Fresh graduate masih kesulitan dapat kerja karena dianggap kurang pengalaman? Tapi bagaimana bisa punya pengalaman kalau tidak pernah diberi kesempatan masuk ke dunia profesional? Lingkaran setan ini sudah jadi keluhan klasik para lulusan baru di Indonesia.

Kementerian meluncurkan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi baru agar mendapat pengalaman kerja nyata melalui magang terstruktur selama beberapa bulan, lengkap dengan pendampingan mentor profesional dan—yang paling menarik—uang saku setara upah minimum. Program ini berjalan dari 2025 dan berlanjut hingga 2026, dengan kebijakan uang saku yang setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Dengan durasi magang 6 bulan dan gaji yang mengikuti standar UMP/UMK wilayah masing-masing, ini jadi kesempatan emas untuk mendapat pengalaman profesional sambil tetap mendapat penghasilan. Lalu, berapa besaran gaji magang Kemnaker yang sebenarnya? Kapan jadwal pendaftaran dibuka, dan apa saja syarat yang harus dipenuhi?

Daftar Isi

Apa Itu Program Magang Nasional Kemnaker?

Program Magang Nasional atau MagangHub Kemnaker merupakan inisiatif pemerintah yang dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri. Program ini memberikan kesempatan kepada lulusan baru perguruan tinggi (fresh graduate) untuk mendapatkan pelatihan kerja langsung di perusahaan atau instansi pemerintah selama 6 bulan.

Berbeda dengan program magang biasa yang sering tidak memberikan kompensasi atau hanya memberikan uang transport seadanya, program ini menjamin peserta menerima uang saku setara upah minimum sesuai lokasi magang, dibayar langsung oleh pemerintah melalui bank Himbara. Pendanaan program ini berasal dari APBN, yang sebagian besar bersumber dari penerimaan pajak.

Selama masa magang, peserta tidak hanya bekerja, tetapi juga dibimbing oleh mentor profesional yang berpengalaman di bidangnya. Setelah program selesai, peserta akan mendapatkan sertifikat resmi dari Kemnaker yang bisa menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan.

Berapa Gaji Magang Nasional Kemnaker?

Pertanyaan paling sering ditanyakan oleh calon peserta adalah soal nominal uang saku yang akan diterima. Jawabannya: gaji Magang Nasional diketahui mencapai setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Peserta magang pemerintah menerima uang saku bulanan mencapai sekitar Rp3,3 juta hingga bisa lebih dari Rp5 juta, tergantung besaran UMP/UMK di lokasi penempatan. Sistem pembayaran dilakukan langsung oleh pemerintah melalui bank-bank Himbara seperti BNI, BRI, BTN, dan Mandiri.

Wilayah Penempatan Estimasi Uang Saku per Bulan
DKI Jakarta Rp5.000.000 – Rp5.500.000
Bekasi Rp5.200.000 – Rp5.500.000
Jawa (rata-rata) Rp2.000.000 – Rp3.500.000
Jawa Tengah Rp2.200.000 – Rp3.000.000
Jawa Timur Rp2.500.000 – Rp3.300.000
Rp3.000.000 – Rp3.800.000
Wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) Setara UMP/UMK daerah + kemungkinan insentif tambahan

Besaran uang saku mengikuti standar UMP/UMK yang berlaku artinya kalau UMP naik di 2026, uang saku peserta pun ikut meningkat secara otomatis. Jadi, jika peserta ditempatkan di wilayah dengan UMP tinggi, otomatis uang saku yang diterima juga lebih besar.

Total Kompensasi Selama 6 Bulan

Dengan durasi magang normalnya 6 bulan per peserta, total kompensasi bagi peserta yang menyelesaikan program bisa mencapai:

  • Wilayah Jakarta: Rp30 juta – Rp33 juta
  • Wilayah : Rp12 juta – Rp21 juta
  • Wilayah Jawa Tengah/Timur: Rp13,2 juta – Rp19,8 juta
Baca Juga:  Mengapa Carlo Pernat Khawatir Ducati Terlalu Mengandalkan Marc Marquez?

Angka ini belum termasuk jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang ditanggung penuh oleh pemerintah.

