakses melalui aplikasi mobile banking atau website resmi mereka.
Kesimpulan
Memilih tabungan dengan bunga tertinggi di tahun 2026 bukan lagi hal yang sulit berkat kehadiran bank digital yang menawarkan imbal hasil kompetitif. Bank Neo Commerce dan SeaBank memimpin dengan bunga 6% per tahun, sementara Bank Jago, Blu BCA, dan Jenius menawarkan alternatif solid di kisaran 4-5%.
Bagi yang lebih nyaman dengan bank konvensional, produk tabungan rencana dari BRI dan Mandiri tetap menjadi pilihan layak dengan bunga 3-3,5%. Yang terpenting, pastikan bank pilihan sudah berizin OJK dan dijamin LPS untuk keamanan maksimal. Semoga informasi ini membantu menemukan produk tabungan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing. Selamat menabung dan semoga dana yang tersimpan terus berkembang optimal!
Sumber dan Referensi Berita
Artikel ini disusun berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), informasi resmi dari website dan aplikasi masing-masing bank, serta berita terkini yang dilansir dari Kontan.co.id. Data bunga tabungan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan bank dan kondisi ekonomi makro. Untuk informasi paling akurat dan terkini, disarankan untuk mengecek langsung ke aplikasi atau menghubungi customer service bank yang bersangkutan.
FAQ Seputar Tabungan dengan Bunga Tertinggi 2026, Ini Daftar Bank Paling Menguntungkan
Secara umum, Bank Digital (Neobank) masih memimpin pasar dengan tawaran bunga tabungan mulai dari 3% hingga 6% p.a. Bank digital berani memberikan bunga tinggi karena biaya operasional mereka lebih rendah (minim kantor cabang fisik) dibandingkan bank konvensional yang rata-rata hanya memberikan 0% – 1%.
Aman, selama bank tersebut terdaftar di OJK dan menjadi peserta LPS. Namun, Anda harus waspada terhadap aturan Tingkat Bunga Penjaminan LPS.
Beberapa bank menerapkan syarat khusus (Gamification) untuk memberikan bunga tertinggi, antara lain:
- Menjaga saldo rata-rata bulanan tertentu.
- Melakukan transaksi minimal (QRIS/Top Up) di aplikasi.
- Fitur “Kantong Terkunci” atau deposito tenor pendek (1-3 bulan).
Keuntungan bunga yang Anda terima tidak utuh 100%. Pemerintah mengenakan pajak final (PPh) sebesar 20% untuk saldo tabungan di atas Rp7.500.000. Jika saldo Anda di bawah angka tersebut, biasanya bank tidak memotong pajak bunga.





