Rsannamedika.co.id-Tahun 2025 bukan tahun CPNS—tapi ada kabar gembira besar: pemerintah membuka 32.000 formasi PPPK di lembaga yang baru dibentuk. Namanya Badan Gizi Nasional (BGN), dan rekrutmen ini jadi salah satu yang paling dinanti karena syaratnya lebih fleksibel: usia maksimal 50 tahun, semua jurusan bisa daftar untuk formasi khusus, dan penempatan sesuai KTP. Pertanyaannya: apa sebenarnya PPPK BGN itu?

PPPK BGN adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bekerja di Badan Gizi Nasional—lembaga nonstruktural di bawah presiden yang dibentuk untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rekrutmen ini dibuka sejak 5 Desember 2025 dan ditutup pada 10 Desember 2025, dengan total 32.000 formasi yang terdiri dari 31.250 formasi khusus dan 750 formasi umum.

Singkatnya, PPPK BGN adalah ASN dengan status kontrak selama 3 tahun yang dapat diperpanjang sesuai kebutuhan, untuk mendukung operasional dapur umum dan program gizi nasional di 38 provinsi seluruh Indonesia.

Apa Itu Badan Gizi Nasional (BGN)?

Badan Gizi Nasional (BGN) dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 sebagai lembaga baru yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. Lembaga ini punya satu misi besar: memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 15-16 juta penerima manfaat, terutama siswa sekolah, ibu hamil, dan balita.

Program MBG sendiri bukan sekadar bantuan makan siang biasa—ini adalah jangka panjang menuju Generasi Emas 2045 yang bebas stunting dan berkualitas. BGN bertugas mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil.

Nah, untuk menjalankan program sebesar ini, BGN membutuhkan puluhan ribu tenaga operasional, ahli gizi, dan tenaga teknis lainnya. Dari sinilah rekrutmen PPPK BGN 2025 dengan formasi 32.000 posisi muncul—untuk memastikan dapur umum berjalan lancar dan gizi masyarakat terpenuhi dengan baik.

Kenapa BGN Butuh 32.000 PPPK?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan program kecil. Target penerima manfaat mencapai 15 juta siswa di tahun pertama, dengan anggaran mencapai Rp 71 triliun pada 2025. BGN akan membangun ribuan SPPG (dapur umum) di 38 provinsi, termasuk 8.200 SPPG di wilayah terpencil. Semua ini butuh SDM dalam jumlah besar untuk operasional lapangan.

Dari total 32.000 formasi PPPK BGN, sebanyak 31.250 posisi dialokasikan untuk Penata dan Pengelola Layanan Operasional—tenaga yang akan bertugas langsung di dapur umum untuk mempersiapkan, mendistribusikan, dan memastikan kualitas makanan bergizi. Sementara 750 posisi sisanya adalah formasi umum untuk tenaga fungsional seperti Ahli Gizi dan Akuntan yang bertugas menyusun menu, mengelola anggaran, dan memastikan standar gizi terpenuhi.

Penempatan PPPK BGN akan disesuaikan dengan alamat KTP, sehingga tidak perlu khawatir ditempatkan jauh dari rumah. Ini menjadi keunggulan rekrutmen ini dibanding CPNS yang biasanya bisa ditempatkan lintas daerah.

Bedanya PPPK BGN dengan ASN Biasa (PNS)

Banyak yang masih bingung: apa bedanya PPPK dengan PNS? Keduanya memang sama-sama ASN, tapi ada perbedaan mendasar yang perlu dipahami sebelum mendaftar.

Status Kepegawaian
PNS berstatus pegawai tetap hingga pensiun, sedangkan PPPK adalah pegawai kontrak dengan masa kerja paling singkat 1 tahun. Khusus PPPK BGN, masa kontrak ditetapkan 3 tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan instansi, berdasarkan penilaian kinerja dan kesesuaian kompetensi.