Jadwal Pendaftaran Magang Kemnaker 2026

Program Magang Nasional Kemnaker 2025-2026 dibagi menjadi beberapa batch atau gelombang dengan jadwal pendaftaran yang berbeda. Berikut informasi lengkap untuk setiap batch:

1.Batch 1 (Sudah Selesai)

  • Pendaftaran Peserta: 7-12 Oktober 2025
  • Seleksi: 13-14 Oktober 2025
  • Pelaksanaan Magang: 15 Oktober 2025 – 15 April 2026
  • Target Peserta: 20.000 orang

2.Batch 2 (Sudah Selesai)

  • Pendaftaran Peserta: November 2025
  • Target Peserta: 80.000 orang (ekspansi besar-besaran dari Batch 1)

3.Batch 3 (Baru Selesai)

Pendaftaran dibuka mulai Kamis, 4 Desember 2025 hingga Minggu, 7 Desember 2025 secara daring melalui kanal resmi maganghub.kemnaker.go.id.

Tahapan Tanggal
Pendaftaran Perusahaan 24 November – 3 Desember 2025
Pendaftaran Calon Peserta 4 Desember – 7 Desember 2025
Seleksi dan Pengumuman 8 Desember – 11 Desember 2025
Penetapan Peserta 12 Desember 2025
15 Desember 2025
Pelaksanaan Magang 16 Desember 2025 – 15 Juni 2026

Pada Batch III, Kemnaker menargetkan 25 ribu peserta magang. Batch ini khusus dibuka bagi lulusan perguruan tinggi periode 1 Desember 2024 hingga 30 November 2025.

Prospek Batch 4 dan Seterusnya (2026)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan optimisme bahwa Magang Nasional 2026 akan menjadi lebih baik dalam hal sistem dan jumlah perusahaan yang terlibat. Target agregat nasional untuk tahun 2025 adalah 100.000 peserta dari semua batch, dan diperkirakan akan terus diperluas di tahun 2026.

Syarat Daftar Magang Nasional Kemnaker

Tidak semua lulusan baru bisa mengikuti program ini. Ada sejumlah persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh calon peserta:

Syarat Umum

  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid dan aktif
  • Status Pendidikan: Lulusan Diploma (D1/D2/D3/D4) atau Sarjana (S1)
  • Fresh Graduate: Lulus maksimal 1 tahun sejak tanggal ijazah diterbitkan (dihitung dari tanggal wisuda hingga tanggal pendaftaran)
  • Perguruan Tinggi Terdaftar: Berasal dari perguruan tinggi negeri atau swasta yang terdaftar resmi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek)
  • Belum Pernah Ikut: Peserta biasanya hanya diperbolehkan mengikuti program Magang Nasional satu kali
  • Bersedia Mengikuti Magang Selama 6 Bulan Penuh

Dokumen yang Perlu Disiapkan

  • KTP Elektronik (e-KTP) yang masih berlaku
  • Ijazah dalam format digital (PDF/JPG) dengan kualitas jelas
  • Transkrip Nilai resmi dari perguruan tinggi
  • Curriculum Vitae (CV) dengan format ATS-friendly
  • Pas Foto Terbaru dengan latar belakang formal
  • Surat Keterangan Lulus (jika ijazah belum keluar)
  • Nomor Rekening Bank Himbara (BNI, BRI, BTN, atau Mandiri) atas nama sendiri

Semua dokumen harus dalam format digital dan siap diunggah saat proses pendaftaran online melalui platform MagangHub.

Cara Daftar Magang Nasional Kemnaker 2026

Proses pendaftaran Magang Nasional dilakukan sepenuhnya secara online melalui platform resmi MagangHub Kemnaker. Berikut langkah-langkah lengkapnya:

Langkah 1: Buat Akun SIAPKerja

Sebelum bisa mendaftar di MagangHub, calon peserta wajib memiliki akun SIAPKerja terlebih dahulu. SIAPKerja adalah portal induk ekosistem digital untuk layanan publik di bidang ketenagakerjaan.

