Gelandang Persija Jakarta, Hanif Sjahbandi, resmi menjabat sebagai Presiden Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) periode 2026-2029. Posisi ini ia emban sejak awal tahun ini, menggantikan Andritany Ardhiyasa yang sebelumnya memimpin organisasi yang menjadi payung hukum para pemain sepak bola profesional Tanah Air.

Menjabat di kursi yang sama-sama ia kenal sebagai medan pertarungan, Hanif mengaku awalnya merasa belum siap. Ia justru lebih ingin fokus berkarier di lapangan hijau. Namun, kepercayaan dari rekan-rekan di APPI dan Exco membuatnya akhirnya menerima tantangan ini.

“Ketika dilantik jadi presiden pun, justru kalau saya disuruh pilih, saya lebih baik fokus di sepak bola dan sebagainya,” ujar Hanif saat ditemui di kantor APPI, Jakarta.

Proses Kepemimpinan Hanif di APPI

Menjadi pemimpin di dunia sepak bola profesional bukan perkara mudah. Terlebih bagi seseorang yang baru pertama kali menjabat di posisi eksekutif organisasi olahraga. Hanif mengakui bahwa transisi dari lapangan ke meja kerja membutuhkan waktu dan adaptasi.

Ia menyebut bahwa pengalaman berpindah klub dulu membantunya memahami dinamika baru. Namun, berbeda dengan sepak bola, dunia organisasi membutuhkan keputusan yang lebih matang dan berdampak luas.

Baca Juga:  Real Madrid Bocorkan Kabar Gembira Soal Camavinga dan Asencio di Tengah-Tengah Krisis Menjelang Duel Kontra Celta Vigo!

“Cuma ketika saya harus membaca, mengambil keputusan dan sebagainya, itu salah satu hal yang buat saya tidak mudah, butuh diskusi lebih banyak, dipikirkan lagi, dan semuanya dampaknya bisa seperti apa,” jelasnya.

1. Awal Mula Menjabat

Hanif tidak langsung menerima tawaran menjadi Presiden APPI. Ia sempat menolak karena merasa belum siap. Namun, setelah melalui diskusi internal dan pertimbangan matang dari Exco, ia akhirnya bersedia.

2. Adaptasi dengan Struktur Organisasi

Menurut Hanif, dunia organisasi sangat berbeda dari lapangan sepak bola. Ia harus belajar banyak hal baru, terutama dalam hal pengambilan keputusan dan perencanaan jangka panjang.

3. Menyamakan Visi dengan Anggota APPI

Proses selanjutnya adalah menyelaraskan visi dengan anggota APPI. Hanif berusaha membangun komunikasi yang terbuka agar semua pihak merasa didengar dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

4. Membentuk Tim Kerja yang Solid

Dalam kepemimpinannya, Hanif mempercayakan delapan Komite Eksekutif untuk membantu menjalankan program kerja. Ia percaya bahwa kolaborasi tim yang solid akan mempercepat pencapaian tujuan APPI.

5. Menyusun Program Kerja Jangka Panjang

Program kerja APPI di bawah kepemimpinan Hanif tetap berfokus pada tiga pilar utama: edukasi, proteksi, dan solidaritas. Ia ingin memastikan bahwa setiap pemain mendapat perlindungan dan pendampingan yang layak.

6. Menjalin Komunikasi dengan PSSI dan Stakeholder Lain

Hanif juga berkomitmen untuk menjalin hubungan baik dengan PSSI dan stakeholder lain di dunia sepak bola Indonesia. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi pemain profesional.

7. Meningkatkan Kesejahteraan Pemain

Salah satu prioritas utama APPI adalah meningkatkan kesejahteraan pemain. Ini mencakup aspek hukum, finansial, dan , terutama bagi pemain yang berada di luar kota besar.

Baca Juga:  Persija Jakarta Bantah Isu Pindah Latihan Borneo FC, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Performa Tim!

8. Menyelesaikan Masalah Pelanggaran Kontrak

Masalah pelanggaran kontrak masih menjadi PR besar bagi APPI. Hanif berjanji akan menyelesaikannya secara sistematis dan adil, tanpa memihak salah satu pihak.

9. Mengedepankan Transparansi dalam Pengelolaan Dana

menjadi nilai yang ingin diperkuat Hanif dalam kepemimpinannya. Ia berkomitmen untuk menjalankan pengelolaan APPI secara terbuka dan akuntabel.

