
Persija Jakarta akhirnya angkat bicara soal polemik yang mencuat menjelang laga melawan Borneo FC di pekan ke-24 Super League 2025-2026. Isu ini berawal dari kabar bahwa lokasi latihan resmi Borneo FC di Ibu Kota berubah mendadak, yang memicu reaksi dari pihak tamu. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu kemudian mengeluarkan pernyataan resmi untuk meluruskan berbagai spekulasi dan menegaskan komitmen terhadap sportivitas serta profesionalisme dalam setiap aspek pertandingan.
Menurut klarifikasi yang dirilis, perubahan lokasi latihan bukanlah keputusan sepihak. Sebaliknya, pihak Persija menyatakan bahwa komunikasi telah berjalan antara panitia pelaksana (LOC) dan delegasi Borneo FC. Meski begitu, tetap saja ada celah waktu dalam pengiriman dokumen formal yang seharusnya sampai lebih awal. Persija pun mengakui hal ini dan menyebut bahwa evaluasi internal tengah dilakukan untuk memperbaiki sistem administrasi ke depannya.
1. Tanggapan Resmi Persija Jakarta Terkait Polemik Lokasi Latihan
Pernyataan resmi Persija Jakarta menyebut bahwa klub selalu menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme dalam menyambut tim tamu. Termasuk saat Borneo FC berkunjung ke Jakarta, semua prosedur dilakukan sesuai standar yang berlaku.
Klub juga menegaskan bahwa perubahan lokasi latihan bukanlah bentuk diskriminasi atau perlakuan istimewa. Ini adalah bagian dari kebijakan umum yang diterapkan untuk semua tim tamu yang bertandang ke Jakarta.
2. Prosedur Koordinasi yang Dilakukan Sebelum Pertandingan
Sebelum pertandingan berlangsung, LOC Persija telah melakukan komunikasi dengan pihak Borneo FC. Koordinasi ini dilakukan melalui Asisten Manajer Borneo FC, Farid, sekitar lima hari sebelum pertandingan.
Dalam proses ini, jadwal lengkap kegiatan resmi, termasuk waktu dan lokasi latihan, dikirimkan dua hari sebelum pertandingan. Namun, Persija mengakui bahwa dokumen formal seharusnya dikirim lebih awal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
3. Evaluasi Internal untuk Perbaikan Manajemen Administrasi
Meski prosedur sudah dilakukan, Persija menyadari adanya celah dalam pengiriman dokumen. Klub pun menyatakan bahwa evaluasi internal tengah dilakukan untuk memastikan semua aspek administrasi berjalan lebih tepat waktu ke depannya.
Langkah ini menunjukkan bahwa Persija tidak hanya fokus pada performa di lapangan, tapi juga di meja hijau. Manajemen klub tampak berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik untuk tim sendiri maupun tim tamu.
Kebijakan Latihan Standar di Jakarta International Stadium
Salah satu poin penting dalam pernyataan Persija adalah penerapan kebijakan latihan standar di Jakarta International Stadium (JIS). Klub menegaskan bahwa semua tim tamu mendapat perlakuan yang sama dalam hal fasilitas dan lokasi latihan.
Lokasi latihan resmi di lapangan latih JIS bukanlah keputusan yang diambil secara khusus untuk Borneo FC. Ini adalah kebijakan umum yang juga berlaku untuk tim-tim lain seperti Persita, Malut United, Bali United, dan PSM Makassar.
| Tim Tamu | Lokasi Latihan Resmi | Fasilitas yang Diberikan |
|---|---|---|
| Persita Tangerang | Lapangan Latih JIS | Sesuai standar teknis |
| Malut United | Lapangan Latih JIS | Sesuai standar teknis |
| Bali United | Lapangan Latih JIS | Sesuai standar teknis |
| PSM Makassar | Lapangan Latih JIS | Sesuai standar teknis |
| Borneo FC | Lapangan Latih JIS | Sesuai standar teknis |
4. Perlakuan yang Sama untuk Semua Tim Tamu
Persija Jakarta menekankan bahwa tidak ada perlakuan khusus atau diskriminasi terhadap tim tertentu. Semua tim tamu yang bertandang ke Jakarta mendapat fasilitas dan lokasi latihan yang identik.