  1. Buka browser dan kunjungi https://account.kemnaker.go.id/register
  2. Klik tombol “Daftar Sekarang”
  3. Isi formulir registrasi dengan data berikut:
    • Nomor NIK sesuai e-KTP (16 digit)
    • Nama Lengkap sesuai KTP (tanpa gelar)
    • Nama Ibu Kandung untuk keamanan akun
    • Email Aktif yang bisa diakses kapan saja
    • Nomor Handphone yang masih aktif
    • Password dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol
  4. Klik “Kirim Kode OTP” untuk verifikasi nomor
  5. Masukkan kode OTP 6 digit yang dikirim via SMS
  6. Jika kode tidak diterima, klik “Kirim Ulang Kode Verifikasi”
  7. Setelah verifikasi berhasil, akun SIAPKerja otomatis aktif

Langkah 2: Lengkapi Profil SIAPKerja

Akun yang baru dibuat masih kosong dan perlu dilengkapi agar bisa digunakan untuk mendaftar magang.

  1. Login ke akun SIAPKerja menggunakan email dan password yang sudah dibuat
  2. Lengkapi semua data di bagian “Profil”, meliputi:
    • Data pribadi (alamat lengkap, tempat tanggal lahir)
    • Riwayat pendidikan (nama kampus, jurusan, IPK, tahun lulus)
    • Keahlian dan kompetensi yang dimiliki
    • Pengalaman organisasi atau kerja (jika ada)
    • Upload foto profil profesional
  3. Pastikan profil terisi 100% lengkap karena ini akan memengaruhi proses validasi
  4. semua perubahan

Langkah 3: Akses Platform MagangHub

Setelah akun SIAPKerja aktif dan profil lengkap, baru bisa mengakses platform MagangHub.

  1. Buka https://maganghub.kemnaker.go.id/ di browser
  2. Klik tombol “Masuk” atau “Login”
  3. Gunakan email dan password akun SIAPKerja yang sudah dibuat
  4. Sistem akan otomatis mengarahkan ke dashboard MagangHub
  5. Jika muncul notifikasi kelayakan, baca dengan teliti
  6. Peserta yang memenuhi syarat akan mendapat akses penuh ke fitur pencarian lowongan
Baca Juga:  Mengapa Play Store Gagal Mengunduh Aplikasi? Temukan Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Mudah!

Langkah 4: Cari dan Pilih Lowongan Magang

Di dalam dashboard MagangHub, tersedia ribuan lowongan magang dari berbagai perusahaan dan sektor industri.

  1. Gunakan fitur “Cari Lowongan” di halaman utama
  2. Filter pencarian berdasarkan:
    • Lokasi (provinsi/kota yang diinginkan)
    • Sektor Industri (F&B, teknologi, keuangan, dll)
    • Jenis Perusahaan (BUMN, swasta nasional, multinasional)
    • Posisi yang sesuai jurusan kuliah
  3. Baca deskripsi setiap lowongan dengan teliti, termasuk:
    • Job description dan tanggung jawab
    • Kualifikasi yang dibutuhkan
    • Benefit yang ditawarkan
    • Lokasi penempatan
  4. Pilih maksimal 3-5 lowongan yang paling sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minat
  5. Jangan asal klik “Daftar” ke semua lowongan karena ini bisa mengurangi peluang lolos

Langkah 5: Kirim Lamaran

Setelah menemukan lowongan yang sesuai, saatnya mengirim lamaran.

  1. Klik tombol “Daftar” atau “Lamar” pada lowongan yang dipilih
  2. Upload dokumen pendukung yang diminta, seperti:
    • CV (pastikan format ATS-friendly)
    • Ijazah dan transkrip nilai
    • Sertifikat pendukung (jika ada)
    • Portfolio atau karya (untuk posisi kreatif/teknis)
  3. Isi surat motivasi atau cover letter jika diminta (maksimal 500 kata)
  4. Periksa ulang semua dokumen yang diunggah
  5. Klik “Kirim Lamaran” untuk menyelesaikan proses
  6. Simpan bukti pengiriman berupa screenshot atau email konfirmasi

Langkah 6: Tunggu Proses Seleksi

Setelah lamaran terkirim, ada beberapa tahap yang harus dilalui:

  1. Validasi Data oleh Kemnaker (1-2 hari): Tim Kemnaker akan mencocokkan data peserta dengan database Kemendikbudristek untuk memastikan keabsahan ijazah dan status kelulusan
  2. Seleksi Administrasi oleh Perusahaan (3-5 hari): Perusahaan akan menyeleksi berkas lamaran yang masuk
  3. Wawancara atau Tes (jika diperlukan): Beberapa perusahaan melakukan tahap wawancara online atau offline
  4. Pengumuman Hasil Seleksi: Peserta yang lolos akan menerima notifikasi melalui email dan dashboard MagangHub

Untuk memantau status lamaran, login ke MagangHub dan cek bagian “Status Pendaftaran” atau “Riwayat Lamaran”. Jika status berubah menjadi “Diterima”, berarti sudah lolos seleksi dan siap mengikuti orientasi.

Perusahaan yang Terdaftar di Magang Nasional 2026

Salah satu keunggulan program ini adalah banyaknya perusahaan besar yang berpartisipasi sebagai penyelenggara magang. Berdasarkan data dashboard MagangHub Batch 3, tercatat 9.639 perusahaan telah terdaftar dengan total 37.510 lowongan magang yang tersebar di berbagai sektor.

BUMN yang Berpartisipasi

Beberapa BUMN besar yang konsisten membuka program magang:

  • Perbankan: BNI, BRI, BTN, Bank Mandiri
  • Energi: PT Pertamina Power Indonesia, PT Niaga
  • Transportasi: PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Jasamarga, PT Wijaya Karya
  • Telekomunikasi: PT Telkom Indonesia, PT Indosat Ooredoo Hutchison
  • Keuangan: PT Pegadaian, PT Asuransi Jiwasraya

Swasta Nasional dan Multinasional

  • Teknologi & Digital: Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Shopee
  • Retail & FMCG: Unilever, Indomaret, Alfamart, Wings Group
  • Logistik: JNE, J&T Express, SiCepat
  • Media: Kompas Gramedia, Tribun Network, Detik Network
  • Properti: Sinarmas Land, Agung Podomoro, Ciputra Group

Instansi Pemerintah

Batch 3 mencatat 8.949 lowongan dari kementerian dan lembaga pemerintah untuk 4.351 posisi. Ini membuka peluang bagi peserta yang tertarik untuk mendapat pengalaman di sektor publik.

Kenapa Gaji Magang Nasional Belum Cair?

Meskipun program ini sudah berjalan, beberapa pemagang terdengar mengeluhkan soal gaji yang belum cair. Berdasarkan penjelasan resmi dari Kemnaker melalui Instagram @kemnaker, ada 3 penyebab utama:

1. Mentor Belum Klik Tagihan Uang Saku

Penyebab pertama bisa dikarenakan mentor dari masing-masing pemagang yang belum mengklik tagihan uang. Tagihan uang saku dapat dikonfirmasi lewat laman monitoring dan evaluasi di https://monev.maganghub.kemnaker.go.id.

Jadi, sistem pencairan gaji memerlukan konfirmasi dari mentor di perusahaan bahwa peserta benar-benar hadir dan menjalankan magang. Jika mentor belum melakukan konfirmasi, proses pencairan otomatis tertunda. Solusinya adalah segera menghubungi mentor untuk menanyakan status konfirmasi.

2. Data Rekening Tidak Valid

Penyebab kedua adalah kesalahan data rekening. Beberapa kondisi yang membuat pencairan gagal:

  • Rekening tidak sesuai dengan NIK yang terdaftar di sistem
  • Rekening sudah tutup, pasif, atau dibekukan oleh bank
  • Nama pemilik rekening berbeda dengan nama di KTP
  • Peserta mengubah nomor rekening di situs MagangHub setelah data awal sudah divalidasi

Untuk mengatasi masalah ini, peserta harus segera memperbaiki data rekening dan memastikan rekening aktif serta atas nama sendiri. Gunakan hanya rekening bank Himbara (BNI, BRI, BTN, Mandiri).

3. Proses Bank Penyalur Masih Berjalan

Bank yang bertugas menyalurkan barangkali masih melakukan transfer uang saku ke rekening. Setiap bank memiliki kebijakan operasional masing-masing.