Jenjang Karir
PNS memiliki sistem kepangkatan (golongan I-IV) yang naik secara berkala berdasarkan masa kerja. PPPK tidak punya sistem kepangkatan otomatis—jika ingin naik jabatan, harus mengikuti rekrutmen baru untuk posisi lebih tinggi. PPPK BGN umumnya hanya bisa menduduki jabatan fungsional atau jabatan pelaksana, tidak bisa masuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Hak Pensiun
PNS berhak atas jaminan pensiun dan jaminan hari tua setelah mencapai usia pensiun (58 tahun untuk pejabat administrasi, 60 tahun untuk pimpinan tinggi). PPPK tidak otomatis mendapat hak pensiun layaknya PNS—status kontrak berakhir sesuai kesepakatan, meskipun kini PPPK juga mulai mendapat skema pensiun sesuai regulasi baru.

Baca Juga:  Gaji PPPK Paruh Waktu 2026: Gaji, Jam Kerja, dan Ketentuannya

Gaji dan Tunjangan
Gaji pokok PPPK mengikuti Perpres Nomor 11 Tahun 2024, dengan besaran yang disesuaikan golongan dan masa kerja. PPPK BGN akan mendapat gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan kemungkinan tunjangan kinerja (Tukin) yang besarnya setara instansi pusat seperti Kemenkes atau Bapanas.

Syarat Usia
CPNS hanya bisa diikuti usia 18-35 tahun, sedangkan PPPK BGN bisa diikuti hingga usia 50 tahun. Ini membuka kesempatan lebih luas bagi profesional berpengalaman yang sudah melewati batas usia CPNS.

Formasi PPPK BGN 2025: 31.250 Khusus + 750 Umum

Rekrutmen PPPK BGN 2025 terbagi dalam dua kategori besar: formasi khusus dan formasi umum. Masing-masing punya syarat dan kualifikasi yang berbeda.

Formasi Khusus (31.250 Posisi)

Penata Layanan Operasional

  • Kualifikasi: S-1 Semua Jurusan / D-IV Semua Jurusan
  • Jumlah: 31.250 formasi
  • Tugas: Mengelola operasional dapur umum (SPPG), mempersiapkan makanan bergizi, mendistribusikan ke penerima manfaat
  • Syarat tambahan: Wajib memiliki Sertifikat Manajerial Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, atau Surat Keterangan Pengalaman Kerja sesuai bidang, atau Surat Keterangan Aktif Bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Formasi Umum (750 Posisi)

Penata Layanan Operasional – Ahli Gizi

  • Kualifikasi: S-1 Ilmu Gizi / D-IV Gizi dan Dietetika
  • Jumlah: 300 formasi
  • Tugas: Menyusun menu bergizi, mengawasi kualitas gizi makanan, melakukan edukasi gizi

Penata Layanan Operasional – Akuntan

  • Kualifikasi: S-1 Akuntansi / D-IV Akuntansi
  • Jumlah: 300 formasi
  • Tugas: Mengelola anggaran program MBG, menyusun laporan keuangan, audit internal

Pengelola Layanan Operasional – D-III Gizi

  • Kualifikasi: D-III Gizi
  • Jumlah: 75 formasi
  • Tugas: Membantu pelaksanaan program gizi di lapangan

Pengelola Layanan Operasional – D-III Akuntansi

  • Kualifikasi: D-III Akuntansi
  • Jumlah: 75 formasi
  • Tugas: Membantu pengelolaan administrasi keuangan

Formasi khusus membuka peluang sangat besar karena tidak dibatasi jurusan—lulusan teknik, hukum, komunikasi, bahkan pertanian bisa mendaftar selama punya ijazah S-1 atau D-IV. Ini kesempatan emas bagi yang selama ini merasa tidak punya peluang CPNS karena jurusan tidak match.

Gaji PPPK BGN 2025: Berapa yang Bisa Didapat?

