
Mengenal Sholat Tasbih yang Sering Diamalkan
Setiap malam-malam istimewa dalam kalender Islam, banyak umat Muslim yang memperbanyak ibadah sunnah. Salah satu yang kerap diamalkan adalah sholat tasbih.
Sholat tasbih memiliki keunikan tersendiri dibanding sholat sunnah lainnya. Di dalamnya terdapat bacaan tasbih khusus yang diulang sebanyak 300 kali dalam satu sholat. Jumlah ini terbagi di berbagai posisi mulai dari berdiri, ruku, i’tidal, sujud, hingga duduk.
Nah, meski terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai keshahihan hadis tentang sholat tasbih, amalan ini tetap dipraktikkan oleh banyak kaum muslimin, terutama di malam-malam yang dianggap istimewa seperti malam Nisfu Syaban.
Kedudukan Hadis Sholat Tasbih
Sebelum membahas tata cara, penting untuk memahami kedudukan hadis tentang sholat tasbih:
Hadis Sholat Tasbih:
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan sholat tasbih kepada pamannya, Abbas bin Abdul Muthallib. Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lainnya.
Perbedaan Pendapat Ulama:
| Pendapat | Ulama | Alasan |
|---|---|---|
| Membolehkan | Imam Nawawi, Ibnu Mubarak, sebagian ulama Syafi’iyah | Hadis hasan, bisa diamalkan untuk fadha’il a’mal |
| Tidak menganjurkan | Imam Ahmad, Ibnu Taimiyah, sebagian ulama Hanabilah | Hadis dhaif, tidak ada dalil kuat |
Bagi yang ingin mengamalkan, hendaknya tidak meyakini sebagai sunnah yang pasti dari Nabi SAW, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian dan pengharapan pahala.
Bacaan Tasbih dalam Sholat Tasbih
Bacaan tasbih yang dibaca dalam sholat ini adalah:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallahi walhamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Bacaan ini diulang sebanyak 300 kali dalam sholat 4 rakaat, dengan pembagian 75 kali per rakaat.
Pembagian Bacaan Tasbih Per Rakaat
Setiap rakaat, bacaan tasbih dibaca di posisi-posisi berikut:
| Posisi | Jumlah Tasbih | Keterangan |
|---|---|---|
| Setelah membaca surat (berdiri) | 15x | Sebelum ruku |
| Ruku | 10x | Setelah bacaan ruku |
| I’tidal | 10x | Setelah bacaan i’tidal |
| Sujud pertama | 10x | Setelah bacaan sujud |
| Duduk di antara dua sujud | 10x | Setelah bacaan duduk |
| Sujud kedua | 10x | Setelah bacaan sujud |
| Duduk istirahat (sebelum berdiri) | 10x | Sebelum berdiri ke rakaat berikutnya |
| Total per rakaat | 75x | 4 rakaat = 300x |
Tata Cara Sholat Tasbih 4 Rakaat 2 Salam
Berikut panduan lengkap untuk melaksanakan sholat tasbih dengan format 4 rakaat dan 2 kali salam (setiap 2 rakaat salam):
Rakaat Pertama
1. Niat
Niat di dalam hati untuk melaksanakan sholat tasbih 2 rakaat karena Allah.
Ushalli sunnatan tasbiih rak’ataini lillahi ta’ala
“Aku niat sholat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
2. Takbiratul Ihram
Angkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan:
Allahu Akbar
3. Doa Iftitah
Baca doa iftitah seperti biasa:
Allahumma baa’id baini wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib…
4. Membaca Al-Fatihah
Baca surat Al-Fatihah dengan sempurna.
5. Membaca Surat
Baca surat pendek atau ayat Al-Quran. Disunnahkan membaca surat yang agak panjang di rakaat pertama.
