
Pergantian tahun selalu menjadi momen refleksi dan harapan baru bagi setiap orang. Bagi umat Islam, pergantian tahun—baik Masehi maupun Hijriah—adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berdoa dan memohon ampunan atas segala kesalahan di tahun yang telah berlalu. Memasuki penghujung tahun 2025 dan menyambut awal tahun 2026, momentum ini tepat untuk merenungkan perjalanan hidup sambil memohon keberkahan di tahun mendatang.
Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan dan memohon perlindungan dari segala keburukan. Doa di akhir dan awal tahun memiliki makna spiritual yang mendalam—mengakhiri dengan taubat dan memulai dengan niat baik serta harapan akan ridha Allah SWT.
Nah, apa saja doa yang dianjurkan untuk dibaca saat pergantian tahun? Bagaimana lafal dan maknanya dalam kehidupan sehari-hari?
Hukum Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun dalam Islam
Sebelum masuk ke bacaan doa, penting dipahami dulu bagaimana pandangan Islam terhadap tradisi membaca doa khusus saat pergantian tahun. Hal ini sering menjadi perdebatan di kalangan umat Muslim terkait dalil dan praktiknya.
Menurut pendapat mayoritas ulama, tidak ada doa khusus yang secara eksplisit disebutkan dalam hadits shahih untuk dibaca tepat saat pergantian tahun Masehi atau Hijriah. Namun, membaca doa-doa ma’tsur (yang diajarkan Rasulullah) di waktu-waktu tertentu termasuk saat pergantian tahun adalah perbuatan yang baik dan tidak dilarang selama tidak diyakini sebagai kewajiban atau ritual wajib.
Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah pernah menyampaikan dalam fatwa beliau bahwa berdoa kepada Allah kapan saja, termasuk saat awal tahun, adalah anjuran umum dalam Islam. Yang perlu dihindari adalah meyakini ada keistimewaan khusus pada doa di waktu tersebut yang tidak ada dalilnya, atau melakukan ritual tertentu yang menyerupai bid’ah.
Jadi, membaca doa syukur di akhir tahun dan doa harapan di awal tahun adalah ibadah yang sah selama menggunakan doa-doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits shahih, bukan doa karangan yang tidak memiliki landasan syar’i. Niat yang benar adalah bentuk syukur dan pengharapan ridha Allah, bukan sekadar mengikuti tradisi tanpa makna.
Doa Akhir Tahun: Syukur dan Taubat Nasuha
Mengakhiri tahun dengan penuh syukur dan permohonan ampunan adalah cerminan kesadaran seorang hamba atas keterbatasannya. Berikut beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca menjelang akhir tahun 2025.
Doa Syukur Atas Nikmat Setahun:
Arab: اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ
Latin: Alhamdulillahil-ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah kami akan kembali.”
Doa ini biasa dibaca saat bangun tidur, namun sangat relevan juga di akhir tahun sebagai pengingat bahwa Allah telah memberikan umur dan kesempatan hidup selama setahun penuh. Setiap detik yang dilalui adalah nikmat yang tak ternilai.
Doa Taubat dan Istighfar:
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullaahal-‘azhiim, alladzi laa ilaaha illaa huwal-hayyul-qayyuum wa atuubu ilaih.
Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
Membaca istighfar sebanyak-banyaknya di penghujung tahun adalah bentuk evaluasi diri atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat, baik disengaja maupun tidak. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Bukhari bahwa beliau beristighfar lebih dari 70 kali sehari, padahal beliau adalah manusia paling mulia yang dosanya telah diampuni.