Gaji PPPK BGN mengikuti Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK. Besaran gaji ditentukan berdasarkan golongan dan masa kerja golongan (MKG), dengan kisaran sebagai berikut:

Golongan Pendidikan Gaji Pokok (Rp)
Golongan VII D-III 2.858.800 – 4.551.800
Golongan IX S-1 / D-IV 3.203.600 – 5.261.500
Golongan X 3.339.100 – 5.484.000
Golongan XI 3.480.300 – 5.716.000
Golongan XII 3.627.500 – 5.957.800

Angka di atas adalah gaji pokok saja, belum termasuk tunjangan. PPPK BGN berhak mendapat berbagai tunjangan seperti:

  • Tunjangan Keluarga (/istri dan anak)
  • Tunjangan Jabatan/Fungsional (sesuai posisi)
  • Tunjangan Kinerja (Tukin) – karena BGN adalah instansi pusat, Tukin diperkirakan setara Kemenkes atau Bapanas, berkisar Rp 1,9 juta – Rp 4,5 juta per bulan tergantung kelas jabatan
  • Tunjangan Pangan (seperti beras atau uang pengganti)

Jadi, untuk fresh graduate S-1 golongan IX yang baru diangkat, gaji pokok sekitar Rp 3,2 juta. Setelah ditambah tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan Tukin, take home pay bisa mencapai Rp 7 juta – Rp 7,5 juta per bulan. Angka ini cukup kompetitif untuk pegawai pemerintah baru, apalagi dengan penempatan sesuai KTP yang memungkinkan tinggal di rumah sendiri tanpa biaya kos.

Syarat Lengkap Daftar PPPK BGN 2025

Untuk bisa mendaftar PPPK BGN, calon pelamar harus memenuhi sejumlah syarat umum dan khusus. Berikut rincian lengkapnya:

Syarat Umum:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, dan
  • Usia minimal 20 tahun dan maksimal 50 tahun (dihitung berdasarkan tanggal lahir di ijazah)
  • Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap
  • Tidak pernah melakukan atau terlibat pelanggaran seleksi yang diadakan BKN
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, PPPK, TNI, Polri, atau pegawai swasta
  • Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, prajurit TNI, atau anggota Polri
  • Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis
  • Sehat jasmani dan rohani sesuai persyaratan jabatan
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia
  • Hanya boleh mendaftar 1 jabatan di BGN pada periode 2025

Syarat Khusus Formasi Khusus:

  • Memiliki Sertifikat Manajerial Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, atau
  • Memiliki Surat Keterangan Pengalaman Kerja sesuai bidang jabatan, atau
  • Memiliki Surat Keterangan Aktif Bekerja di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (ditandatangani Kepala BGN)
Baca Juga:  Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta 4 Maret 2026 Lengkap dengan Niat serta Doa Berbuka yang Benar!

Syarat usia maksimal 50 tahun menjadi keunggulan PPPK BGN dibanding CPNS yang hanya maksimal 35 tahun. Ini membuka peluang bagi profesional senior atau tenaga honorer yang sudah lama mengabdi tapi belum punya .

Dokumen yang Harus Disiapkan

BGN dilakukan secara online melalui portal BKN, dan semua dokumen harus diunggah dalam bentuk scan berwarna yang jelas dan terbaca. Berikut daftar dokumen wajib:

  • KTP elektronik yang masih berlaku / Surat Keterangan Pengganti KTP-el / Surat Keterangan Perekaman Data KTP-el dari Disdukcapil
  • Surat lamaran diketik komputer, ditujukan kepada Kepala Badan Gizi Nasional melalui Ketua Panitia Seleksi PPPK 2025, ditandatangani dan diberi e-meterai Rp 10.000
  • Surat pernyataan 5 poin (mencakup komitmen sebagai calon PPPK, tidak terlibat pidana, tidak terlibat politik praktis, dll) dengan e-meterai Rp 10.000
  • Surat pernyataan mengikuti seleksi PPPK di lingkungan BGN dengan e-meterai Rp 10.000
  • Surat kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia dengan e-meterai Rp 10.000
  • Foto 4×6 latar merah, pakaian kemeja putih, wajah terlihat jelas
  • Ijazah asli sesuai kualifikasi (S-1/D-IV/D-III) – bukan legalisir atau konsep. Untuk lulusan luar negeri, wajib lampirkan Surat Penyetaraan Ijazah dari Kemendikbud
  • Transkrip nilai asli yang menampilkan seluruh halaman
  • Sertifikat Manajerial (untuk formasi khusus) atau Surat Pengalaman Kerja sesuai bidang jabatan yang dilamar

