Setiap Jumat, suasana masjid di berbagai sudut Kabupaten Bandung terasa berbeda. Bukan hanya karena kajian rutin atau kegiatan keagamaan semata, tapi karena kehadiran Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang akrab disapa . Agenda Jumat Keliling (Jumling) yang ia gelar bukan sekadar ritual formalitas, melainkan sarana komunikasi langsung dengan warga, mendengar aspirasi, dan memperkuat silaturahmi.

Kang DS telah menjalankan tradisi ini sejak lama, bahkan sebelum menjabat sebagai Bupati. Saat masih menjabat Kepala Desa Tegalluar pada tahun 1998, ia sudah rutin menggelar Jumling, Pengajian Keliling, hingga Keliling. Konsistensi ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi langsung dengan masyarakat dalam membangun pemerintahan yang responsif dan terhubung.

Jumat Keliling: Jembatan Komunikasi Langsung

Jumat Keliling bukan sekadar agenda rutin. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk ulama, tokoh , tokoh masyarakat, pemuda, hingga aparatur pemerintahan setempat. Melalui Jumling, Kang DS tidak hanya hadir sebagai pejabat publik, tapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli.

1. Tujuan Utama Jumat Keliling

Jumling dirancang untuk mempererat hubungan antara dan masyarakat. Dengan datang langsung ke masjid-masjid, Kang DS bisa mendengar langsung keluhan, harapan, dan saran dari warga. Ini adalah bentuk pemerintahan yang terbuka dan transparan.

Baca Juga:  Cara Cek Titik Banjir di Google Maps Secara Real-time dan Akurat

2. Partisipasi Pejabat Daerah

Dalam pelaksanaannya, Kang DS tidak sendirian. Ia ditemani oleh para pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang turut hadir untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Keberadaan mereka memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

3. Santunan dan Bantuan Langsung

Selain silaturahmi, Jumling juga menjadi penyaluran bantuan sosial. Pada salah satu kunjungan ke Masjid Al Jumhuriah di Kampung Baru, Kang DS memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Ini adalah bentuk kepedulian langsung terhadap kelompok rentan di masyarakat.

Konsistensi dan Keterbatasan

Kang DS mengaku belum bisa mengunjungi seluruh masjid jami di Kabupaten Bandung. Dengan jumlah mencapai sekitar 7.000 masjid, tentu ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, konsistensi tetap dijaga. Setiap Jumat, ia memilih satu lokasi untuk didatangi, memastikan bahwa silaturahmi tetap terjalin.

1. Fokus pada Masjid Jami

Masjid jami dipilih sebagai lokasi utama karena merupakan pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Dengan hadir di masjid jami, Kang DS bisa menjangkau lebih banyak warga sekaligus.

2. Penyaluran Bantuan Infrastruktur

Selain bantuan sosial, Kang DS juga menyalurkan bantuan untuk pemeliharaan masjid. Contohnya, pada kunjungan ke Masjid Al Jumhuriah, ia menyerahkan bantuan sebesar Rp 250 juta. ini digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan fasilitas masjid agar tetap nyaman digunakan.

3. Pesan Kesehatan dan Spiritual

Dalam setiap sambutannya, Kang DS tidak hanya membahas isu pemerintahan. Ia juga menyampaikan pesan kesehatan dan spiritual. Menurutnya, sekitar 90 persen penyakit berasal dari pikiran. Oleh karena itu, menjaga kesehatan batin dan spiritual menjadi bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan.

Makna Lebih di Balik Jumat Keliling

Jumat Keliling bukan sekadar agenda rutin, tapi juga simbol kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ini adalah cara Kang DS untuk memastikan bahwa suara rakyat tetap terdengar, dan bahwa pemerintahan tidak hanya berada di ruang kantor, tapi juga di ruang publik.

Baca Juga:  PPG Guru Tertentu 2026: Wajib Lapor Diri, Ini Syarat & Batas Waktunya!