6. Membaca Tasbih 15 Kali (Berdiri)
Setelah selesai membaca surat, baca tasbih 15 kali:
Subhanallahi walhamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar (15x)
7. Ruku dan Membaca Tasbih 10 Kali
Ruku dengan membaca:
Subhana rabbiyal ‘azhimi wa bihamdih (3x)
Kemudian baca tasbih 10 kali:
Subhanallahi walhamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar (10x)
8. I’tidal dan Membaca Tasbih 10 Kali
Bangkit dari ruku dengan membaca:
Sami’allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamd
Kemudian baca tasbih 10 kali:
Subhanallahi walhamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar (10x)
9. Sujud Pertama dan Membaca Tasbih 10 Kali
Sujud dengan membaca:
Subhana rabbiyal a’la wa bihamdih (3x)
Kemudian baca tasbih 10 kali:
Subhanallahi walhamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar (10x)
10. Duduk di Antara Dua Sujud dan Membaca Tasbih 10 Kali
Duduk dengan membaca:
Rabbighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa ‘aafini wa’fu ‘anni
Kemudian baca tasbih 10 kali:
Subhanallahi walhamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar (10x)
11. Sujud Kedua dan Membaca Tasbih 10 Kali
Sujud dengan membaca:
Subhana rabbiyal a’la wa bihamdih (3x)
Kemudian baca tasbih 10 kali:
Subhanallahi walhamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar (10x)
12. Duduk Istirahat dan Membaca Tasbih 10 Kali
Sebelum berdiri ke rakaat kedua, duduk sebentar dan baca tasbih 10 kali:
Subhanallahi walhamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar (10x)
Rakaat Kedua
Lakukan seperti rakaat pertama dengan urutan yang sama:
- Berdiri, baca Al-Fatihah dan surat
- Baca tasbih 15x sebelum ruku
- Ruku + tasbih 10x
- I’tidal + tasbih 10x
- Sujud pertama + tasbih 10x
- Duduk antara dua sujud + tasbih 10x
- Sujud kedua + tasbih 10x
- Duduk tasyahud akhir + tasbih 10x (sebelum membaca tasyahud)
Tasyahud Akhir
Setelah membaca tasbih 10x di posisi duduk, lanjutkan membaca:
- Tasyahud
- Shalawat Nabi
- Doa sebelum salam
Salam
Assalamu’alaikum warahmatullah (menoleh kanan)
Assalamu’alaikum warahmatullah (menoleh kiri)
Rakaat Ketiga dan Keempat
Ulangi dari awal seperti rakaat pertama dan kedua dengan salam di akhir rakaat keempat.
Ringkasan Hitungan Tasbih
| Rakaat | Jumlah Tasbih | Salam |
|---|---|---|
| Rakaat 1 | 75x | – |
| Rakaat 2 | 75x | Salam pertama |
| Rakaat 3 | 75x | – |
| Rakaat 4 | 75x | Salam kedua |
| Total | 300x | 2 salam |
Alternatif: Sholat Tasbih 4 Rakaat 1 Salam
Selain format 2 salam, ada juga yang melaksanakan sholat tasbih 4 rakaat dengan 1 salam di akhir (seperti sholat Dzuhur). Perbedaannya:
- Rakaat 1 dan 2 sama seperti di atas
- Di rakaat kedua, tidak salam melainkan tasyahud awal
- Lanjut berdiri ke rakaat 3 dan 4
- Salam hanya di akhir rakaat keempat
Keduanya diperbolehkan. Format 2 salam lebih umum dipraktikkan dan lebih mudah bagi pemula.
Waktu Pelaksanaan Sholat Tasbih
Sholat tasbih bisa dilakukan kapan saja kecuali di waktu-waktu terlarang untuk sholat sunnah:
Waktu Terlarang:
- Setelah sholat Subuh hingga matahari naik setinggi tombak
- Saat matahari tepat di tengah (istiwa) hingga tergelincir
- Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam
Waktu Utama:
- Sepertiga malam terakhir (waktu tahajud)
- Malam-malam istimewa seperti Nisfu Syaban, Lailatul Qadar
Keutamaan Sholat Tasbih (Menurut Hadis)
Dalam hadis yang diriwayatkan tentang sholat tasbih, disebutkan keutamaan yang besar:
“Wahai pamanku, maukah engkau aku beri, aku anugerahi, aku hadiahi sepuluh perkara? Jika engkau melakukannya, Allah akan mengampuni dosamu yang pertama dan terakhir, yang lama dan yang baru, yang tidak sengaja dan yang disengaja, yang kecil dan yang besar, yang tersembunyi dan yang terang-terangan…”
Meski demikian, perlu diingat bahwa hadis ini masih diperdebatkan derajatnya. Yang terbaik adalah mengamalkan dengan niat mengharap rahmat Allah tanpa meyakini secara pasti sebagai sunnah Nabi.