Format lengkap surat pernyataan bisa diunduh di situs resmi BGN (bgn.go.id) atau portal SSCASN. Pastikan semua dokumen sudah ditandatangani asli dan diberi meterai sebelum dipindai—dokumen yang tidak lengkap atau tidak jelas akan langsung dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Cara Daftar PPPK BGN 2025 Step by Step

Pendaftaran PPPK BGN dilakukan 100% online melalui situs https://sscasn.bkn.go.id. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buat atau login akun SSCASN menggunakan NIK dan nomor KK. Jika belum punya akun, daftar terlebih dahulu dengan data valid
  2. Pilih jenis seleksi: PPPK
  3. Pilih instansi: Badan Gizi Nasional
  4. Pilih jenis formasi: Khusus atau Umum
  5. Pilih jabatan sesuai kualifikasi pendidikan
  6. Isi biodata dengan teliti—kesalahan data bisa menyebabkan gugur administrasi
  7. Pilih 1 lokasi ujian yang menyelenggarakan seleksi PPPK BGN (pilih yang strategis dan mudah dijangkau)
  8. Unggah semua dokumen dalam format PDF atau JPG, berwarna, terbaca jelas, dan sesuai ketentuan
  9. Periksa kembali semua data dan dokumen sebelum submit
  10. Kirim pendaftaran dan simpan bukti pendaftaran
  11. Cetak kartu ujian jika dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) setelah pengumuman hasil seleksi administrasi

Pendaftaran hanya dibuka selama 6 hari (5-10 Desember 2025), jadi jangan tunda sampai menit terakhir karena lonjakan akses bisa menyebabkan server lambat. Daftar sejak hari pertama agar punya waktu untuk perbaikan jika ada dokumen yang kurang atau salah.

Jadwal Seleksi PPPK BGN 2025 Lengkap

Rekrutmen PPPK BGN berlangsung cepat dengan timeline yang sangat ketat. Berikut jadwal resmi:

1.Tahap Pendaftaran:

  • Pendaftaran & Seleksi Administrasi: 5-10 Desember 2025
  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 11 Desember 2025
  • Masa Sanggah: 12-13 Desember 2025
  • Pengumuman Hasil Sanggah: 14 Desember 2025

2.Tahap Seleksi Kompetensi:

  • Unduh Kartu Peserta Ujian: 15 Desember 2025
  • Tes Kompetensi (CAT BKN): 16-20 Desember 2025
  • Pengumuman Hasil Tes Kompetensi: 28 Desember 2025

3.Tahap Akhir:

  • Pemberkasan: 30 Desember 2025 – 3 Januari 2026
  • Penetapan NIP: Paling lambat 1 2026

Catatan penting: jadwal bisa berubah sewaktu-waktu sesuai arahan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Selalu pantau informasi terbaru di situs resmi www.bgn.go.id atau akun SSCASN pribadi.

Tes kompetensi menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test) yang diselenggarakan BKN, dengan materi meliputi kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural. Persiapkan diri sejak sekarang dengan banyak latihan soal dan tryout agar terbiasa dengan pola soal dan manajemen waktu.