Transfer massal ke ribuan peserta membutuhkan waktu dan proses verifikasi dari bank penyalur. Jika mentor sudah konfirmasi dan data rekening valid, tinggal tunggu 1-3 hari kerja hingga saldo masuk.

Cara Mengadukan Kendala Pencairan Gaji

Jika gaji belum juga cair setelah semua dicek, peserta bisa mengadukan kendala melalui:

Baca Juga:  Kapan Gaji ke-14 ASN Cair? Simak Update Terbaru Soal THR yang Masih Diproses!

Tips Agar Lolos Seleksi Magang Nasional Kemnaker

Kompetisi untuk masuk program ini cukup ketat mengingat ribuan lulusan baru mendaftar untuk lowongan terbatas. Berikut tips agar peluang lolos lebih besar:

1. Lengkapi Profil hingga 100%

Data profil yang lengkap dan valid menunjukkan keseriusan calon peserta. Pastikan tidak ada kolom yang kosong, dan semua informasi sudah akurat.

2. Buat CV dengan Format ATS-Friendly

Banyak perusahaan menggunakan sistem ATS (Applicant Tracking System) untuk menyaring lamaran. CV harus dibuat dengan format sederhana tanpa desain rumit, menggunakan font standar seperti Arial atau Calibri, dan menyertakan kata kunci sesuai job description.

3. Pilih Lowongan yang Sesuai Jurusan

Jangan asal melamar ke semua posisi. Fokus pada lowongan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman. Perusahaan lebih tertarik dengan kandidat yang memiliki relevansi kuat dengan posisi yang dibuka.

4. Riset Perusahaan Sebelum Melamar

Cari tahu tentang profil perusahaan, visi-misi, produk/layanan, dan budaya kerja. Informasi ini akan sangat berguna saat tahap wawancara dan menunjukkan bahwa pelamar benar-benar serius.

5. Siapkan Portfolio atau Karya

Untuk posisi di bidang kreatif (desain, content creator, programmer), portfolio adalah nilai tambah yang sangat penting. Upload karya terbaik yang relevan dengan posisi yang dilamar.

6. Pantau Email dan Dashboard Secara Rutin

Notifikasi seleksi sering dikirim melalui email atau dashboard MagangHub. Periksa secara berkala, termasuk folder spam, agar tidak melewatkan informasi penting.

7. Respons Cepat Jika Ada Panggilan Wawancara

Jika dihubungi untuk wawancara, segera konfirmasi kehadiran. Keterlambatan respons bisa membuat posisi diberikan ke kandidat lain.

Mitos vs Fakta Seputar Magang Nasional Kemnaker

Mitos: Program magang ini gratis tanpa biaya sama sekali

Fakta: Program ini memang tidak memungut biaya pendaftaran atau biaya administrasi apapun dari peserta. Namun, peserta tetap perlu menyiapkan biaya pribadi seperti transportasi, akomodasi (jika magang di luar kota), dan kebutuhan sehari-hari. Uang saku yang diberikan memang setara UMP/UMK, tapi itu untuk kompensasi kerja selama magang, bukan untuk menutup semua biaya hidup.

Mitos: Peserta magang pasti langsung diangkat jadi karyawan tetap setelah program selesai

Fakta: Tidak ada jaminan otomatis untuk diangkat jadi karyawan tetap. Namun, peserta magang memiliki prioritas untuk direkrut jika perusahaan memiliki kebutuhan dan peserta dinilai memiliki kinerja yang memuaskan selama masa magang. Beberapa BUMN dan perusahaan swasta besar memang sering merekrut dari alumni magang mereka.

Mitos: Gaji magang langsung cair di hari pertama kerja

Fakta: Sistem pencairan gaji magang dilakukan secara bulanan, biasanya di awal atau pertengahan bulan berikutnya. Jadi, jika mulai magang tanggal 16 Desember 2025, gaji bulan pertama baru akan cair sekitar pertengahan Januari 2026 setelah mentor melakukan konfirmasi kehadiran.