Ini adalah bagian dari upaya menjaga integritas pertandingan dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Dengan kebijakan ini, Persija ingin menunjukkan bahwa klub tetap profesional meski bermain di kandang sendiri.
5. Penegasan terhadap Kebijakan yang Telah Ditetapkan
Klub pun menegaskan bahwa kebijakan ini telah ditetapkan secara konsisten dan bukan sebagai respons terhadap keberatan dari satu tim tertentu. Ini adalah bagian dari SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku umum.
Dengan begitu, setiap tim tamu yang datang ke Jakarta sudah seharusnya memahami bahwa lokasi latihan akan disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia di JIS, bukan di lapangan utama.
Komunikasi yang Terjalin Sebelum Perubahan Lokasi
Persija Jakarta menjelaskan bahwa perubahan lokasi latihan tidak dilakukan secara tiba-tiba. Ada komunikasi yang dilakukan antara LOC dan delegasi tim tamu sebelumnya.
Komunikasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua kebutuhan teknis bisa terpenuhi, termasuk ketersediaan lapangan dan waktu latihan. Meski demikian, masih ada celah waktu dalam pengiriman dokumen formal yang menyebabkan kesalahpahaman.
6. Penyampaian Jadwal Latihan Resmi
Jadwal latihan resmi yang memuat lokasi dan waktu kegiatan dikirimkan dua hari sebelum pertandingan. Ini adalah bagian dari prosedur rutin yang dilakukan oleh LOC Persija.
Namun, Persija mengakui bahwa dokumen ini seharusnya dikirim lebih awal agar tidak menimbulkan kebingungan di pihak tim tamu. Klub pun berkomitmen untuk memperbaiki hal ini ke depannya.
7. Penyebab Kesalahpahaman yang Terjadi
Kesalahpahaman yang terjadi bukan disebabkan oleh niat untuk merugikan tim tamu, melainkan karena keterlambatan pengiriman dokumen formal. Ini adalah celah dalam sistem administrasi yang saat ini sedang dievaluasi.
Persija Jakarta menyatakan bahwa klub tidak bermaksud untuk membuat kebijakan yang memihak. Semua keputusan diambil dengan pertimbangan teknis dan operasional yang berlaku secara umum.
8. Penegasan terhadap Sportivitas dan Profesionalisme
Persija Jakarta menegaskan bahwa klub selalu menjunjung tinggi nilai sportivitas dan profesionalisme dalam setiap pertandingan. Ini tidak hanya berlaku di lapangan, tapi juga dalam aspek administrasi dan pelayanan terhadap tim tamu.
Dengan sikap terbuka dan jujur, Persija berharap polemik ini bisa menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas manajemen klub ke depannya.
Kesimpulan: Klarifikasi Persija Jakarta sebagai Bentuk Komitmen Terhadap Sportivitas
Polemik perpindahan lokasi latihan Borneo FC akhirnya bisa diredam dengan klarifikasi resmi dari Persija Jakarta. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu menunjukkan sikap profesional dengan menjelaskan prosedur yang telah dilakukan serta mengakui kekurangan dalam hal administrasi.
Langkah ini menunjukkan bahwa Persija tidak hanya fokus pada hasil di lapangan, tapi juga menjaga integritas dan sportivitas dalam setiap aspek pertandingan. Dengan begitu, klub tetap bisa diandalkan sebagai tuan rumah yang profesional dan fair.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari pernyataan resmi Persija Jakarta yang dirilis pada 3 Maret 2026. Data dan kebijakan yang disebutkan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.