Doa Memohon Husnul Khatimah:
Arab: اللَّهُمَّ اخْتِمْ بِالسَّعَادَةِ آجَالَنَا، وَحَقِّقْ بِالزِّيَادَةِ آمَالَنَا، وَاقْرِنْ بِالْعَافِيَةِ غُدُوَّنَا وَآصَالَنَا، وَاجْعَلْ إِلَى رَحْمَتِكَ مَصِيرَنَا
Latin: Allahummakh-tim bis-sa’aadati aajaalanaa, wa haqqiq biz-ziyaadati aamaalanaa, waqrin bil-‘aafiyati ghuduuwanaa wa aashaalanaa, waj’al ilaa rahmatika mashiiranaa.
Artinya: “Ya Allah, akhirilah umur kami dengan kebahagiaan, kabulkanlah harapan-harapan kami dengan penuh keberkahan, iringilah pagi dan petang kami dengan kesehatan, dan jadikanlah rahmat-Mu sebagai tempat kembali kami.”
Doa ini mengandung permohonan agar Allah memberikan akhir yang baik dalam setiap fase kehidupan, termasuk di penghujung tahun dan akhir hayat kelak.
Doa Awal Tahun: Harapan dan Keberkahan
Memulai tahun baru dengan doa adalah langkah awal yang penuh makna. Berikut doa-doa yang bisa diamalkan saat memasuki tahun 2026 dengan harapan mendapat ridha dan keberkahan Allah SWT.
Doa Memulai Tahun Baru:
Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُودِكَ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُودِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin: Allahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal, wa ‘alaa fadh-likal-‘azhiimi wa juudikal-mu’awwal, wa haadzaa ‘aamun jadiidun qad aqbal, nas’alukal-‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa awliyaa’ihi wa junuudih, wal-‘auna ‘alaa haadzihinnaf-sil-ammaarati bissuu’, wal-isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa dzal-jalaali wal-ikraam.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Yang Maha Kekal, Yang Maha Terdahulu, Yang Maha Awal. Kepada karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu kami berharap. Ini adalah tahun baru yang telah datang. Kami memohon perlindungan di dalamnya dari setan, para pengikutnya, dan bala tentaranya. Kami mohon pertolongan atas hawa nafsu yang selalu mendorong kepada kejahatan, dan kami mohon kesibukan dengan hal-hal yang mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan.”
Doa ini sangat komprehensif untuk dibaca di awal tahun karena mencakup permohonan perlindungan, pertolongan melawan hawa nafsu, dan harapan untuk lebih dekat dengan Allah sepanjang tahun.
Doa Memohon Keberkahan Waktu:
Arab: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
(Bisa disesuaikan dengan konteks tahun Masehi)
Untuk tahun Masehi:
Arab: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَيَّامِنَا وَأَعْوَامِنَا وَارْزُقْنَا خَيْرَهَا وَاصْرِفْ عَنَّا شَرَّهَا
Latin: Allahummabaarik lanaa fii ayyaaminaa wa a’waaminaa warzuqnaa khairahaa washrifْ ‘annaa syarrahaa.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada hari-hari kami dan tahun-tahun kami, anugerahkan kepada kami kebaikannya dan jauhkan dari kami keburukannya.”
Doa Harapan dan Cita-cita:
Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban-naar.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
Doa ini adalah salah satu doa paling populer dan sering dibaca Rasulullah SAW. Sangat tepat dibaca di awal tahun sebagai pengharapan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.
Doa-Doa Ma’tsur untuk Sepanjang Tahun
Selain doa khusus di pergantian tahun, ada beberapa doa ma’tsur (yang diajarkan Rasulullah) yang sangat baik untuk diamalkan sepanjang tahun 2026. Doa-doa ini mencakup berbagai aspek kehidupan dan bisa dibaca kapan saja.
Doa Pagi dan Petang (Dzikir Sabah wa Masaa):
Arab: أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Ashbahnaa wa ashbahal-mulku lillah, walhamdulillah, laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku walahul-hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Artinya: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(Untuk waktu petang, ganti kata “ashbahnaa” dengan “amsainaa”)
Doa Mohon Ilmu yang Bermanfaat:
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Latin: Allahumma innii as’aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan baik, serta amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah)
Doa ini sangat relevan di era modern dimana ilmu pengetahuan dan rezeki halal menjadi kebutuhan utama. Membacanya rutin di awal hari atau awal tahun akan mengingatkan kita pada prioritas hidup yang benar.