Tips Agar Tidak Lupa Hitungan
Menghitung tasbih hingga 300 kali dalam sholat bisa membingungkan. Berikut beberapa tips:
- Gunakan jari tangan untuk menghitung di setiap posisi
- Fokus pada hitungan per posisi (15, 10, 10, 10, 10, 10, 10) bukan total
- Jika ragu di tengah hitungan, ambil yang lebih sedikit lalu lanjutkan
- Jangan terburu-buru, baca dengan tenang dan tartil
- Bisa dibantu dengan melihat panduan tertulis sebelum sholat
Doa Setelah Sholat Tasbih
Setelah selesai sholat tasbih, perbanyak doa dan istighfar:
Doa Memohon Ampunan:
Allahummaghfirli dzanbi kullahu, diqqahu wa jillahu, wa awwalahu wa aakhirahu, wa ‘alaaniyyatahu wa sirrahu
“Ya Allah, ampunilah segala dosaku, yang kecil dan yang besar, yang pertama dan yang terakhir, yang terang-terangan dan yang tersembunyi.”
Doa Mohon Kebaikan:
Allahumma inni as‘aluka min khairi ma sa’alaka minhu nabiyyuka Muhammad SAW, wa a’udzu bika min syarri masta’aadza minhu nabiyyuka Muhammad SAW
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohonkan oleh Nabi-Mu Muhammad SAW, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang dimohonkan perlindungan oleh Nabi-Mu Muhammad SAW.”
Penutup
Sholat tasbih dengan format 4 rakaat dan 2 salam bisa menjadi amalan tambahan di malam-malam istimewa seperti Nisfu Syaban. Meski terdapat perbedaan pendapat ulama, mengamalkannya dengan niat baik dan tidak meyakini sebagai kewajiban tetap diperbolehkan.
Yang terpenting adalah kekhusyukan dalam beribadah dan ketulusan hati dalam memohon ampunan kepada Allah SWT. Semoga amalan ibadah kita diterima.
Sumber dan Referensi:
- Hadis Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah
- Kitab Fikih Mazhab Syafi’i
- Panduan Sholat Sunnah
Disclaimer: Tata cara sholat tasbih dalam artikel ini berdasarkan riwayat yang umum dipraktikkan. Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai keshahihan hadis dan tata cara pelaksanaannya. Bagi yang ingin mengamalkan, disarankan untuk berkonsultasi dengan ustadz atau ulama yang dipercaya.
FAQ Seputar Sholat Tasbih
1. Apakah sholat tasbih harus dilakukan di malam Nisfu Syaban saja?
Tidak. Sholat tasbih bisa dilakukan kapan saja di waktu-waktu yang diperbolehkan untuk sholat sunnah. Malam Nisfu Syaban hanyalah salah satu waktu yang banyak dipilih umat Muslim untuk memperbanyak ibadah.
2. Bagaimana jika lupa hitungan tasbih di tengah sholat?
Jika ragu antara sudah membaca 8 atau 10 kali misalnya, ambil yang lebih sedikit (8) lalu lanjutkan hingga 10. Keraguan tidak membatalkan sholat, tetap lanjutkan dengan perkiraan terbaik.
3. Bolehkah membaca tasbih dengan suara keras?
Boleh membaca dengan suara pelan (sirr) atau agak keras (jahr) selama tidak mengganggu orang lain. Yang penting adalah kekhusyukan dan kebenaran bacaan.
4. Apakah ada surat khusus yang harus dibaca dalam sholat tasbih?
Tidak ada ketentuan surat khusus. Bisa membaca surat pendek apapun setelah Al-Fatihah. Beberapa ulama menyarankan membaca At-Takatsur di rakaat pertama, Al-Ashr di rakaat kedua, Al-Kafirun di rakaat ketiga, dan Al-Ikhlas di rakaat keempat.
5. Apakah sholat tasbih bisa dilakukan berjamaah?
Mayoritas ulama membolehkan sholat tasbih dilakukan berjamaah meski lebih utama dilakukan sendiri. Jika berjamaah, imam perlu memastikan makmum bisa mengikuti hitungan tasbih dengan baik.