10. Membangun Solidaritas Antar-Pemain

Hanif ingin membangun solidaritas yang kuat di antara para pemain. Ia percaya bahwa kekuatan kolektif akan membawa APPI ke arah yang lebih baik.

Tantangan Besar di Balik Kursi Presiden

Menjadi presiden bukan perkara yang bisa disepelekan. Hanif mengakui bahwa ia masih dalam proses belajar. Setiap keputusan yang diambil harus dipikirkan dampaknya secara matang.

“Ketika saya pertama kali di sini cukup kaget, ternyata seperti ini, caranya seperti ini, kerjanya seperti ini,” ucap eks pemain itu.

Ia menyadari bahwa dunia organisasi membutuhkan pendekatan yang berbeda dari dunia sepak bola. Namun, ia berkomitmen untuk terus belajar dan berkembang.

Fokus Utama APPI di Bawah Kepemimpinan Hanif

Visi utama APPI tetap berpijak pada tiga pilar: edukasi, proteksi, dan solidaritas. Hanif menegaskan bahwa ketiga pilar ini akan terus menjadi fondasi dalam menjalankan program kerja organisasi.

“Visinya APPI kan edukasi, proteksi, dan solidaritas,” ucap Hanif.

Ia menjelaskan bahwa APPI akan memberikan layanan pendampingan dan dukungan terhadap pemain yang menghadapi masalah, selama tetap berada pada koridor yang ditetapkan.

“Intinya, kami memberikan layanan pendampingan kalau memang ingin dilanjutkan untuk diproses dan lain sebagainya, itu kami mendampingi,” tegasnya.

Struktur Kepengurusan APPI 2026-2029

Hanif tidak menjalani perjalanan ini sendirian. Ia didampingi oleh Wakil Presiden, Nadeo Argawinata, dan delapan anggota Komite Eksekutif yang terdiri dari:

  1. Andritany Ardhiyasa
  2. Achmad Jufriyanto
  3. Amiruddin Bagas Kaffa
  4. Sutanto Tan
  5. Kadek Arel Priyatna
  6. Yolanda Krismonica
  7. Helsya Maeisyaroh
  8. Shalika Aurelia
Baca Juga:  Gasperini Optimis Roma Bisa Hancurkan Juve dengan Sepak Bola Elegan dan Memukau!

Struktur ini diharapkan bisa memberikan keseimbangan dalam pengambilan keputusan dan menjalankan program kerja secara efektif.

Kondisi Terkini Hanif Sjahbandi

Meski tengah menjabat sebagai Presiden APPI, Hanif masih dalam masa pemulihan yang membuatnya harus mengakhiri musim lebih awal bersama Persija Jakarta. Namun, ia berjanji akan kembali fit menjelang awal musim kompetisi berikutnya.

“Saya berusaha pulih secepatnya. Saya tidak ingin absen terlalu lama, baik di lapangan maupun di APPI,” ujar Hanif.

Program Kerja APPI di Tahun-Tahun Awal Kepemimpinan

APPI di bawah kepemimpinan Hanif akan fokus pada beberapa program kerja strategis. Berikut adalah rincian program utama yang akan dijalankan:

No Program Kerja Deskripsi
1 Edukasi Pemain Memberikan pelatihan dan hukum, finansial, serta manajemen karier kepada pemain profesional.
2 Menangani kasus pelanggaran kontrak dan memberikan pendampingan hukum kepada pemain yang membutuhkan.
3 Kesehatan dan Kesejahteraan Meningkatkan layanan kesehatan dan kesejahteraan bagi pemain, termasuk dan tunjangan pensiun.
4 Solidaritas Antar-Pemain Membangun komunitas yang solid dan saling mendukung di antara pemain profesional Indonesia.
5 Kemitraan dengan Stakeholder Menjalin hubungan baik dengan PSSI, klub, media, dan pihak lain untuk kemajuan sepak bola Indonesia.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Menjadi pemimpin di tengah dinamika sepak bola Indonesia bukan perkara mudah. Hanif menyadari bahwa banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari isu pelanggaran kontrak hingga perlindungan pemain dari tekanan media.

Namun, ia tetap optimis bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik, APPI bisa menjadi organisasi yang lebih kuat dan representatif.

“Ini amanah berat, tapi saya yakin kita bisa melaluinya bersama,” ucap Hanif.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat valid berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis pada 5 . Namun, kondisi dan kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan internal dan eksternal organisasi.