Doa Perlindungan dari Segala Keburukan:
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Latin: Allahumma innii a’uudzu bika minal-hammi wal-hazan, wa a’uudzu bika minal-‘ajzi wal-kasal, wa a’uudzu bika minal-jubni wal-bukhl, wa a’uudzu bika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijaal.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan tekanan orang-orang.” (HR. Bukhari)
Doa ini mencakup perlindungan dari berbagai problem hidup yang sering dihadapi manusia modern: stres, malas, hutang, dan tekanan sosial. Sangat tepat untuk diamalkan di sepanjang tahun 2026.
| Waktu | Jenis Doa | Manfaat |
|---|---|---|
| Pagi hari (setelah Subuh) | Dzikir pagi dan doa perlindungan | Perlindungan dari gangguan sepanjang hari |
| Petang (setelah Ashar) | Dzikir petang dan istighfar | Penutup hari dengan ampunan |
| Sebelum tidur | Ayat Kursi, 3 Qul, doa tidur | Perlindungan saat tidur dari gangguan |
| Sepertiga malam akhir | Tahajud dan doa mustajab | Waktu mustajab untuk dikabulkan |
Tabel di atas memberikan panduan waktu-waktu utama untuk berdoa sepanjang hari yang bisa diterapkan konsisten di tahun 2026.
Adab dan Tata Cara Berdoa yang Benar
Agar doa lebih khusyuk dan berpeluang dikabulkan Allah SWT, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan saat berdoa. Rasulullah SAW mengajarkan tata cara berdoa yang baik melalui sabda dan perbuatan beliau.
Adab Sebelum Berdoa:
Pertama, berwudhu agar dalam keadaan suci saat menghadap Allah. Kedua, menghadap kiblat jika memungkinkan sebagai bentuk penghormatan. Ketiga, memilih waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, saat hujan turun, atau saat berbuka puasa.
Adab Ketika Berdoa:
Angkat kedua tangan setinggi bahu atau dada dengan telapak menghadap ke atas. Mulai dengan memuji Allah (hamdalah dan tasbih), kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Baru setelah itu menyampaikan hajat dan permohonan dengan penuh keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.
Hindari berdoa dengan suara terlalu keras atau terlalu pelan. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah lebih dekat dari urat leher kita, sehingga cukup berdoa dengan suara yang bisa didengar diri sendiri. Berdoalah dengan khusyuk, penuh harap, dan yakin akan dikabulkan—meski terkadang pengabulan dalam bentuk yang berbeda dari yang kita minta.
Adab Setelah Berdoa:
Tutup doa dengan kalimat “Aamiin” yang artinya “Kabulkanlah ya Allah”. Kemudian usap wajah dengan kedua telapak tangan sebagai amalan yang dilakukan sebagian sahabat. Akhiri dengan bershalawat lagi kepada Rasulullah SAW, karena shalawat di awal dan akhir doa akan menjaga agar doa tidak tertolak di antara keduanya.
Setelah berdoa, jangan lupa berusaha dan berikhtiar. Doa tanpa usaha adalah harapan kosong. Allah menyukai hamba yang berdoa sekaligus bekerja keras untuk mewujudkan apa yang dimohonkan.
Hikmah Berdoa di Pergantian Tahun
Berdoa saat pergantian tahun bukan sekadar ritual atau tradisi, tetapi memiliki hikmah spiritual yang mendalam bagi perjalanan iman seorang Muslim. Momentum ini mengajarkan beberapa pelajaran penting dalam kehidupan.