Mitos: Program ini hanya untuk lulusan universitas ternama

Fakta: Program Magang Nasional terbuka untuk semua lulusan perguruan tinggi yang terdaftar resmi di Kemendikbudristek, baik negeri maupun swasta. Perusahaan yang melakukan seleksi memiliki kriteria masing-masing, tapi bukan berarti lulusan kampus non-tier 1 tidak punya kesempatan. Yang paling penting adalah kualifikasi, skill, dan kesesuaian dengan posisi yang dilamar.

Kontak Layanan dan Pengaduan Magang Nasional

Jika mengalami kendala saat pendaftaran, proses magang, atau pencairan gaji, peserta bisa menghubungi layanan berikut:

Customer Service Kemnaker

  • Call Center: 1500-630 (24 jam)
  • WhatsApp Konsultasi: 0813-2064-787 (jam kerja)
  • Email: [email protected]
  • Portal Helpdesk: Tersedia di dashboard MagangHub
  • Media Sosial: @kemnaker (Instagram, Twitter, Facebook)

Portal Pengaduan Khusus

Untuk pertanyaan terkait status lamaran, pencairan gaji, atau kendala teknis lainnya, siapkan data berikut sebelum menghubungi customer service: nomor NIK, email terdaftar, nama perusahaan penempatan, dan screenshot bukti pendaftaran atau masalah yang dialami.


Penutup

Program Magang Nasional Kemnaker 2026 memberikan peluang emas bagi fresh graduate untuk memulai karier dengan pengalaman kerja nyata dan uang saku yang setara upah minimum. Dengan durasi 6 bulan, pendampingan mentor profesional, dan kesempatan untuk direkrut jadi karyawan tetap, ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.

Meskipun Batch 3 sudah ditutup pada 7 Desember 2025, calon peserta tetap bisa mempersiapkan diri untuk Batch 4 dan gelombang selanjutnya di 2026. Pastikan akun SIAPKerja sudah dibuat, dokumen lengkap, dan profil terisi 100% agar bisa langsung mendaftar begitu pendaftaran dibuka.

Dengan memahami syarat, alur pendaftaran, dan tips lolos seleksi yang sudah dibahas di atas, peluang untuk menjadi bagian dari program ini semakin besar. Jangan lupa pantau website resmi maganghub.kemnaker.go.id dan media sosial @kemnaker untuk info terbaru tentang pembukaan pendaftaran batch berikutnya. Semoga berhasil dan selamat berjuang untuk masa depan karier yang cemerlang!

Sumber dan Referensi:

  • Situs Resmi MagangHub: maganghub.kemnaker.go.id
  • Instagram @kemnaker – Informasi Resmi Kementerian Ketenagakerjaan
  • Kompas.com – Panduan Magang Nasional 2026
  • Detik.com – Jadwal dan Syarat Magang Kemnaker

FAQ Seputar Gaji Magang Kemnaker

Apakah peserta magang Kemnaker mendapatkan gaji bulanan? +
Istilah yang digunakan secara resmi adalah Uang Saku, bukan gaji. Berdasarkan regulasi magang dalam negeri (Permenaker), peserta magang berhak mendapatkan uang saku yang meliputi biaya transportasi, uang makan, dan insentif kehadiran sesuai perjanjian antara peserta dan penyelenggara.
Berapa besaran uang saku magang Kemnaker tahun 2026? +
Besaran uang saku bervariasi tergantung programnya. Untuk magang bersertifikat (MBK), kisarannya berada di angka Rp1.500.000 hingga Rp3.000.000 per bulan. Namun, jika magang dilakukan langsung di industri melalui jalur mandiri Kemnaker, nominalnya disesuaikan dengan kebijakan perusahaan (minimal mencakup uang makan dan transportasi).
Kapan uang saku magang cair setiap bulannya? +
Uang saku biasanya dicairkan paling lambat minggu kedua di bulan berikutnya. Pencairan dilakukan setelah laporan absensi dan logbook kegiatan divalidasi oleh mentor perusahaan dan admin Kemnaker melalui portal Sisnaker.
Apakah ada potongan pajak atau administrasi pada uang saku? +
Uang saku magang umumnya bersifat bersih (nett). Namun, peserta wajib memiliki rekening Bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, BTN) yang aktif karena proses transfer dilakukan secara sistemik. Beberapa program juga menyertakan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah/perusahaan.