1. Membangun Kepercayaan

Dengan hadir langsung, Kang DS membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Warga merasa didengarkan dan diperhatikan, yang pada akhirnya memperkuat legitimasi pemerintahan.

2. Mendorong Partisipasi Masyarakat

Jumling juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. Dengan memberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, warga merasa memiliki peran dalam menentukan arah pembangunan.

3. Menjaga Nilai-Nilai Kebersamaan

Dalam suasana kekeluargaan di masjid, nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong tetap terjaga. Ini adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang solid dan harmonis.

Dampak Jumat Keliling di Masyarakat

Kehadiran Kang DS melalui Jumat Keliling memberikan dampak positif yang terasa langsung di masyarakat. Mulai dari peningkatan rasa aman hingga semangat gotong royong, semua ini menjadi buah dari konsistensi agenda ini.

1. Peningkatan Kepedulian Sosial

Warga merasa lebih peduli terhadap sesama karena melihat langsung perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan. Santunan untuk anak yatim dan bantuan untuk pemeliharaan masjid menjadi contoh nyata kepedulian ini.

2. Penguatan Nilai Keagamaan

Dengan hadirnya pejabat daerah di masjid, nilai-nilai keagamaan semakin diperkuat. Ini menjadi ajang informal tentang pentingnya menjaga hubungan baik antarumat beragama dan antara pemerintah dengan masyarakat.

3. Peningkatan Sinergi Antar Lembaga

Kehadiran OPD bersama Kang DS menciptakan sinergi yang baik antara berbagai lembaga pemerintahan. Ini mempercepat penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat.

Tantangan dan Evaluasi

Meski memiliki banyak manfaat, Jumat Keliling juga menghadapi sejumlah tantangan. Jumlah masjid yang sangat banyak membuat tidak semua lokasi bisa dikunjungi setiap minggunya. Namun, Kang DS tetap berkomitmen untuk menjaga konsistensi dan kualitas agenda ini.

1. Evaluasi Berkala

Pemerintah daerah melakukan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa Jumling tetap relevan dan bermanfaat. Masukan dari warga dan tokoh masyarakat menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan agenda ini.

Baca Juga:  Daftar Mudik Gratis Airnav 2026 Sekarang, Begini Cara dan Link Pendaftarannya!

2. Pemanfaatan Teknologi

Untuk memperluas jangkauan, pemanfaatan teknologi seperti live streaming atau dokumentasi mulai diterapkan. Ini memungkinkan warga yang tidak bisa hadir langsung tetap bisa merasakan manfaat dari kegiatan ini.

3. Kolaborasi dengan Lembaga Masyarakat

Kerja sama dengan lembaga masyarakat seperti karang taruna, majelis taklim, dan organisasi pemuda menjadi penting untuk memperluas dampak Jumling. Kolaborasi ini memperkuat jaringan komunikasi dan partisipasi masyarakat.

Penutup: Jumat Keliling sebagai Simbol Kepemimpinan yang Terhubung

Jumat Keliling bukan hanya agenda rutin, tapi juga simbol bahwa kepemimpinan yang baik adalah yang terhubung langsung dengan masyarakat. Kang DS, dengan konsistensinya, menunjukkan bahwa pemerintahan tidak harus kaku dan formal. Dengan hadir di tengah warga, ia membangun kepercayaan, mendorong partisipasi, dan menjaga nilai-nilai kebersamaan.

Kehadiran Bupati Bandung setiap Jumat di masjid-masjid bukan sekadar bentuk kepedulian, tapi juga komitmen untuk menjaga komunikasi yang terbuka dan responsif. Ini adalah langkah nyata dalam membangun Kabupaten Bandung yang lebih inklusif, solid, dan berkeadilan.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan pelaksanaan Jumat Keliling hingga . Jumlah masjid, agenda, dan bentuk bantuan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah daerah.