Refleksi dan Muhasabah:
Pergantian tahun mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan umur terus berkurang. Setiap tahun yang berlalu adalah catatan amal yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Muhasabah (introspeksi diri) di akhir tahun membuat kita mengevaluasi: sudah sejauh mana kedekatan dengan Allah? Sudahkah amal shaleh lebih banyak dari maksiat?
Melatih Kesadaran Spiritual:
Dengan rutin berdoa, hati menjadi terbiasa mengingat Allah dalam setiap fase kehidupan. Ini melatih kesadaran bahwa semua yang terjadi—baik atau buruk—adalah ketentuan Allah yang penuh hikmah. Pergantian tahun mengajarkan bahwa kehidupan adalah siklus yang harus dijalani dengan penuh syukur dan sabar.
Memperbaharui Niat dan Tekad:
Awal tahun adalah kesempatan untuk memperbaharui niat dan resolusi dengan landasan yang lebih kuat: ridha Allah. Bukan sekadar resolusi duniawi seperti kaya atau sukses karir, tetapi bagaimana kesuksesan dunia bisa menjadi jalan menuju kesuksesan akhirat. Doa di awal tahun membantu meluruskan niat agar semua aktivitas bernilai ibadah.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim: “Doa adalah senjata orang beriman, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi.” Dengan berdoa di setiap fase kehidupan termasuk pergantian tahun, seorang Muslim menunjukkan kebergantungan total kepada Allah sebagai Dzat Yang Maha Mengatur segalanya.
Perbedaan Pergantian Tahun Masehi dan Hijriah
Penting dipahami bahwa dalam Islam, pergantian tahun yang lebih diutamakan adalah tahun Hijriah (1 Muharram) karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat. Namun, hidup di era modern membuat umat Muslim juga merasakan pergantian tahun Masehi yang digunakan secara global.
Tahun Hijriah:
Dimulai sejak peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah pada 622 M. Penanggalan Hijriah menggunakan sistem lunar (bulan) dengan 12 bulan dalam setahun, sehingga lebih pendek sekitar 11 hari dibanding tahun Masehi. Bulan Muharram adalah bulan suci yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan puasa, terutama pada tanggal 9 dan 10 Muharram (Hari Asyura).
Tahun Masehi:
Menggunakan sistem solar (matahari) dengan 365 hari. Meski bukan kalender Islam, umat Muslim tetap merasakannya karena sistem administrasi, pendidikan, dan pekerjaan menggunakannya. Tidak ada larangan untuk berdoa atau beribadah saat pergantian tahun Masehi selama tidak ada unsur bid’ah atau menyerupai ritual agama lain.
Yang perlu dihindari adalah merayakan pergantian tahun Masehi dengan cara yang bertentangan dengan syariat, seperti pesta berlebihan, bercampur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, atau melakukan maksiat. Jika ingin merayakan, cukup dengan berkumpul bersama keluarga, berdoa bersama, atau melakukan kegiatan positif yang bermanfaat.
Singkatnya, fokus utama tetap pada peningkatan kualitas ibadah dan kedekatan dengan Allah, bukan pada euforia perayaan yang justru menjauhkan dari nilai-nilai spiritual.
Amalan Sunnah di Pergantian Tahun
Selain berdoa, ada beberapa amalan sunnah yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan keberkahan di penghujung dan awal tahun. Amalan ini berlandaskan pada ajaran Rasulullah SAW dan para sahabat.
Memperbanyak Istighfar dan Taubat:
Rasulullah SAW mengajarkan untuk selalu beristighfar dalam setiap kondisi. Di akhir tahun, perbanyaklah istighfar atas segala dosa yang telah dilakukan, baik yang kita sadari maupun tidak. Taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh) dengan syarat menyesali perbuatan dosa, meninggalkannya, dan bertekad tidak mengulanginya lagi.
Shalat Hajat dan Tahajud:
Shalat hajat bisa dilakukan untuk memohon dikabulkannya hajat di tahun mendatang. Caranya adalah shalat 2 rakaat dengan niat hajat, kemudian berdoa setelah salam dengan sungguh-sungguh. Shalat tahajud di sepertiga malam terakhir adalah waktu mustajab dimana Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan permohonan hamba-Nya.