Mitos vs Fakta Seputar PPPK BGN

Mitos 1: “PPPK BGN cuma kontrak 3 tahun, terus nganggur lagi”

Fakta: Masa kontrak 3 tahun bisa diperpanjang sesuai kebutuhan instansi, pencapaian kinerja, dan kesesuaian kompetensi berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1203 Tahun 2025. Program MBG adalah program jangka panjang menuju 2045, sehingga kebutuhan SDM akan terus ada. Selama kinerja bagus dan program masih berjalan, peluang perpanjangan kontrak terbuka lebar.

Mitos 2: “PPPK tidak bisa diangkat jadi PNS”

Fakta: PPPK tidak otomatis diangkat jadi PNS, tapi bukan berarti tidak bisa sama sekali. Jika pemerintah membuka formasi CPNS dan PPPK ingin jadi PNS, bisa mengikuti seleksi CPNS seperti masyarakat umum. Pengalaman kerja sebagai PPPK bisa jadi nilai tambah, meski tidak ada jalur khusus konversi otomatis.

Mitos 3: “Gaji PPPK jauh lebih kecil dari PNS”

Fakta: Gaji pokok PPPK dan PNS mengikuti regulasi yang berbeda, tapi secara nominal tidak jauh berbeda. Untuk fresh graduate S-1 golongan IX, gaji pokok PPPK mulai Rp 3,2 juta, ditambah tunjangan bisa mencapai Rp 7 juta lebih per bulan. PNS golongan III/a gaji pokok mulai Rp 2,9 juta, ditambah tunjangan juga bisa mencapai angka serupa tergantung instansi. Perbedaan utama ada di hak pensiun dan jaminan hari tua.

Baca Juga:  Kabar Gembira dan Peringatan Keras bagi PPPK 2026, Simak Perubahan Aturan BKN Terbaru!

Mitos 4: “PPPK BGN hanya untuk lulusan gizi dan akuntansi”

Fakta: Dari 32.000 formasi, sebanyak 31.250 posisi adalah formasi khusus yang terbuka untuk semua jurusan S-1 atau D-IV. Hanya 750 formasi umum yang khusus untuk lulusan gizi dan akuntansi. Jadi, lulusan teknik, hukum, komunikasi, bahkan sastra bisa mendaftar di formasi khusus.

Mitos 5: “Penempatan PPPK BGN bisa kemana saja, jauh dari rumah”

Fakta: Penempatan PPPK BGN disesuaikan dengan alamat KTP untuk pemerataan tenaga kerja dan operasional menurut laman resmi BGN. Jadi, kalau KTP Jawa Timur, kemungkinan besar ditempatkan di dapur umum di Jawa Timur. Ini sangat berbeda dengan CPNS yang bisa ditempatkan lintas provinsi.

Peluang Karir dan Perpanjangan Kontrak PPPK BGN

PPPK BGN punya peluang karir yang cukup menjanjikan meski berstatus kontrak. Masa kerja 3 tahun pertama adalah periode probation untuk membuktikan kompetensi dan dedikasi. Jika kinerja dinilai baik, kontrak dapat diperpanjang berdasarkan tiga faktor utama: kebutuhan instansi, pencapaian atau penilaian kinerja, dan kesesuaian kompetensi.

Program MBG dirancang sebagai program jangka panjang hingga 2045, dengan target penerima manfaat yang terus bertambah setiap tahun. Artinya, kebutuhan SDM di BGN akan terus ada dan bahkan bisa bertambah. Selama program MBG berjalan dan kinerja individu memenuhi standar, peluang perpanjangan kontrak sangat terbuka.

Selain perpanjangan kontrak, PPPK BGN juga bisa naik jabatan dengan mengikuti rekrutmen internal untuk posisi lebih tinggi—misalnya dari Pengelola Layanan Operasional naik ke Penata Layanan Operasional, atau dari staf fungsional naik ke posisi manajerial tertentu. Pengembangan kompetensi juga menjadi hak PPPK, dengan kewajiban mengikuti pelatihan maksimal 24 jam pelajaran per tahun masa kontrak.