Sedekah dan Membantu Sesama:
Tutup tahun dengan sedekah, meski sedikit. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, justru akan melipatgandakan keberkahan. Bantu sesama yang membutuhkan, baik berupa materi, tenaga, atau sekadar doa dan kata-kata baik.
Membaca Al-Qur’an:
Perbanyak tilawah Al-Qur’an terutama surat-surat pilihan seperti Yasin, Al-Waqi’ah, Al-Mulk, atau khatam Al-Qur’an jika mampu. Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala, dan Al-Qur’an akan menjadi syafaat di hari kiamat kelak.
Amalan-amalan ini bukan ritual wajib, tetapi ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengharap ridha-Nya di tahun yang akan datang. Lakukan dengan ikhlas tanpa riya atau pamer di media sosial.
Kesimpulan
Pergantian tahun dari 2025 menuju 2026 adalah momentum berharga untuk merefleksikan perjalanan hidup dan memperbaiki kualitas ibadah di tahun mendatang. Doa-doa yang telah disebutkan—baik untuk akhir maupun awal tahun—adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh harap dan tawakal. Membaca doa dengan khusyuk, disertai usaha nyata dan amalan shaleh, akan menjadikan tahun 2026 lebih berkah dan penuh ridha Allah.
Ingatlah bahwa doa adalah bentuk ibadah yang paling mulia karena menunjukkan ketergantungan total kepada Sang Pencipta. Jangan pernah berhenti berdoa dalam kondisi apapun, karena Allah selalu mendengar setiap keluh kesah dan harapan hamba-Nya. Terima kasih sudah membaca hingga akhir, semoga tahun 2026 membawa keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam segala urusan. Semoga Allah mengabulkan semua doa-doa baik kita. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin!
Sumber dan Referensi:
Artikel ini disusun berdasarkan referensi dari kitab Hisnul Muslim (Benteng Muslim), Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Ibnu Majah, serta fatwa-fatwa ulama kontemporer seperti Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dan SyekhAbdul Aziz bin Baz rahimahumallah. Doa-doa yang disebutkan bersumber dari Al-Qur’an dan hadits shahih yang telah diverifikasi oleh para ulama ahli hadits.
Disclaimer:
Informasi dalam artikel bersifat edukatif dan berdasarkan pemahaman umum ajaran Islam dari sumber-sumber terpercaya. Untuk pendalaman ilmu agama yang lebih spesifik, disarankan berkonsultasi dengan ulama atau ustadz yang kompeten. Doa-doa di atas boleh dibaca kapan saja, tidak terbatas hanya saat pergantian tahun. Yang terpenting adalah keikhlasan niat dan konsistensi dalam beribadah sepanjang tahun. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi penulis dan pembaca.
FAQ Seputar Doa Akhir Tahun 2026 dan Awal Tahun 2026 Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Dalam tradisi Islam (khususnya pergantian tahun Hijriyah, namun sering diamalkan juga saat tahun baru Masehi sebagai bentuk muhasabah):
- Doa Akhir Tahun: Dibaca sebelum waktu Maghrib pada hari terakhir tahun tersebut (sore hari).
- Doa Awal Tahun: Dibaca setelah masuk waktu Maghrib pada malam pertama tahun baru.
“Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa halumta fiha ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da’autani ilat taubati min ba’di jara’ati ‘ala ma’shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirli.”
Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”
“Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Wa hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fihi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.”
Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
Membaca doa di pergantian tahun merupakan bentuk rasa syukur atas umur yang diberikan serta permohonan agar tahun mendatang dilalui dengan penuh keberkahan, keselamatan, dan dijauhkan dari kemaksiatan. Ini adalah momen muhasabah (introspeksi) diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.