Bagi yang ingin karir lebih stabil, pengalaman kerja sebagai PPPK BGN bisa jadi nilai tambah jika suatu saat pemerintah membuka formasi CPNS. Meski tidak ada jalur konversi otomatis, track record kerja di instansi pemerintah akan menjadi pertimbangan positif dalam seleksi.

Tips Lolos Seleksi PPPK BGN 2025

Persaingan 32.000 formasi tentu tidak mudah, tapi dengan persiapan matang, peluang lolos bisa dimaksimalkan. Berikut tipsnya:

Persiapan Administrasi:

  • Siapkan semua dokumen jauh-jauh hari sebelum pendaftaran dibuka
  • Pastikan KTP masih berlaku dan data sesuai dengan ijazah
  • Ketik semua surat pernyataan dengan rapi, tanpa typo, dan tanda tangani asli sebelum dipindai
  • Scan dokumen dengan resolusi tinggi (minimal 300 dpi) agar terbaca jelas
  • Gunakan e-meterai resmi Rp 10.000 untuk semua surat yang dipersyaratkan

Strategi Pendaftaran:

  • Daftar di hari pertama atau kedua untuk menghindari lonjakan akses di hari terakhir
  • Pilih lokasi ujian yang strategis dan mudah dijangkau dari tempat tinggal
  • Double-check semua data sebelum submit—kesalahan kecil bisa fatal
  • Simpan bukti pendaftaran dan nomor peserta dengan baik

Persiapan Tes Kompetensi:

  • Latihan soal CAT BKN secara rutin (kompetensi manajerial, teknis, sosial kultural)
  • Ikut tryout online untuk terbiasa dengan waktu dan tekanan ujian
  • Pelajari materi seputar program MBG, tugas BGN, dan isu gizi nasional
  • Latih manajemen waktu—setiap soal punya batas waktu yang ketat
  • Istirahat cukup sebelum hari H agar konsentrasi maksimal

(Jika Ada):

  • Pahami visi misi BGN dan program MBG secara mendalam
  • Siapkan contoh pengalaman kerja atau organisasi yang relevan
  • Tunjukkan komitmen terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat
  • Jawab dengan jujur dan percaya diri

Ingat, seleksi PPPK BGN bukan hanya soal pintar, tapi juga kesiapan administrasi dan mental. Banyak pelamar yang sebenarnya kompeten tapi gugur di tahap administrasi karena dokumen tidak lengkap atau salah format. Jadi, teliti sejak awal adalah kunci utama.


Penutup

PPPK BGN adalah peluang besar untuk bergabung dengan program strategis nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dengan 32.000 formasi, syarat usia hingga 50 tahun, dan penempatan sesuai KTP, ini adalah kesempatan emas yang jarang datang dua

FAQ Seputar Apa Itu PPPK BGN?

BGN adalah Badan Gizi Nasional. Ini adalah lembaga pemerintah baru yang dibentuk untuk menangani program prioritas nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis untuk anak sekolah dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.
PPPK BGN adalah rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang ditempatkan khusus di bawah Badan Gizi Nasional. Rekrutmen ini bertujuan mengisi kebutuhan SDM untuk operasional Satuan Pelayanan Gizi di berbagai daerah.
Pemerintah berencana membuka sekitar 32.000 formasi ASN untuk Badan Gizi Nasional pada tahun 2025. Jumlah ini disiapkan untuk mendukung operasional unit-unit pelayanan gizi yang baru dibentuk.
Formasi diprediksi akan didominasi oleh lulusan Sarjana (S1) dan D3, khususnya untuk posisi:
  • Pembina Pelayanan Gizi
  • Ahli Gizi (Nutrisionis)
  • Petugas Logistik dan Distribusi Makanan
  • Staf Administrasi Keuangan & Operasional
BGN menyasar fresh graduate serta tenaga profesional yang memiliki latar belakang pendidikan relevan (seperti Gizi, Kesehatan Masyarakat, Manajemen, dll). Pelamar diharapkan siap ditempatkan di Unit Pelayanan Gizi (UPG) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.